maaf email atau password anda salah


Mayapada Hospital

Kenali Kembali Kondisi Tubuh Paska Covid-19 Lewat Medical Check Up

Memantau kesehatan paska infeksi Covid-19 sangatlah di butuhkan, karena menurut penelitian, beberapa pasien tanpa gejala mengalami komplikasi setelahnya.

arsip tempo : 172109964840.

Ilustrasi medical check up. tempo : 172109964840.

Medical Check Up merupakan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Melalui pemeriksaan ini suatu penyakit atau gangguan kesehatan bisa dideteksi sejak dini. Juga bertujuan untuk merencanakan metode penanganan dan pengobatan yang tepat sebelum penyakit berkembang dan menjadi komplikasi.

Medical Check Up disarankan untuk dilakukan rutin setiap tahun, bahkan disarankan sejak berusia 20 tahun. Sementara, untuk pasien yang memiliki kondisi khusus, seperti sedang mengonsumsi obat, dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter.

Pandemi Covid-19 telah terjadi selama dua tahun ini. Masyarakat yang pernah terinfeksi Covid-19 mungkin tanpa disadari kondisi tubuhnya telah berubah. Namun, kesadaran masyarakat saat ini sangat rendah dan cenderung tidak sadar akan hal itu.

Tak sedikit masyarakat yang menganggap bahwa medical check up paska terinfeksi covid 19 hanya membuang uang dan waktu saja. Padahal hal ini sangat penting untuk mengenali tubuh kembali

Memantau kesehatan paska infeksi Covid-19 sangatlah di butuhkan, karena menurut penelitian, beberapa pasien tanpa gejala mengalami komplikasi setelahnya. Long Covid merupakan kondisi dimana seorang penyintas Covid-19 masih merasakan gejala penyakit tersebut dalam jangka waktu yang lama.

Beberapa gejala Long Covid yang umum dialami seperti kelelahan, sesak nafas, nyeri dada, “brain fog”, dan jantung terasa berdebar-debar, bisa menetap 4-5 minggu bahkan sampai beberapa bulan. “Long Covid juga rentan dialami kelompok pasien tertentu. Wanita dengan kelompok lanjut usia diatas 50 tahun serta orang-orang dengan indeks massa tubuh tinggi atau kegemukan memiliki risiko tinggi mengalami Long Covid," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Mayapada Hospital Jakarta Selatan & Ketua Tim Penyusun Konsensus Nasional Diagnosis dan Tatalaksana Long Covid PERPARI – PAPDI, dr. Eric Daniel Tenda, Sp.PD, FINASIM, DIC, Ph.D.

Karena itu, dia melanjutkan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis dan melakukan pemeriksaan lanjutan. "Terutama jika pasien memiliki faktor risiko seperti hipertensi, penyakit jantung, paru, atau gangguan darah," ujarnya.

Menurut penelitian, virus Covid-19 dapat menyebabkan kondisi inflamasi dan peradangan pada jantung yang dapat bermanifestasi menjadi myocarditis (radang otot jantung) ataupun pericarditis (radang pada selaput pembungkus otot jantung). “Seseorang dengan komorbid jantung berisiko lebih tinggi terkena komplikasi Covid-19 atau bahkan mengalami perburukan lebih cepat karena rusaknya endotelium (lapisan dalam pembuluh darah) hingga mengakibatkan serangan jantung akut," kata Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Mayapada Hospital Tangerang, dr. Herenda Medishita, Sp.JP, FIHA.

Namun, menurutnya, virus ini juga dapat menyebabkan komplikasi penurunan fungsi jantung dan gangguan pembekuan darah bahkan pada mereka yang tidak memiliki penyakit jantung. "Sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan setelah sembuh dari Covid-19," ujar Herenda.

Sejumlah riset membuktikan bahwa satu dari tiga penyintas covid-19 terdiagnosis gangguan saraf dalam kurun waktu 6 bulan. Kasus stroke, demensia, dan gangguan saraf lainnya jarang terjadi, tapi masih signifikan, terutama bagi mereka yang mengalami covid-19 parah.

Dokter Spesialis Saraf Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr. Agus Yudawijaya, Sp.S, MSi. Med, mengatakan, Brain Fog atau kabut otak adalah kondisi dimana seseorang merasa sulit untuk berkonsentrasi dan tidak bisa fokus ketika memikirkan suatu hal. Brain fog bisa menjadi salah satu manifestasi gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari setelah sembuh dari infeksi Covid-19. "Segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis agar keluhan dapat tertangani dengan baik," ujarnya.

Penurunan fungsi paru akibat infeksi Covid-19 merupakan hal yang sering terjadi dan dapat bertahan dalam waktu yang lama. Komplikasi lainnya seperti pneumonia yang dapat menyebabkan kematian.

Dokter Spesialis Paru Mayapada Hospital Surabaya, dr. Irmi Syafa’ah, Sp.P (K), menjelaskan, pemeriksaan radiologi seperti CT scan paru dapat dilakukan setelah sembuh dari Covid-19 untuk mengevaluasi kondisi paru-paru dan mendeteksi lebih dini untuk terjadinya komplikasi. "Pemeriksaan Low Dose CT Scan merupakan pemeriksaan CT scan dengan dosis radiasi lebih minimal dan non-invasif yang dapat memberikan gambaran 3D paru-paru dan lebih detail dibandingkan dengan rontgen thorax konvensional," kata dia.

Mayapada Hospital menyediakan layanan Medical Check Up dengan pemeriksaan komprehensif dan didukung dengan dokter multispesialisasi untuk mendeteksi gangguan kesehatan secara dini untuk mencegah timbulkan komplikasi penyakit. Selain itu, Mayapada Hospital memiliki layanan Post Covid Recovery & Rehabilitation Center yang ditujukan bagi penyintas Covid-19 yang masih mempunyai keluhan menetap setelah sembuh dari Covid-19, mulai dari pemeriksaan jantung, paru, saraf, ginjal dan organ lainnya.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 16 Juli 2024

  • 15 Juli 2024

  • 14 Juli 2024

  • 13 Juli 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan