maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Kementerian Pertahanan

INOVASI PENGEMBANGAN ALUTSISTA CANGGIH UNTUK PERTAHANAN

Rabu, 10 Maret 2021

Pengembangan yang kami lakukan bagian dari triple helix yang terdiri dari pemerintah, akademisi dan industri pertahanan.

Kepala Balitbang Kementerian Pertahanan Marsekal Muda TNI Julexi Tambayong, saat pemaparan produk pengembangan Balitbang Kemhan di Gedung Balitbang Kemhan Jakarta, 1 Maret 2021.. tempo : 166995917146

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan terus mengembangkan inovasi untuk menghasilkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) canggih. Salah satunya adalah dengan menciptakan kemandirian industri pertahanan nasional.

Kepala Balitbang Kementerian Pertahanan Marsekal Muda TNI Julexi Tambayong, mengatakan Indonesia berpotensi memproduksi persenjataan secara mandiri. Hal itu dibuktikan dengan sejumlah temuan dan jalinan kerja sama penelitian yang dilakukan Balitbang dengan berbagai pihak untuk pengembangan persenjataan. “Ini merupakan langkah strategis bagi sistem pertahanan Indonesia, terlebih dalam hal kemandirian,” ujarnya, Senin, 1 Maret 2021.

Menurutnya, persenjataan yang diproduksi di dalam negeri dan digunakan satuan TNI akan menjadi kekuatan tersendiri dalam operasi militer. Tak hanya itu, penggunaan peralatan buatan dalam negeri menjadi kebanggaan anak bangsa. Dia menambahkan keberpihakan pemerintah sangat dibutuhkan dalam penelitian, pengembangan dan regulasi industri pertahanan.

Untuk mendukung kemandirian, kata beliau, Balitbang Kementerian Pertahanan berhasil menciptakan beragam alutsista canggih. Diantaranya adalah Kendaraan Peluncuran Roket R HAN 122 B, mobil pusat komando atau mobile command control vehicle (MCCV), dan prototipe radar pasif. Kabalitbang menambahkan, meski masih tahap prototipe, senjata yang dihasilkan Balitbang telah diuji dan berfungsi sesuai kemampuan.

 

Mobil pusat komando atau mobile command control vehicle (MCCV).

Menurutnya, keberpihakan kepada produksi anak bangsa maka akan memberikan dampak positif dalam persaingan internasional. “Pengembangan yang kami lakukan bagian dari triple helix yang terdiri dari pemerintah, akademisi dan industri pertahanan,” ujar mantan Atase Pertahanan RI di Singapura.

Kepala Pusat Penelitian Pengembangan Alat Peralatan Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rosidin, mengatakan pengembangan alutsista dalam negeri bukan tanpa tantangan. Dia mencontohkan tantangan dalam proses pembuatan R-HAN 122B adalah kesiapan industri pertahanan di dalam negeri.

 

Prototipe radar pasif.

Menurut Rosidin, 2021 menjadi momen bagi Balitbang Kementerian Pertahanan fokus membangun alutsista. Dengan momentum ini diharapkan mampu memproduksi senjata dengan kualitas setara dengan yang dihasilkan produsen luar negeri pada 2024.

 

Roket R HAN 122 B

Balitbang Kemhan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi Pertahanan (Puslitbang Iptekhan) juga tengah mengembangkan beberapa teknologi di bidang pertahanan. Kepala Puslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Marsekal Pertama (Marsma) TNI Oki Yanuar S.T mengatakan, hal ini dilakukan memaksimalkan kinerja TNI. Beberapa teknologi yang dikembangkan diantaranya adalah Combat Swimmer Vehicle (CSV) dan Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA). CSV atau kendaraan khusus penyelam berfungsi meningkatkan kemampuan penyelam pasukan katak TNI AL dalam melakukan infiltrasi dan pengawasan ke teritorial musuh. Baterai yang menjadi sumber penggerak ini mampu bertahan selama empat jam. Kendaraan ini memiliki kecepatan sampai lima knot saat dikendarai di permukaan laut dan tiga knot ketika melakukan penyelaman.

Kemhan juga sedang mengembangkan Pesawat Terbang tanpa Awak (PTTA) atau pesawat siluman jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE). Hal ini diharapkan dapat memperkuat sistem pertahanan NKRI. Pengembangan alutsista serta teknologi sistem pertahanan tersebut adalah langkah yang signifikan. Kita berharap hal ini dapat memberi kontribusi besar dalam bidang pertahanan RI.(*)

Inforial

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 2 Desember 2022

  • 1 Desember 2022

  • 30 November 2022

  • 29 November 2022


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan