maaf email atau password anda salah


Kemendag

Indonesia Siap Pasok Lebih Banyak CPO ke India

Indonesia-Inda tingkatkan kerjasama perdagangan. Negara pertama yang dikunjungi Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. #Infotempo

arsip tempo : 171932599145.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menerima cinderamata pada pertemuan Indonesia–India Roundtable Business Engagement, Senin, 22 Agustus, di New Delhi, India.. tempo : 171932599145.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyatakan India merupakan salah satu tujuan utama ekspor minyak kelapa sawit (CPO) Indonesia. Para eksportir diminta mengantisipasi lonjakan permintaan di India menjelang Hari Raya Deepavali pada 24 Oktober 2022.

Zulkifli menghadiri pertemuan Indonesia–India Roundtable Business Engagement yang digelar pada hari ini, Senin, 22 Agustus, di New Delhi, India. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan misi dagang Kementerian Perdagangan ke India. Kegiatan misi dagang diikuti 10 perusahaan Indonesia yang bergerak di sektor CPO, bubur kertas dan kertas, furnitur, batu bara, dan perkakas plastik.

Turut hadir Duta Besar Republik Indonesia untuk India dan Bhutan, Ina Hagniningtyas Khrisnamurthi, dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi.

“India menjadi negara pertama yang saya kunjungi dalam misi dagang. Selain sebagai mitra dagang strategis, India juga sebagai konsumen CPO terbesar Indonesia dan untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan menjelang hari raya Deepavali pada 24 Oktober 2022,” kata Zulkifli.

Dia menyampaikan CPO memiliki kontribusi penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam penyediaan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan 16 juta petani dan pekerja di sektor sawit. Minyak sawit mentah juga memegang peran penting dalam beberapa sektor industri seperti kosmetik, kebutuhan rumah tangga, makanan dan minuman.

Menurut Zulkifli, Indonesia sebagai produsen utama CPO di dunia dan India sebagai salah satu pengguna minyak sawit mentah terbesar di dunia harus selalu bekerja sama. “Juga membangun kepercayaan dalam perdagangan dan investasi untuk mengembangkan industri CPO dan produk turunannya. Produk CPO Indonesia terjamin keberlanjutannya serta aman untuk kesehatan,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Jumat 19 Agustus 2022, Zulkifli melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal. Pertemuan membahas berbagai upaya mempererat hubungan bilateral.

“Kami bersepakat bahwa dua negara besar ini, ‘the powerhouse of Asia’ dan anggota G20 akan bekerja sama lebih dalam demi kesejahteraan rakyatnya,” kata Menteri Perdagangan.

Oleh sebab itu, lanjut Zulkifli, dia memilih India sebagai tujuan kunjungan kerja ke luar negeri yang pertama sebagai Menteri Perdagangan. Kunjungan untuk memimpin delegasi bisnis misi dagang.

Selain dengan Menteri Perdagangan India, Zulkifli juga bertemu dengan perwakilan Asosiasi Pelaku Usaha India, Confederation of Indian Industry. Pertemuan untuk membahas kerja sama business to business  pengembangan perdagangan dan investasi kedua negara, diantaranya sektor infrastruktur, farmasi, otomotif, dan pelabuhan.

Pelaku usaha India meminta Indonesia untuk dapat meningkatkan kerja samanya terlebih menjelang serah terima keketuaan G20 dari Indonesia ke India.

Kerja sama lebih spesifik juga ditawarkan para pelaku usaha dan produsen CPO India tergabung dalam Solvent Extractor Association dan India’s Vegetable Oils Producer Association, untuk melakukan promosi penggunaan minyak sawit sebagai minyak nabati sehat dan aman. Hal ini dilakukan untuk menghadapi semakin berkembangnya kampanye negatif terhadap penggunaan CPO, yang cenderung mendiskreditkan produk berbahan baku minyak sawit.

Pada 2021, nilai perdagangan nonmigas kedua negara mencapai US$ 19,8 miliar atau naik 42,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode ini, komoditas utama ekspor utama Indonesia ke India, adalah batu bara mencapai 30 persen dengan nilai US$ 4 miliar. Kemudian minyak sawit 13 persen (US$ 3,3 miliar), tembaga dan paduan besi empat persen (US$ 940 juta), asam lemak dua persen (US$ 308 juta), dan karet alam dua persen (US$ 286 juta).

Menurut Zulkifli, Indonesia dan India memiliki pasar yang besar. “Sehingga masih banyak potensi dan kerja sama sektor perdagangan antar dua negara yang bisa ditingkatkan untuk mencapai kerja sama ekonomi yang baik dan berkelanjutan, serta saling menguntungkan,” ucapnya.

Dalam acara tersebut, Menteri Zulkifli mengundang pelaku usaha India menghadiri Trade Expo Indonesia ke-37 yang akan dilakukan pada 19-23 Oktober 2022. Pameran dagang terbesar di Indonesia ini akan kembali dilaksanakan secara luring setelah dua tahun dilakukan hanya dengan daring.

Pada TEI 2019, tercatat sebanyak 263 buyers dari India hadir dan mencatatkan transaksi senilai US$ 96,71 juta. “Masuk dalam lima besar buyers dan transaksi. Diharapkan tahun ini lebih banyak buyers India dapat datang ke pameran dan mendapat potensi kerja sama yang saling menguntungkan,” kata Zulkifli.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 25 Juni 2024

  • 24 Juni 2024

  • 23 Juni 2024

  • 22 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan