Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.

Dwifungsi ABRI

  • Demi Pengamanan atau Pemenangan Pemilu

    Peneliti dan pegiat demokrasi ragu akan klaim bahwa penugasan perwira TNI dan Polri sebagai penjabat kepala daerah adalah demi pengamanan menuju pilkada serentak 2024. Mereka justru curiga praktik yang mirip dwifungsi ABRI pada masa Orde Baru itu merupakan siasat demi pemenangan pemilu kubu tertentu.

     

  • Dwifungsi Gubernur Jenderal

    Pemilihan umum serentak 2024 membuka peluang bagi para perwira tinggi TNI dan Polri aktif menjadi penjabat sementara kepala daerah. Mereka berkesempatan mengisi kekosongan pemimpin di puluhan provinsi dan ratusan kabupaten/kota. Praktik ala dwifungsi ABRI pada masa Orde Baru itu bisa mencederai demokrasi. Berbagai kalangan mengkritik rencana tersebut.

  • Kursi Empuk Para Perwira

    Pemilihan umum serentak 2024 membuat kekosongan pemimpin di 23 provinsi dan 248 kabupaten/kota. Sejak 2016, pemerintah berulang kali menunjuk perwira TNI/Polri sebagai gubernur sementara.

     

  • Menolak Dwifungsi Militer dalam Pilkada

    Pengangkatan perwira TNI atau Polri sebagai penjabat kepala daerah dianggap telah melanggar undang-undang. Berpotensi membuka peluang kembalinya praktik pemerintahan Orde Baru.

  • Hentikan 'Dwifungsi' Polri

    Setidaknya ada 30 jenderal aktif dan purnawirawan dalam daftar tersebut. Tak mengherankan, dengan banyaknya perwira kepolisian mengisi jabatan strategis, muncul olok-olok semacam “Negara Kepolisian Republik Indonesia”.

Edisi Sebelumnya

Minggu, 23 Januari 2022
Sabtu, 22 Januari 2022
Jumat, 21 Januari 2022
Kamis, 20 Januari 2022
Rabu, 19 Januari 2022
Selasa, 18 Januari 2022
Senin, 17 Januari 2022
Minggu, 16 Januari 2022

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan