maaf email atau password anda salah


Daftar Biaya Bea Cukai untuk Barang Impor dan Cara Menghitungnya

Daftar biaya bea cukai untuk barang impor mencakup PPN, PPh, BM, dan cukai. Menghitungnya melibatkan nilai pabean, tarif, dan jenis barang.

arsip tempo : 171933173281.

Petugas bea cukai melakukan pemeriksaan dan mencocokkan dokumen barang-barang dari dalam peti kemas yang baru masuk di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. TEMPO/Imam Sukamto. tempo : 171933173281.

SEBELUM memutuskan membeli barang dari luar negeri, penting untuk mengetahui biaya bea cukai atau tarif bea masuk dan cara menghitungnya. Pasalnya, beberapa jenis barang yang dikirim dari luar negeri akan dikenakan biaya bea cukai yang jumlahnya tidak sedikit. Karena itu, sebelum Anda mengimpor barang, pastikan untuk selalu cek biaya bea cukainya.

Banyak warga yang belum mengetahui batasan harga minimum barang impor luar negeri yang dikenakan pajak bea cukai. Selain itu, beberapa orang mungkin tidak memahami cara menghitung pajak bea cukai.

Dengan mengetahui biaya bea cukai Indonesia dan cara menghitungnya, Anda terhindar dari kebingungan dan memastikan ketersediaan dana yang memadai. Lebih jelasnya, berikut tarif bea masuk untuk barang impor dan cara menghitungnya.

Daftar Biaya Bea Cukai Barang Impor

Biaya pajak bea cukai barang impor diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 199/PMK.010/2019. Berdasarkan aturan tersebut, berikut rincian daftar biaya bea cukai barang impor:

  • Nilai impor kurang dari US$ 3 per kiriman bebas bea masuk, tapi tetap dipungut untuk pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11 persen.
  • Nilai impor barang kiriman lebih dari US$ 3 sampai US$ 1.500 per kiriman dikenakan bea masuk 7,5 persen dari nilai pabean (harga barang (FOB) + asuransi + ongkos kirim) dan PPN 11 persen.
  • Nilai impor lebih dari US$ 1.500 per kiriman dikenakan bea masuk, PPN, dan PDRI (pajak dalam rangka impor).

Sementara itu, pembebanan tarif bea masuk sebesar 7,5 persen dan PPN sebesar 11 persen tidak berlaku atas impor barang kiriman seperti buku, tas, koper, produk tekstil, garmen, alas kaki, dan sepatu. Sehingga barang-barang tersebut akan dikenakan tarif bea masuk dan pajak dalam rangka impor sesuai dengan tarif umum (MFN). Kebijakan ini dibuat untuk melindungi perdagangan/industri dalam negeri yang memproduksi barang sejenis/serupa.

Petugas bea cukai melakukan pemeriksaan dan mencocokkan dokumen barang-barang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. TEMPO/Imam Sukamto

Cara Menghitung Bea Cukai Barang Impor

Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Bea Cukai, berikut cara menghitung bea cukai barang impor berupa telepon seluler dengan harga US$ 1.000, ongkos kirim US$ 20, dan asuransi US$ 5. Perhitungannya mengikuti tarif barang kiriman dengan anggapan nilai kurs US$ 1 = Rp 14 ribu. Simulasi perhitungan bea masuk dan PDRI-nya sebagai berikut:

Nilai pabean   = (nilai barang + ongkos kirim + asuransi) x NDPBM (kurs)
                       = (US$ 1.000 + US$ 20 + US$ 5) x Rp 14.000
                       = Rp 14.350.000

Bea masuk     = 7,5 persen x nilai pabean
                       = 7,5 persen x Rp14.350.000
                       = Rp 1.076.250 = Rp 1.077.000 (pembulatan)

Nilai impor      = nilai pabean + bea masuk
                       = Rp 14.350.000 + Rp 1.077.000
                       = Rp 15.427.000

PPN               = 11 persen x nilai impor
                      = 11 persen x Rp15.427.000
                      = Rp 1.696.970 = Rp 1.697.000 (pembulatan)

Maka, total bea masuk dan PDRI yang harus dibayar oleh penerima barang adalah

Rp 1.077.000 + Rp 1.697.000 = Rp 2.774.000

RIZKI DEWI AYU

Konten Eksklusif Lainnya

  • 25 Juni 2024

  • 24 Juni 2024

  • 23 Juni 2024

  • 22 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan