maaf email atau password anda salah


Membaca Sastra, Menangkal Radikalisme

Psikolog mendapati karya sastra membuat pola pikir narapidana terorisme lebih terbuka. Bisa mendukung program deradikalisasi.

arsip tempo : 171919007725.

TAHANAN dan narapidana kasus terorisme Rumah Tahanan Salemba Cabang Markas Komando Brigade Mobil Kepolisian RI, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, mengamuk dan menyerang sipir polisi dan anggota Detasemen Khusus Antiteror pada Selasa pekan lalu. . tempo : 171919007725.

KIAN banyak program deradikalisasi yang diterapkan pemerintah terhadap para narapidana terorisme (napiter). Di antaranya mengundang ulama untuk memberikan pidato atau ceramah dan berdiskusi dengan napiter. Namun belum ada yang dapat dibilang efektif. Para napiter masih meyakini ideologi radikalisme mereka.

Kami dari Ikatan Psikologi Sosial (IPS) mencoba melakukan penelitian guna merumuskan langkah yang dapat menjadi alternatif program deradikali

...

Berlangganan untuk lanjutkan membaca.
Kami mengemas berita, dengan cerita.

Manfaat berlangganan Tempo Digital? Lihat Disini

PILIHAN TERBAIK

Rp 54.945/Bulan

Aktif langsung 12 bulan, Rp 659.340

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Dijamin update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Rp 64.380/Bulan

Aktif setiap bulan, batalkan kapan saja

  • *GRATIS untuk bulan pertama jika menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Artikel ini ditulis oleh Wawan Kurniawan, peneliti di Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia. Terbit pertama kali di The Conversation.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 24 Juni 2024

  • 23 Juni 2024

  • 22 Juni 2024

  • 21 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan