maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


APP Sinar Mas

Mengawal Koridor Gajah Sumatera di Padang Sugihan

Jumat, 8 April 2022

Studi ilmiah penyediaan koridor dilakukan bersama APP Sinar Mas, Perkumpulan Jejaring Hutan dan Satwa (PJHS) dan Universitas Pakuan.

Para anggota Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan beserta anggota dari perusahaan konsesi, APP Sinar Mas, Perkumpulan Jejaring Hutan dan Satwa (PJHS) dan Universitas Pakuan, melakukan penyediaan koridor (jalur jelajah) gajah Sumatera di kawasan Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). . tempo : 167505139322

Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan menggandeng multipihak untuk mengawal penyediaan koridor (jalur jelajah) gajah Sumatera di kawasan Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Upaya ini dilakukan melalui studi ilmiah dengan melibatkan perusahaan konsesi, APP Sinar Mas, Perkumpulan Jejaring Hutan dan Satwa (PJHS) dan Universitas Pakuan.

“Kajian ini sangat bermanfaat bersama-sama mendorong rencana aksi untuk penyediaan koridor gajah Sumatera di Padang Sugihan,” kata Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Sumatera Selatan, Ujang Wisnu Barata, pada saat membuat Focus Group Discussion (FGD) di Palembang, Kamis, 7 April 2022.

Bagi BKSDA, kajian ini juga bermanfaat untuk mendorong dikeluarkannya surat keputusan pengelolaan Koridor Gajah Sumatera di wilayah tersebut. Dengan kebijakan tersebut nantinya program-program konservasi menjadi lebih konkrit.

Ketua Forum Konservasi Gajah Indonesia Donny Gunaryadi, menyambut kajian mengenai koridor gajah di kawasan Padang Sugihan OKI. Hasil dari kajian ini, kata dia, dapat menjadi rujukan banyak pihak untuk mendapatkan cara praktik terbaik dalam menjaga eksosistem gajah.

Sekumpulan gajah Sumatera di kawasan Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

“Di tingkat tapak, gajah itu tidak mengenal batas konsesi dan lainnya. Jadi memang harus ditemukan cara terbaik agar gajah tetap bisa hidup di wilayah produksi, terutama di Padang Sugihan,” kata Donny.

Ketua Perkumpulan Jejaring Hutan dan Satwa (PJHS) Syamsuardi mengatakan perkumpulan ikut terlibat langsung dalam pengumpulan data dan pembuatan kajiannya. Bahkan juga ikut memberikan masukan kepada PT KEN dan sejumlah mitra pemasok dari PT OKI Pulp & Paper Mills yang memiliki wilayah produksi di Padang Sugihan.

Perusahaan diharapkan dapat menjaga pergerakan gajah tetap berlangsung secara alami di konsesi HTI akasia perusahaan. “Khususnya saat gajah melintas dari wilayah Utara menuju selatan begitu juga sebaliknya,” kata Syamsuardi.

Kegiatan pengumpulan informasi ini dilakukan melalui rapid survey dengan cara berjalan kaki dan menggunakan camera trap dan drone, 22-26 November 2021.

PJHS dalam menghasilkan kajian Studi Koridor Gajah di Jalan menuju Seaport Tanjung Tapa di Kabupaten Ogan Komering Ilir memantau pergerakan gajah dan menganalisis kesesuaian habitat di sana. Syamsuardi mengatakan kawasan konsesi HTI akasia ini merupakan kantong habitat penting untuk gajah di Sumatera Selatan yang perlu diselamatkan.

Diharapkan perusahaan membantu memulihkan koridor gajah melalui beberapa intervensi seperti pengayaan pakan, membuat jalur-jalur pergerakan gajah yang tidak ditanami akasia dan dibiarkan adanya tumbuhan alami. Kemudian, membuat menara pemantauan, pembuatan jembatan kanal/ gorong gorong yang didesain sedemikian rupa sehingga gajah nyaman saat melintas.

Selanjutnya, membuat ampang-ampang buka tutup sehingga dapat dilakukan pengaturan kendaraan yang akan melintas ketika jalur ini digunakan oleh gajah untuk menyeberang jalur. “Kami berharap pihak perusahan selalu komitmen untuk menjaga keberlangsungan hidup satwa liar khususnya gajah diareal konsesi,” ujarnya.

Tim Ahli PJHS, Wishnu Sukmatoro, menambahkan dalam kajian tersebut diindentifikasi terdapat 50-80 ekor gajah yang berada di Lansekap Sugihan tersebut yang terbagi dalam enam kelompok berdasarkan informasi bagi berbagai pihak terutama hasil observasi staff konsesi HTI.

Berdasarkan analisis densitas kernel (kepadatan populasi) dan maxent teridentifikasi konsentrasi pergerakan gajah berada di tanggul kanal konsesi HTI dan PT KEN. Lokasi-lokasi yang mengandung kepadatan gajah umumnya berupa tutupan lahan semak belukar, lahan terbuka yang ditumbuhi banyak rumput termasuk rumput teki dan rumput rawa dan badan air. Tutupan lahan lainnya adalah akasia muda, akasia tua dan pemukiman atau pabrik.

“Kontribusi terbesar yang mendukung aksesibilitas pergerakan gajah sumatera adalah jalan, baik jalan konsesi terutama tanggul-tanggul kanal yang difungsikan sebagai jalan setapak atau jalan kendaraan. Dengan persentase mencapai 62,4 persen,” kata dia.

Berdasarkan kajian tersebut, tim ahli mengelompokkan menjadi tiga koridor sehingga intervensi diharapkan dapat dilakukan di lokasi-lokasi tersebut.

Head of Landscape Conservation APP Sinar Mas, Jasmine N.P. Doloksaribu, berharap studi koridor gajah di jalan menuju seaport Tanjung Tapa dapat diselaraskan dengan kegiatan pembuatan koridor dan pembinaan ekosistem di kantong habitat gajah Sugihan – Simpang Heran oleh BKSDA Sumsel bersama stakeholders pada Oktober - November 2020. Kegiatan kolaboratif ini juga sesuai dengan Surat Edaran Dirjen KSDAE Tahun 2021 tentang arahan pelaksanaan kegiatan prioritas pengelolaan gajah sumatera, yang sejalan dengan Sustainable Roadmap Vision 2030 dan Kebijakan Forest Conservation Policy APP Sinar Mas.

APP Sinar Mas mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk berperan aktif menjadi bagian dari program human-elephant co-existence serta pengembangan inovasi teknik mitigasi konflik antara manusia dan gajah sumatera yang adaptif di luar kawasan konservasi.

“Ini khususnya dilakukan di areal pemasok kayu APP Sinar Mas, PT Kerawang Ekawana Nugraha (KEN) dan sekitar area PT. OKI Pulp & Paper Mills yang wilayahnya masuk ke dalam area jelajah koridor gajah sebagai bentuk corporate biodiversity responsibility,” tutur Jasmine.

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 30 Januari 2023

  • 29 Januari 2023

  • 28 Januari 2023

  • 27 Januari 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan