maaf email atau password anda salah


Bibit Konflik di Jalur Tuna

Nelayan tradisional di Halmahera Tengah resah dengan beroperasinya kapal-kapal besar asal Bitung di perairan mereka. Penangkapan ikan tuna di luar wilayah dan praktik transhipment yang dilakukan kapal-kapal tersebut merugikan nelayan, mengurangi pendapatan daerah, menyebabkan rawan kriminalitas, serta mengancam kelestarian lingkungan. Tempo bekerja sama dengan Environmental Justice Foundation menggelar liputan khusus mengenai kondisi nelayan-nelayan tradisional Halmahera dan mereportase praktik transhipment di sana.

arsip tempo : 171693903393.

Suasana Pelabuhan Perikanan Samudra Bitung, Sulawesi Utara, 14 April 2022. Dok EJF. tempo : 171693903393.

JAKARTA – Saleh Suan, nelayan lokal di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, gusar. Sehari-hari ia menangkap ikan di wilayah perairan Gebe dan Patani, yang merupakan jalur ikan tuna dari Samudra Hindia menuju Samudra Pasifik, menggunakan alat tangkap tradisional berupa pancing. Selama setahun terakhir, Saleh bersama rekan-rekannya mengeluhkan masuknya kapal-kapal ikan besar sampai ke pulau-pulau di daerah tangkapan warga lokal.

Kapal-kap...

Berlangganan untuk lanjutkan membaca.
Kami mengemas berita, dengan cerita.

Manfaat berlangganan Tempo Digital? Lihat Disini

PILIHAN TERBAIK

Rp 54.945/Bulan

Aktif langsung 12 bulan, Rp 659.340

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Dijamin update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Rp 64.380/Bulan

Aktif setiap bulan, batalkan kapan saja

  • *GRATIS untuk bulan pertama jika menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 29 Mei 2024

  • 28 Mei 2024

  • 27 Mei 2024

  • 26 Mei 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan