maaf email atau password anda salah


Syngenta Indonesia

Syngenta Latih 11.500 Petani Tingkatkan Produksi Tanaman Dan Digitalisasi Pertanian

Untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan petani dalam memenuhi kebutuhan pangan Indonesia.#InfoTempo

arsip tempo : 171907126026.

Untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan petani dalam memenuhi kebutuhan pangan Indonesia.. tempo : 171907126026.

Syngenta Indonesia melakukan rangkaian kegiatan Gebyar Kemerdekaan bersama sekitar 11.500 petani Indonesia dengan tujuan edukasi teknologi peningkatan produktivitas tanaman dan digitalisasi pertanian selama Agustus hingga awal September 2023. Kegiatan ini terdiri dari pelatihan penyemprotan yang baik dan benar, kegiatan olahraga bersama, pameran teknologi (expo), festival budaya, hingga perlombaan dalam rangka merayakan kemerdekaan. 

Kegiatan ini merupakan bentuk kreatif konsep mengedukasi petani mengenai budi daya pertanian dengan adopsi teknologi dan digitalisasi. Aktivitas pelatihan penyemprotan dilaksanakan pada 78 titik di 45 Kabupaten Kota, 8 Provinsi, yang melibatkan sekitar 7.800 petani padi. 

Aktivitas turnamen olahraga bola voli dan sepak bola bersama lebih dari 1.200 petani yang dilaksanakan di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Jawa Barat yang turut menghadirkan beberapa atlet professional seperti Adinda Indah (atlet voli), Maya Kurnia Indri (atlet voli), Atep dan Tantan (atlet sepak bola). Jalan sehat bersama 1.000 petani juga dilakukan di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Kalimatan Timur. 

Aktivitas pameran teknologi (expo) perlindungan tanaman untuk pengendalian serangan wereng cokelat pada tanaman padi dan bercak kering pada tanaman sayuran di Sumatra Selatan, Lampung, Sumatra Utara, dan Jawa Barat yang diikuti lebih dari 800 petani. Festival budaya berupa kegiatan mandurung (festival menangkap ikan) khas Tanah Karo, Sumatra Utara turut menyita kehadiran 200 petani serta berbagai lomba khas kemerdekaan seperti mengulek cabai, lomba kerupuk, dan lainnya yang diikuti hampir 500 petani. 

Kegiatan-kegiatan tersebut diisi dengan sesi edukasi yang dilakukan melalui demontrasi plot (demplot) tanaman dengan perlakuan agronomi dan perlindungan tanaman yang direkomendasikan Syngenta Indonesia dengan manfaat hasil yang lebih baik. Selain demplot, paparan materi melalui fokus diskusi terarah (brainstorming), pengenalan hama dan penyakit tanaman, serta cara pengendaliannya juga disampaikan kepada petani. 

Disamping itu, pengenalan teknologi-teknologi yang dapat mempertahankan potensi hasil tanaman maksimal dengan pengendalian hama dan penyakit, termasuk konsep memperbaiki kesehatan tanah dan mempertahankan kesehatan tanah.

Kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan petani dalam memenuhi kebutuhan pangan Indonesia dan mendukung Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045. Marketing Head Syngenta Indonesia, Suhendro, mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai komitmen untuk mendekatkan Syngenta dengan lebih banyak petani untuk dapat mendengar secara langsung permasalahan petani. "Sehigga memampukan kami memberikan solusi serta memperkenalkan teknologi yang tepat," ujarnya.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 22 Juni 2024

  • 21 Juni 2024

  • 20 Juni 2024

  • 19 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan