maaf email atau password anda salah


Dulu Diadu, Kini Dirindu

Memelihara cupang bukan hobi musiman yang naik-turun. Namun, pada masa pandemi, ketertarikan orang memelihara ikan berkarakter agresif ini meningkat. Berkat tren dan tingginya permintaan, para peternak cupang pun mendapat untung lumayan. Bahkan para penggiatnya kini ada yang beralih menjadi pebisnis cupang. Cupang akhirnya bukan sekadar ikan aduan, tapi beralih menjadi ikan hiasan yang diburu karena kecantikannya.

arsip tempo : 171611742640.

Budidaya ikan cupang di Desa Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah,1 Oktober 2020. ANTARA/Yusuf Nugroho. tempo : 171611742640.

Pada masa pandemi saat ini banyak orang menekuni berbagai tren dan hobi, seperti memasak, membuat roti, hingga merawat tanaman. Tapi, bagi Putri Ajeng, 32 tahun, tren yang memikat hatinya justru memelihara cupang. Ibu rumah tangga yang tinggal di Bogor itu mengaku ketertarikannya dimulai gara-gara banyak selebritas mengunggah foto-foto ikan cupang di akun media sosial mereka.

“Dulu aku tahunya cupang itu sekadar ikan aduan. Pas lihat banya

...

Berlangganan untuk lanjutkan membaca.
Kami mengemas berita, dengan cerita.

Manfaat berlangganan Tempo Digital? Lihat Disini

PILIHAN TERBAIK

Rp 54.945/Bulan

Aktif langsung 12 bulan, Rp 659.340

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Dijamin update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Rp 64.380/Bulan

Aktif setiap bulan, batalkan kapan saja

  • *GRATIS untuk bulan pertama jika menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 19 Mei 2024

  • 18 Mei 2024

  • 17 Mei 2024

  • 16 Mei 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan