maaf email atau password anda salah


Misi Dagang ke India Cetak Potensi Ekspor US$ 3,2 Miliar

Menteri Perdagangan pimpin misi dagang bersama 10 pelaku usaha ke India. 22 kesepakatan kerja sama diteken pelaku usaha kedua negara. #Infotempo

arsip tempo : 171853786647.

Kunjungan delegasi misi dagang Indonesia ke India yang dipimpin Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Senin, 22 Agustus 2022.. tempo : 171853786647.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memimpin delegasi misi dagang Indonesia ke New Delhi, India, dengan membukukan potensi ekspor US$ 3,2 miliar. Misi dagang diikuti 10 pelaku usaha dan eksportir Indonesia, serta asosiasi.

Kunjungan ke India adalah misi dagang pertama Zulkifli ke luar negeri sejak menjabat 15 Juni 2022. "Delegasi misi dagang Indonesia ke India berhasil membukukan potensi ekspor senilai US$ 3,2 miliar atau sekitar Rp46,98 triliun. Pontensi ekspor ini diperoleh dari penandatanganan 22 kesepakatan kerja sama (MoU) pelaku usaha kedua negara," ujarnya, Senin, 22 Agustus 2022.

Zulkifli menjelaskan India dipilih sebagai kunjungan pertama ke luar negeri karena merupakan mitra dagang strategis Indonesia. "Kedua negara memiliki hubungan sejarah yang panjang dan erat, sesama negara G20 dan ekonominya saling mengisi karena kami saling membutuhkan satu sama lain,” tuturnya.

Dia menjelaskan penandatanganan 22 nota kesepahaman meliputi produk-produk minyak kelapa sawit mentah q(CPO), olein, batu bara, furnitur, perkakas plastik, serta bubur kertas dan kertas dengan nilai total US$ 3,2 miliar. "Khusus produk kelapa sawit total komitmen yang menjadi kesepakatan sebanyak 2,6 juta ton atau senilai US$ 3,16 miliar,” ucap Mendag.

Turut menyaksikan penandatanganan MoU yaitu Duta Besar Republik Indonesia untuk India dan Bhutan, Ina Hagniningtyas Khrisnamurti, dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi

Zulkifli menyampaikan optimistis atas capaian misi dagang ini. “Ini merupakan hari yang bersejarah bagi kedua negara. Di tengah situasi penuh ketidakpastian dan tantangan ekonomi, Indonesia dan India terus memperkuat kemitraan strategis khususnya dalam kerja sama perdagangan,” ujarnya.

Kementerian Perdagangan, lanjut Zulkifli, terus berkomitmen untuk mendorong ekspor nonmigas. “Kementerian Perdagangan dan tentunya melalui perwakilan perdagangan di luar negeri juga siap membantu para pelaku usaha untuk meningkatkan ekspor dan memperluas pasar ekspor,” kata dia.

Para pelaku usaha yang turut dalam misi dagang menyatakan, momen penjualan CPO sangat tepat karena Indonesia saat ini sedang berupaya mengembalikan pasar konsumen India. Apalagi permintaan minyak sawit mentahakan meningkat nabati menjelang Hari Raya Deepavali pada 24 Oktober 2022.

India merupakan tujuan ekspor CPO kedua terbesar setelah Tiongkok, dengan nilai ekspor pada 2021 mencapai US$ 3,4 miliar atau 25 persen dari total ekspor Indonesia ke India.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia dan India pada Januari-Juni 2022 tercatat US$ 16,67 miliar. Total ekspor nonmigas Indonesia ke negara itu pada periode tersebut tercatat US$ 15,3 miliar, meningkat 75 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 8,7 miliar.

Adapun pada 2021 nilai perdagangan Indonesia dan India mencapai US$ 19,8 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD$6,3 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke India pada tahun lalu tercatat sebesar US$ 13,11 miliar.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 16 Juni 2024

  • 15 Juni 2024

  • 14 Juni 2024

  • 13 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan