Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.

Komponen Cadangan

  • Menentang Militerisasi Pegawai Negeri

    Pelibatan ASN menjadi anggota komponen cadangan berpotensi mengganggu kerja-kerja pelayanan publik. Dianggap serupa dengan militerisasi sipil pada masa Orde Baru.

  • Mendadak Militer 600 Jam

    Pelatihan bagi anggota komponen cadangan sedikitnya 600 jam selama tiga bulan. Masa bakti tentara cadangan dibatasi hingga usia 48 tahun.

  • Apa Guna Pasukan Cadangan

    Untuk pertama kalinya dalam sejarah militer modern Indonesia, warga sipil dilatih layaknya tentara. Sebanyak 3.000 orang itu tergabung dalam komponen cadangan TNI yang kemarin dikukuhkan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Dinilai tak menjawab tantangan zaman, ketika perang siber dan terorisme lebih sering menjadi ancaman.

  • Ide Lama yang Dieksekusi Prabowo

    Ide pembentukan komponen cadangan muncul dan tenggelam sejak awal reformasi. Presiden Jokowi mengesahkan undang-undangnya pada 2019 setelah pembahasan singkat dan senyap di DPR.

  • Serupa tapi Tak Sama

    Konsep komponen cadangan tentara Indonesia mirip dengan Amerika Serikat. Berbeda dengan wajib militer yang berlaku di Korea Selatan dan Singapura.

  • Ancaman Perang yang 'Mustahal'

    Pembentukan komponen cadangan yang diresmikan Presiden Joko Widodo di Bandung tidaklah diperlukan. Apalagi konsep pasukan cadangan itu juga bisa berbenturan dengan hak-hak masyarakat sipil.

  • Menggugat Komponen Cadangan

    Undang-Undang Pengelolaan Sumber Daya Nasional dinilai bermasalah. Pembentukan komponen cadangan cenderung dipaksakan.

Edisi Sebelumnya

Minggu, 22 Mei 2022
Sabtu, 21 Mei 2022
Jumat, 20 Mei 2022
Kamis, 19 Mei 2022
Rabu, 18 Mei 2022
Selasa, 17 Mei 2022
Senin, 16 Mei 2022
Minggu, 15 Mei 2022

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan