maaf email atau password anda salah


Baznas

Asa Kementerian dan Lembaga untuk Baznas

Baznas berperan besar membantu pemerintah mengatasi kemiskinan ekstrem dan stunting.#InfoTempo

arsip tempo : 171867081248.

Baznas berperan besar membantu pemerintah mengatasi kemiskinan ekstrem dan stunting.. tempo : 171867081248.

Dalam dua tahun terakhir, pemerintah berfokus pada empat prioritas masalah yang harus diatasi. Kemiskinan ekstrem, prevelansi stunting, inflasi, dan investasi. Semua itu untuk meletakkan pondasi yang kokoh demi visi mencapai Indonesia Emas 2045.

“Karena itu, APBN diprioritaskan pada empat hal tersebut,” ujar Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto pada Rapat Koordinasi Nasional Baznas di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 21 September 2023.

Pemerintah, Suminto melanjutkan, tidak mungkin sendirian menangani berbagai masalah tersebut. “APBN itu seperti kue yang harus dibagi-bagi,” katanya. Alhasil, peran lembaga filantropi seperti Baznas sangat besar untuk membantu pemerintah. “Terutama pada masalah kemiskinan ekstrem dan prevelansi stunting.”

Suminto memberi contoh bantuan lembaga seperti Baznas ketika pandemi Covid-19. Di masa tersebut, Kemenkeu berupaya keras menjalin sinergi antara sektor keuangan negara dengan sektor keuangan masyarakat sosial syariah. Dana masyarakat yang dihimpun lembaga seperti Baznas membantu meringankan beban pemerintah. 

Mengutip laporan Baznas pada 2021, berbagai bantuan yang diberikan antara lain bantuan paket penggali kubur, bantuan pemulasaraan jenazah untuk penyintas Covid-19, bantuan tabung oksigen untuk faskes di Jabodetabek, bantuan APD penggali kubur bantuan paket imun untuk nakes, serta bantuan tenda darurat untuk faskes se-Jabodetabek.

Sekretaris Utama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Taufik Hanafi menyoroti peran Baznas sangat besar untuk membantu visi Indonesia Emas 2045. Sebagai contoh, dalam RPJMN 2021-2024 kebutuhan pembangunan mencapai Rp 35.000 triliun. Dan dari pemerintah tidak sampai 10 persen, demikian pula dari BUMN hanya sekitar 8,8 persen. “Sisanya diharapkan dari masyarakat dan sektor swasta. Di sinilah pentingnya peran pengelolaan zakat, karena manfaatnya sangat luas,” ucap Taufik.

Menurut dia, potensi zakat dari Baznas dan LAZ per tahun sangat besar, dapat mencapai Rp 250 triliun. Terlebih, Taufik menyetujui pendapat Suminto bahwa dana dari APBN terbatas. Jadi, dana masyarakat yang dihimpun Baznas akan sangat membantu mensejahterakan masyarakat.

Taufik juga menyatakan peran Baznas sangat besar dalam membantu menghapus kemiskinan ekstrem. Sebab itulah Bappenas terus menjalin kerja sama dengan Baznas dalam berbagai program.

“Kami sudah banyak menandatangani MoU dengan Baznas. Hasilnya antara lain pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Mikro Hidro untuk daerah yang sudah puluhan tahun tidak terlistriki,” kata Taufik.

Mengingat besarnya peran Baznas, ia berharap agar publikasi kepada masyarakat digencarkan. “Sosialiasi tentang zakat harus terus menerus. Upaya Baznas membangun jiwa kewirausahaan harus diperkuat. Jejaring kolaborasi juga harus diperkuat. Demikian juga pada aspek transparansi,” tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Phil H Kamaruddin berharap Baznas menguatkan perannya dalam membantu sejumlah masalah di dalam keluarga. Salah satu yang menjadi sorotan yakni masih besarnya angka perceraian. “Angka cerai di Indonesia sekarang ini mencapai 516 ribu pasang. Ada kenaikan angka cerai sementara angka pernikahan semakin menurun,” kata Kamaruddin.

Masalah ini menjadi penting karena perpisahan keluarga memiliki dampak berganda. Mulai dari psikis hingga gangguan ekonomi. Anak-anak yang jadi korban perceraian mengalami banyak guncangan, termasuk terganggunya asupan gizi yang dapat mengancam target penurunan angka stunting.

“Pernikahan dini, stunting, KDRT, itu sangat berpotensi terjadi jika masyarakat tidak memiliki wawasan tentang membangun keluarga. Saya kira teman-teman di LAZ dan Baznas juga bisa mengambil porsi untuk memitigasi atau mengurangi masalah keluarga ini.”

Adapun, Direktur Deradikalisasi BNPT, Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid menambahkan bahwa pembinaan terhadap keluarga Indonesia, maupun masyarakat secara umum, patut menjadi perhatian Baznas agar memastikan bantuan yang diberikan bersifat inklusif. 

Kehadiran Baznas merupakan representasi dari semangat gotong-royong bangsa Indonesia. Maka saling menolong tidak boleh pandang bulu, bukan hanya kepada warga yang satu iman. “Baznas harus inklusif, mencerminkan rahmatan lil’alamin dan bukannya rahmatan lil’muslimin,” kata Ahmad Nurwakhid.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 18 Juni 2024

  • 16 Juni 2024

  • 15 Juni 2024

  • 14 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan