maaf email atau password anda salah


Kehamilan Sehat

Upaya Kehamilan Sehat Edukasi Penanganan Stunting

Dua narasumber dalam diskusi yang digelar Kehamilan Sehat membahas dampak stunting dan cara mengobatinya.#InfoTempo

arsip tempo : 171923570160.

Dua narasumber dalam diskusi yang digelar Kehamilan Sehat membahas dampak stunting dan cara mengobatinya.. tempo : 171923570160.

Marketing Manager Kehamilan Sehat, Mega Nurjayanti menuturkan bahwa Kehamilan Sehat rutin melakukan kegiatan edukasi melalui webinar dan konten untuk mencegah stunting. “Pencegahan stunting menjadi salah satu konsentrasi Kehamilan Sehat secara sosial,” ucapnya.

Salah satu diskusi yang digelar belum lama ini, melibatkan dua narasumber yakni Dokter Obgyn Kehamilan Sehat, Profesor Johanes C Mose dan dokter anak Kehamilan Sehat, dr Dini Safitri Zahara.

Prof Johanes menjelaskan kondisi Indonesia menurut laporan pada 2017 menjadi negara ketiga di Asia yang memiliki prevelansi stunting tertinggi, mencapai 36,4 persen. Indonesia menjadi salah satu penyumbang terbesar anak penderita stunting di negara berkembang. 

“Penyebab stunting yang paling banyak adalah karena kekurangan gizi. Maka dari itu, orang tua harus tahu bagaimana cara mengatasi susah makan pada anak yang terkadang menjadi masalah umum pada anak-anak khususnya balita,” ujarnya.

Stunting juga bisa terjadi karena kurangnya asupan gizi pada ibu selama hamil dan kurangnya asupan gizi anak sejak lahir sampai memasuki usia 2-5 tahun. Asupan yang dimaksud yakni ASI dan makanan pendamping ASI (MPASI).

Karena itu, orang tua harus memperhatikan berbagai jenis makanan yang harus dikonsumsi dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sementara itu, dr Dini menjelaskan sejumlah pengobatan yang dapat diberikan kepada bayi atau anak penderita stunting. Caranya yakni memperbaiki nutrisi, memberi suplemen berupa vitamin (zat besi, zinc, vitamin A, dan yodium), mengonsumsi makanan tambahan dengan gizi lengkap atau menerapkan gaya hidup sehat. 

Penanganan stunting sangat penting untuk menghindari efek berkepanjangan yang ditimbulkan. “Stunting bisa menghambat prestasi dan kualitas anak, angkatan kerja, pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan, dan juga akan memperlebar kesenjangan kelompok untuk orang kaya-miskin,” kata Prof Johanes.

Pada sisi kesehatan, penderita stunting juga rentan terserang berbagai penyakit di kemudian hari, seperti hipertensi yang disebabkan kurangnya sel ginjal, kelainan jantung, pankreas, hingga diabetes mellitus. Penderita stunting juga memiliki daya tangkap yang kurang, diperkirakan hanya 50 persen dari anak normal.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 24 Juni 2024

  • 23 Juni 2024

  • 22 Juni 2024

  • 21 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan