maaf email atau password anda salah


Pindah Tongkrongan Membangun Jaringan

Pandemi Covid-19 mengubah cara kita membangun jejaring dalam mengembangkan karier. Konferensi video berperan penting.

arsip tempo : 171888940675.

Pekerja sedang melakukan rapat secara online. PEXELS. tempo : 171888940675.

Di atas kertas, membangun jejaring merupakan tugas yang relatif sederhana. Berbaurlah dengan para profesional sambil menikmati segelas minuman dalam suatu acara dan peluangmu untuk mendapatkan peran yang didambakan atau membangun karier impian akan meningkat.

Sebelum masa pandemi Covid-19, saat bersiap-siap untuk berjejaring, kamu ada kemungkinan akan masuk ke suatu tempat sambil berpikir, “Tersenyumlah. Ingat kalimat perkenalan yang sudah kamu siapkan. Jika semuanya gagal, bicarakan tentang cuaca.”

Namun sekarang, setelah pandemi berlalu, opsi bekerja tidak harus dari kantor menjadi mungkin. Banyak dari kita yang dihadapkan pada kesulitan berbeda: bagaimana membangun jejaring sambil bekerja dari jarak jauh. Seraya bekerja dari rumah, dengan anak-anak yang meminta dibuatkan teh atau hewan peliharaan yang menginjak keyboard, kita secara kolektif menjadi Robert Kelly, ilmuwan politik yang berbasis di Busan, Korea Selatan. Video Kelly menjadi viral pada 2017 ketika anak-anaknya mengganggu wawancara langsung yang dia lakukan di stasiun televisi dan istrinya harus berusaha mengeluarkan anak-anak itu dari kantor Kelly.

Meskipun sulit untuk bertemu dengan orang-orang dalam situasi seperti itu, penelitian menunjukkan bahwa menghadapi tantangan ini merupakan hal yang layak dilakukan. Menurut sebuah survei daring, jejaring menyumbangkan hingga 85 persen dari seluruh lowongan yang terisi. Jejaring juga dapat membuahkan kenaikan gaji yang besar, sebagaimana dibuktikan oleh cerita terkini tentang bagaimana seorang karyawan mendapatkan kenaikan gaji 24 ribu pound sterling atau sekitar Rp 460 juta hanya melalui jejaring yang dibangun.

Baca: Membangun Karier dengan Bicara

Penelitian saya menunjukkan bahwa pada awal 2022, sebanyak 44 persen anak muda menggunakan media sosial untuk mencari informasi karier—naik dari yang sebelumnya hanya 19 persen pada dekade lalu—dan sebanyak 42 persen berkonsultasi dengan jejaring sosial mereka ketika ingin membuat keputusan karier. Jejaring online, bahkan sebelum masa pandemi, merupakan alat yang sangat penting untuk pengembangan karier.

Sejumlah pekerja sedang bekerja. UNSPLASH

Bagaimana Berjejaring Secara Online

Kerja jarak jauh tentu saja menjadikan konferensi video sebagai hal yang biasa. Acara jejaring online kini rutin diadakan di platform EventBrite, Slack, Yammer, ataupun Instagram Live.

Jadi, pertama-tama, lakukan riset: identifikasi organisasi, asosiasi, dan kampanye yang paling menarik bagi kamu. Temukan blog dan forum yang relevan dengan bidang pekerjaanmu. Daftarkan e-mail-mu ke sebanyak mungkin milis yang dapat kamu kelola secara efisien. Temukan orang-orang yang kamu kenal dan ikuti mereka di media sosial.

Tujuan langkah pertama ini adalah meningkatkan volume informasi yang kamu terima secara pasif. Hal ini menciptakan apa yang dikenal sebagai keterjangkauan lingkungan: kemungkinan tindakan yang diberikan kepadamu oleh lingkungan. Semakin banyak pembaruan rutin tentang acara relevan yang kamu terima, semakin besar kemungkinan kamu menghadirinya.

Kedua, jadilah orang yang berpikir secara strategis. Di dunia makan malam konferensi dan percakapan dadakan telah digantikan oleh pertemuan Zoom, segala sesuatunya tidak lagi spontan seperti sebelumnya. Penjadwalan adalah kunci.

Buat rencana jejaring pribadi. Putuskan berapa banyak waktu yang akan kamu curahkan untuk berjejaring online dan catat tujuanmu: berapa banyak orang yang ingin kamu ajak bicara; perusahaan mana yang ingin kamu ketahui lebih lanjut; dan siapa yang perlu kamu cari untuk mendiskusikan topik tertentu.

Pastikan untuk menjadwalkan secara tepat waktu agar kehadiranmu terjaga. Pilihlah berbagai keterlibatan, seperti webinar, pameran rekrutmen online, pertemuan Zoom tatap muka, dan konferensi online.

Ketiga, penelitian menunjukkan bahwa penggiat jejaring yang paling produktif memiliki ciri-ciri kepribadian proaktif dan cenderung mendapat nilai tinggi dalam sifat yang terkait dengan keterbukaan serta mencari pengalaman baru dalam tes kepribadian. Namun hal ini tidak berarti bahwa kamu harus menjadi seorang ekstrover untuk berhasil dalam membangun jaringan. Kamu hanya perlu bersikap proaktif: perilaku proaktif adalah prediktor terkuat keberhasilan berjejaring.

Jika kamu ingin menjalin hubungan dengan orang atau sekelompok profesional tertentu, hubungi mereka secara langsung. Kirimkan e-mail, kirim pesan lewat Twitter, atur rapat Zoom, atau cari tahu tentang percampuran jejaring online yang ada kemungkinan mereka ikuti.

Sejumlah pekerja sedang bersosialisasi. UNSPLASH

Mengapa Berjejaring Penting untuk Kesuksesan

Berjejaring mendasari dua aspek utama kemajuan profesional: kelayakan kerja dan pengembangan karier mandiri.

Yang pertama, kelayakan kerja, berkaitan dengan apa yang disebut oleh para ekonom sebagai modal manusia dari calon karyawan, yaitu daya jual eksternal dan nilai relatif dari latar belakang pendidikan, keterampilan teknis, serta soft skill mereka, seperti komunikasi, manajemen waktu, dan kreativitas, di pasar kerja. Jaringan membuat sumber daya manusia yang kamu miliki mudah terlihat oleh pemberi kerja dan mendorong keputusan perekrutan.

Adapun pengembangan karier mandiri adalah proyek pengembangan pribadi yang berkelanjutan. Kamu mencari informasi karier dan mengambil tindakan menuju tujuan karier jangka panjang. Di sini, jaringan merupakan sarana penting untuk memperoleh informasi karier.

Hal ini membantumu meningkatkan aspirasi pribadi dan mencari tahu apakah pekerjaan, perusahaan, ataupun sektor tertentu tepat untukmu. Pengalaman langsung orang lain yang bekerja dalam profesi tertentu dapat membantu mengukur apakah kamu juga cocok dengan pekerjaan itu.

Berjejaring juga membantu membangun hubungan dengan mentor dan panutan serta memberikan akses ke komunitas dukungan sejawat serta kelompok profesional. Ini lebih dari sekadar mendapatkan pekerjaan. Hal ini menciptakan rasa memiliki dan identitas profesional sehingga mengembangkan apa yang disebut oleh para ilmuwan sosial sebagai “modal sosial” atau norma, nilai, serta keyakinan bersama di komunitas profesional.

Berjejaring melibatkan sejumlah keterampilan—mendekati orang lain, menemukan titik temu, dan memelihara hubungan—yang dapat dipraktikkan serta dipelajari. Dari ketiga hal tersebut, mendengarkan—bukan berbicara—ada kemungkinan merupakan hal yang paling penting.

Ekspresikan minat pada karya orang lain dan ajukan pertanyaan kepada mereka. Dengan demikian, kamu akan siap menjalin hubungan bermakna yang tidak hanya bermanfaat bagimu sebagai individu, tapi juga mendukung pertukaran pengetahuan dan pemecahan masalah secara kolektif yang bermanfaat bagi komunitasmu.

---

Artikel ini ditulis oleh Maria Milosheva, kandidat doktor bidang informatika sosial di Edinburgh Napier University, Skotlandia. Terbit pertama kali di The Conversation.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 20 Juni 2024

  • 19 Juni 2024

  • 18 Juni 2024

  • 16 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan