maaf email atau password anda salah


10 Komoditas Ekspor Indonesia yang Jadi Produk Unggulan dan Penopang Devisa

Sepuluh komoditas ekspor unggulan Indonesia yang banyak mendatangkan devisa.

arsip tempo : 171923538471.

Pekerja memilah biji kopi di Pasar Santa, Jakarta, 4 November 2022. Tempo/Tony Hartawan. tempo : 171923538471.

INDONESIA memiliki sejumlah komoditas ekspor unggulan. Menurut data Kementerian Perdagangan, selama periode Januari-April 2023, produk bahan bakar mineral masih menjadi komoditas unggulan di sektor nonmigas. Bahan bakar mineral tercatat memiliki kinerja ekspor dengan nilai mencapai US$ 16,79 miliar.

Selain bahan bakar mineral, ada beberapa komoditas ekspor Indonesia yang saat ini menjadi penopang devisa. Karena itu, pemerintah aktif mendorong peningkatan ekspor berbagai produk tersebut ke luar negeri guna meningkatkan devisa negara.

Berdasarkan informasi dari situs web Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan, ada 10 komoditas ekspor Indonesia yang saat ini menjadi produk unggulan. Lebih jelasnya, simak informasi berikut ini.

Daftar 10 Komoditas Ekspor Indonesia

1. Udang

Udang adalah salah satu komoditas utama ekspor di Indonesia yang memberikan kontribusi penting terhadap penerimaan devisa. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, nilai ekspor udang pada periode Januari-April 2023 mencapai US$ 567 juta. Ekspor udang juga menyumbangkan sekitar 32,5 persen dari total ekspor produk perikanan Indonesia. Sejumlah negara, seperti Jepang, Hong Kong, Amerika Serikat, Cina, Korea Selatan, Inggris, Kanada, dan Belanda, menjadi pasar utama ekspor udang Indonesia.

2. Kopi

Kopi menjadi salah satu komoditas perkebunan yang sangat diminati di dunia. Indonesia merupakan produsen kopi dengan varietas robusta yang sangat populer. Pada 2022, nilai ekspor kopi Indonesia mencapai US$ 1,15 miliar. Selain itu, pada tahun yang sama, produksi kopi Indonesia mencapai 794,8 ribu ton. Negara-negara seperti Mesir, Spanyol, Brasil, Italia, Turki, dan Iran menjadi tujuan utama ekspor kopi Indonesia.

3. Minyak Sawit

Komoditas ekspor unggulan selanjutnya adalah minyak sawit. Seperti diketahui, Indonesia adalah produsen terbesar minyak sawit di dunia dengan menyumbangkan 59 persen dari total produksi global atau sekitar 45,5 juta ton per tahun. Pada 2022, Indonesia mengekspor sekitar 25,01 juta ton crude palm oil (CPO) dan produk turunannya. Uni Eropa, India, Pakistan, dan Afrika adalah negara-negara tujuan utama ekspor minyak sawit Indonesia.

Pekerja tengah mengisi  CPO (crude palm oil) ke dalam truk tangki di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 4 Agustus 2022. Tempo/Tony Hartawan

4. Kakao

Kakao dikenal sebagai tanaman penghasil bahan baku cokelat yang tumbuh di daerah tropis. Di Indonesia, kakao memiliki peran penting dalam ekonomi dan menjadi salah satu komoditas ekspor utama dari sektor perkebunan. Pada 2022, ekspor kakao Indonesia mencapai 385.981 ton dengan nilai sekitar Rp 19,8 triliun. Negara-negara tujuan ekspor kakao di antaranya Malaysia, Thailand, Taiwan, Jerman, Rusia, Belgia, dan Cina.

5. Karet dan Produk Karet

Karet juga merupakan komoditas ekspor utama Indonesia dari sektor perkebunan. Terlebih Indonesia merupakan produsen karet alam terbesar kedua di dunia dengan luas area perkebunan karet 3,6 juta hektare. Pada 2021, total produksi karet di Indonesia mencapai 3,03 juta ton. 

Sejumlah negara, seperti Jepang, Malaysia, Filipina, Australia, Thailand, Arab Saudi, dan Mesir menjadi tujuan utama ekspor karet serta produk karet Indonesia. Tak hanya itu, industri pengolahan karet, baik di sektor hulu maupun hilir, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap devisa Indonesia dengan nilai US$ 7,1 miliar atau setara dengan Rp 109 triliun pada 2021.

6. Tekstil dan Produk Tekstil

Indonesia dikenal sebagai produsen tekstil dan produk tekstil (TPT) dengan berbagai jenis produk, termasuk pakaian jadi, kain, benang, dan aksesori tekstil. Produk TPT Indonesia memiliki reputasi kualitas yang baik dan kompetitif di pasar internasional. Negara tujuan ekspor TPT adalah Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa, dan negara-negara di Asia Tenggara. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, volume ekspor tekstil Indonesia pada 2022 melemah. Selama periode Januari-September 2022, volume ekspor industri tekstil nasional hanya 1,19 juta ton. Kendati begitu, pemerintah terus berupaya mengantisipasi penurunan pesanan ekspor dan mendukung industri tekstil dalam menghadapi gangguan.

7. Alas Kaki

Alas kaki juga menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia. Produk alas kaki yang diekspor biasanya mencakup sepatu, sandal, sepatu olahraga, dan sepatu kulit. Berdasarkan publikasi di laman Kementerian Koordinator Perekonomian, Adidas Indonesia merupakan salah satu kontributor terbesar ekspor industri TPT dan alas kaki dengan ekspor senilai US$ 2,54 miliar pada 2022. Negara-negara tujuan ekspor alas kaki dari Indonesia ialah Amerika Serikat, Belgia, Inggris, Italia, Meksiko, dan Panama.

Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu di Tangerang Selatan, Banten, 13 September 2022. Tempo/Tony Hartawan

8. Elektronik

Kualitas yang kompetitif dan biaya produksi yang lebih rendah membuat produk elektronik Indonesia diminati berbagai negara. Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Uni Eropa, dan negara-negara Asia Tenggara menjadi tujuan utama ekspor elektronik Indonesia. Pada periode Januari-Juli 2022, nilai ekspor elektronik Indonesia mencapai US$ 9,43 miliar, meningkat 18,9 persen dibanding ekspor pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

9. Komponen Kendaraan Bermotor

Selain sektor perkebunan, kelautan, tekstil dan elektronik, ternyata sektor komponen kendaraan bermotor menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) juga menunjukkan pertumbuhan ekspor mobil dalam bentuk utuh (completely built-up/CBU) dari Indonesia. Total ekspor CBU mencapai 166.176 unit.

Ekspor komponen mobil juga meningkat signifikan pada awal 2023. Hingga April lalu, ekspor komponen mobil mencapai 55,57 juta buah. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Cina, dan Pakistan menjadi tujuan utama ekspor komponen otomotif dari Indonesia.

10. Furnitur

Industri furnitur merupakan salah satu sektor padat karya yang menjadi penopang kemajuan ekspor Indonesia. Data per Desember 2022 mencatat utilisasi industri furnitur berada di angka 74,16 persen. Sepanjang lima tahun terakhir, kinerja ekspor industri furnitur Indonesia terus meningkat. Pada 2022, nilai ekspor industri furnitur kayu dan rotan terpantau cukup stabil di angka US$ 2,9 miliar. Saat ini, negara tujuan ekspor furnitur Indonesia adalah Denmark, Kanada, Swedia, Australia, Afrika Selatan, dan Italia.

RIZKI DEWI A. 

Konten Eksklusif Lainnya

  • 24 Juni 2024

  • 23 Juni 2024

  • 22 Juni 2024

  • 21 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan