Waspadai Penyakit Batu Ginjal

Tahir Uro-Nephrology Center Mayapada Hospital sediakan layanan terpadu untuk penyakit ginjal dan saluran kemih.#InfoTempo

Iklan

Selasa, 18 Juli 2023

Batu ginjal adalah endapan dari garam, mineral maupun zat sisa metabolisme tubuh lain yang terbentuk di dalam organ ginjal dengan tingkat kekerasan yang bervariasi. Biasanya batu terbentuk ketika urin menjadi pekat, sehingga mineral dan zat sisa metabolisme lain saling menempel dan akhirnya mengkristal. 

Batu ginjal merupakan penyakit yang cukup sering terjadi, dan dapat timbul di semua bagian saluran kemih, mulai dari ginjal sampai kandung kemih. Umumnya, batu ginjal tidak menimbulkan gejala kecuali jika batu bergerak di dalam ginjal atau bergeser masuk ke salah satu ureter, yakni saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih.

Ketika batu ginjal tersangkut di ureter, aliran urin akan tersumbat dan menyebabkan kontraksi pada ureter serta ginjal membengkak. Kondisi ini menyebabkan nyeri yang hilang timbul pada pinggang belakang, kadang menjalar ke perut bawah dan lipat paha. 

Keluhan lain yang sering timbul adalah nyeri atau rasa panas saat buang air kecil, perubahan warna urin, dan meningkatnya frekuensi buang air kecil. Pada saat buang air kecil, lokasi dan intensitas rasa nyeri yang dirasakan dapat berubah-ubah apabila batu bergeser di sepanjang saluran kemih.

Dokter Spesialis Urologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Firdianto, Sp.U mengatakan, terdapat beberapa faktor risiko terbentuknya batu ginjal dan ini dapat diketahui dari jenis batu yang ada di dalam ginjal. Menurutnya, harus diwaspadai jika merasakan intensitas nyeri yang sangat hebat disertai keluhan mual dan muntah atau demam, terdapat darah pada urin, serta sulit buang air kecil. 

"Apabila Anda merasakan gejala-gejala tersebut, segeralah konsultasi ke dokter untuk mendapat pertolongan medis," kata dia.

Untuk mengetahui jenis batu ginjal, dapat melakukan pemeriksaan melalui pemeriksaan darah, urin, pencitraan dengan USG, rontgen, atau CT-Scan, hingga dilakukan analisis batu ginjal yang keluar dari saluran kemih. Ada empat jenis batu ginjal. Pertama, Batu Kalsium.

Batu Kalsium merupakan jenis batu ginjal terbanyak terutama dalam bentuk kalsium oksalat. Oksalat itu sendiri merupakan zat yang dibuat di hati, atau diserap dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Faktor sisa makanan yang tak dibutuhkan tubuh, kelebihan vitamin D, dan beberapa gangguan metabolik dapat meningkatkan kadar kalsium di dalam urin.

Kedua, Batu Struvit. Batu Struvit merupakan batu yang terbentuk akibat adanya infeksi saluran kemih. Struvit merupakan mineral yang diproduksi oleh bakteri yang ada di saluran kemih. Jenis batu ginjal ini dapat tumbuh dengan cepat, sehingga menyumbat di ginjal, ureter, atau kandung kemih.

Ketiga, Batu Asam Urat. Batu Asam Urat terjadi pada orang yang memiliki kadar asam urat tinggi di dalam darah, kehilangan banyak cairan karena diare atau gangguan pada penyerapan cairan, diet tinggi protein, dan beberapa gangguan metabolik. Beberapa faktor genetik juga dapat meningkatkan risiko terjadinya batu asam urat.

Keempat, Batu Sistin. Batu sistin terjadi pada orang yang memiliki kelainan bawaan yang disebut sistinuria. Sistinuria adalah kondisi di mana ginjal membuang terlalu banyak asam amino sistein dalam tubuh dan menumpuk di urin.

Menurut Firdianto, pengobatan batu ginjal tergantung pada jenis dan ukuran batu. Pada batu ginjal yang kecil, dengan minum yang cukup dan mengkonsumsi obat untuk penahan nyeri dan relaksasi otot saluran kemih, dapat membantu batu ginjal keluar sendiri melewati saluran kemih. 

Sedangkan untuk batu ginjal yang cukup besar dan tidak bisa keluar dengan sendirinya, maka dibutuhkan terapi medis seperti ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy), Nefrolitotomi Perkutan, atau Ureteronoskopi Litotripsi untuk menghancurkan dan mengeluarkan batu ginjal.

ESWL merupakan terapi batu ginjal tanpa pembedahan menggunakan gelombang suara untuk menghancurkan batu menjadi serpihan kecil. Kemudian Nefrolitotomi Perkutan, merupakan pembedahan dengan sayatan kecil di pinggang, dan Ureterorenoskopi Litotripsi, yang merupakan tindakan mengeluarkan batu ginjal menggunakan endoskopi yang dimasukkan melalui saluran kemih.

Ketiga cara pengobatan tersebut dapat ditemui di Tahir Uro-Nephrology Center Mayapada Hospital. Tahir Uro-Nephrology Center menyediakan layanan terpadu dan komprehensif untuk setiap orang yang memiliki gangguan pada ginjal dan saluran kemih, mulai dari deteksi dini, diagnosis, pengobatan, dan terapi.

Berita Lainnya