maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

Ide

Munawir Aziz,
ALUMNUS CENTER FOR RELIGIOUS AND CROSS-CULTURAL STUDIES (CRCS), SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA (UGM), YOGYAKARTA

Selama lebih dari 30 tahun, warga Indonesia berada dalam kecemasan akibat kerumitan sejarah. Periode kekuasaan Orde Baru menjadikan sejarah Indonesia gelap mata, berkabut, hingga tak memungkinkan untuk ditelaah secara jernih. Peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi pada masa awal kemerdekaan, revolusi fisik, hingga masa Orde Sukarno dikaburkan oleh penulisan sejarah versi penguasa. Panggung kekuasaan Orde Baru berdiri kokoh dengan dukungan akademisi yang dekat dengan Cendana dan militer. Panggung kekuasaan ini roboh pada Mei 1998, ketika Soeharto tak mampu lagi mencengkeram politik Indonesia.

Peristiwa-peristiwa sejarah yang membentuk Indonesia sebagai negara bangsa (nation-state) sampai saat ini masih terasa sumir. Kisah-kisah tentang perlawanan terhadap kolonial sering kali ditenggelamkan oleh asumsi kepentingan politik dan jaringan keluarga pahlawan. Dimensi politik dan nafsu kekuasaan lebih kuat daripada keberpihakan kepada kebenaran sejarah. Kisah-kisah tentang ideologi komunis, perjalanan politik Partai Komunis Indonesia (PKI), hingga pertarungan DI/TII saat ini menjadi bagian dari common enemy yang terlembaga dalam memori warga. Kenapa? Karena selama lebih dari 30 tahun, warga mengkonsumsi informasi yang distempel oleh Orde Baru. Produksi wacana selama lebih dari tiga dekade, yang menggunakan cara berpikir model militer, menjadikan rakyat negeri ini bungkam dan hanya meratapi tragedi sejarah.

Baca Selengkapnya

Koran Edisi Lainnya

  • 28 September 2022

  • 27 September 2022

  • 26 September 2022

  • 25 September 2022

  • 24 September 2022

  • 23 September 2022

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan