maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

Konten

Pengesahan RKUHP
Ilustrasi: Tempo/Kendra Paramita
Seretnya Belanja APBN dan Potensi Reflasi
Kisruh Survei Regsosek

Kusut Aturan Sensus Nasional

Kementerian Hukum dan HAM mengembalikan Rancangan Perpres Reformasi Sistem Perlindungan Sosial, yang seharusnya menjadi aturan pelaksanaan program Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Nasib sensus nasional yang sedang memasuki masa pendataan awal terombang-ambing. Begitu pula dengan pemanfaatan datanya di kemudian hari. Dipicu oleh penolakan Kementerian Sosial. 

 

Cover Story Edisi : Senin, 28 November 2022

Ilustrasi: Tempo/Kendra Paramita
Lukmannul Hakim
Direktur Utama Zurich Syariah, Hilman Simanjuntak. Tempo/Magang/Martin Yogi
Aswanto dan Lonceng Kematian Mahkamah Konstitusi
Jalan Progresif Ulama Perempuan

Jalan Progresif Ulama Perempuan

Sejumlah isu penting menjadi perhatian para ulama perempuan, dari pelindungan terhadap korban kekerasan seksual, pemaksaan pernikahan, hingga pelestarian alam. Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), yang juga dihadiri ulama perempuan dari sejumlah negara, ikut membahas isu-isu perempuan internasional. Kesetaraan gender menjadi isu yang paling menarik perhatian.

Cover Story Edisi : Minggu, 27 November 2022

Waspada Penyakit Pascabencana

Waspada Penyakit Pasca-Bencana

Berbagai penyakit mulai menjangkiti para pengungsi gempa Cianjur yang berdesakan di tenda darurat. Angka kasus infeksi saluran pernapasan akut, diare, dan penyakit kulit dilaporkan meningkat. Tinggal di pengungsian dengan sanitasi yang buruk, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan.

Cover Story Edisi : Sabtu, 26 November 2022

Warga menggunakan air dari  irigasi untuk keperluan MCK di Desa Gasol, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, 23 November 2022. TEMPO/Prima Mulia
Ilustrasi: Imam Yunni/Tempo
Chief Executive Officer penerbit Akad Media Cakrawala Andri Agus Fabianto di Kantornya, Depok, Jawa Barat, 4 November 2022. TEMPO/M Taufan Rengganis
Ilustrasi: Imam Yunni/Tempo
Pengungsi perempuan beraktivitas di dalam tenda di Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 25 November 2022. TEMPO/M Taufan Rengganis
Darurat Tenda Darurat

Darurat Tenda Darurat

Empat hari setelah gempa mengguncang Cianjur, Jawa Barat, warga di sejumlah kampung yang porak-poranda masih hidup serba kekurangan. Mereka tinggal berdesakan di tenda seadanya. Sebagian mulai terserang gangguan kesehatan. Sedangkan evakuasi korban yang tertimbun tanah longsor belum tuntas.

Cover Story Edisi : Jumat, 25 November 2022

Ilustrasi: Tempo/Imam Yunni
Ilustrasi: Tempo/Imam Yunni
Kerusakan akibat gempa di Desa Sarampad, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 22 November 2022. TEMPO/ Hilman Fathurrahman W

Penyebab Tingginya Daya Rusak Gempa Cianjur

Di atas kertas, banyak gempa yang lebih kuat mengguncang Indonesia ketimbang gempa Cianjur. Phil R. Cummins, profesor ilmu kebumian di Australian National University, serta Mudrik Rahmawan Daryono, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan penyebab gempa berkekuatan 5,6 skala Richter di wilayah sejuk di Jawa Barat tersebut yang bisa meluluhlantakkan 22 ribu bangunan serta menewaskan sedikitnya 268 orang.

Ilmu dan Teknologi Edisi : Jumat, 25 November 2022

Jalan Buntu Penyaluran Bantuan

Jalan Buntu Penyaluran Bantuan

Sejumlah warga yang terkena dampak bencana gempa di Kabupaten Cianjur belum sepenuhnya menerima bantuan. Selain terhalang oleh putusnya jembatan, akses menuju Kecamatan Cugenang dan Warungkondang—wilayah terparah akibat lindu—tak bisa dilalui kendaraan roda empat akibat adanya longsor susulan. Warga yang frustrasi mulai merampas bantuan di tengah jalan sebelum kendaraan pengangkut logistik tiba di lokasi tujuan.

Cover Story Edisi : Kamis, 24 November 2022

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan