maaf email atau password anda salah


Profil PT Freeport Indonesia yang Berpeluang Perpanjang Kontrak 20 Tahun

PT Freeport Indonesia adalah perusahaan pertambangan mineral yang berafiliasi dengan Freeport-McMoRan, perusahaan pertambangan dan eksplorasi asal Amerika Serikat, serta Mining Industry Indonesia (MIND ID). PT Freeport Indonesia beroperasi di Papua, Indonesia, dan merupakan salah satu produsen terkemuka di dunia untuk tembaga, emas, dan perak.

arsip tempo : 171921185818.

Truk pengangkut di tambang emas dan tembaga PT Freeport Indonesia, Papua. TEMPO/Rully Kesuma. tempo : 171921185818.

Presiden Joko Widodo alias Jokowi bertemu dengan Chairman Freeport McMoRan, Ricard Adkerson, di Hotel Waldorf Astoria, Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Senin, 13 November lalu, untuk membahas perpanjangan kontrak 20 tahun PT Freeport Indonesia. Saat ini pembahasan mengenai saham Freeport di Indonesia hingga perpanjangan izin tambang telah mencapai tahap akhir.

“Saya senang mendengar pembahasan penambahan 10 persen saham Freeport di Indonesia dan perpanjangan izin tambang selama 20 tahun telah mencapai tahap akhir,” kata Jokowi kepada Ricard Adkerson, dikutip dari keterangan tertulis Biro Pers dan Media Istana.

Diketahui, izin tambang Freeport di Indonesia berakhir pada 2041. Jika perpanjangan kontrak selama 20 tahun disetujui, izin tambang akan diperpanjang dan berlaku sampai 2061. Jokowi pun berharap hal tersebut dapat diselesaikan pada akhir November tahun ini. “Selesai pada akhir bulan ini,” katanya.

Lalu, seperti apa profil Freeport Indonesia yang kini meneken perpanjangan kontrak selama 20 tahun? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Truk pengangkut di tambang emas dan tembaga PT Freeport Indonesia, Papua. TEMPO/Rully Kesuma

Profil PT Freeport

Freeport Indonesia merupakan perusahaan tambang mineral afiliasi dari Freeport-McMoRan—sebuah perusahaan pertambangan dan eksplorasi asal Amerika Serikat—-dan Mining Industry Indonesia (MIND ID). PT Freeport Indonesia beroperasi di Papua dan menjadi salah satu produsen tembaga, emas, serta perak terbesar di dunia.

Freeport Indonesia mendistribusikan konsentrat ke berbagai belahan dunia, khususnya ke pabrik peleburan tembaga di dalam negeri, yaitu PT Smelting. Lokasi operasional PT Freeport Indonesia terletak di daerah dataran tinggi yang terpencil di Pegunungan Sudirman, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia.

Tambang yang berlokasi di wilayah mineral Grasberg, Papua, merupakan salah satu deposit tembaga dan emas terbesar di dunia. Saat ini Freeport sedang memasuki tahap akhir penambangan di tambang terbuka Grasberg.

Selain itu, Freeport sedang berfokus pada beberapa proyek di kawasan mineral Grasberg yang terkait dengan pengembangan tambang bawah tanah berkapasitas besar dan jangka panjang yang memiliki kadar tinggi. Keseluruhan tambang bawah tanah ini diharapkan akan menghasilkan jumlah besar tembaga dan emas seiring dengan peralihan dari tambang terbuka Grasberg.

Area tambang emas dan tembaga PT Freeport Indonesia di Papua. TEMPO/Bambang Harymurti

Sejarah Perusahaan Freeport

Sejarah berdirinya Freeport dimulai pada 1936 dengan adanya Ekspedisi Cartenz oleh A.H. Colijn, F.J. Wissel, dan geolog Jean-Jacques Dozy. Mereka adalah kelompok luar pertama yang mencapai gunung gletser Jayawijaya dan menemukan Ertsberg. Kemudian pada 1963 dilakukan Ekspedisi Freeport oleh Forbes Wilson & Del Flint untuk menemukan kembali Ertsberg.

PT Freeport Indonesia kemudian didirikan pada 1967 sebagai anak perusahaan Freeport-McMoRan Inc, sebuah perusahaan pertambangan dan eksplorasi asal Amerika Serikat. Pada saat itu, pemerintah Indonesia dan Freeport-McMoRan menandatangani perjanjian kontrak karya untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi tambang tembaga dan emas di wilayah Pegunungan Grasberg. Penandatanganan tersebut merupakan salah satu pionir PMA pertama untuk jangka waktu 30 tahun setelah beroperasi.

Pada 1972, Freeport mulai memproduksi penambangan dan pengolahan bijih. Operasi pertambangan di Pegunungan Grasberg dimulai secara resmi pada 1973 setelah sejumlah proyek eksplorasi yang sukses. PT Freeport Indonesia menjadi produsen tembaga dan emas terkemuka di dunia melalui tambang terbuka Grasberg.

Sekitar 1988, PT Freeport Indonesia kembali menemukan cadangan emas Grasberg. Pada 1991, Freeport Indonesia memperbarui kontrak karya (KK) II dengan pemerintah Indonesia. Perjanjian ini mengatur ulang aspek-aspek tertentu perihal eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam di wilayah tersebut. Salah satunya soal perpanjangan jangka waktu 30 tahun dengan hak perpanjangan hingga 2 x 10 tahun.

Setelah memperpanjang kontrak karya, pada 1995 perusahaan tambang ini menyelesaikan pembangunan Kota Kuala Kencana di dataran rendah, sebuah fasilitas dan sarana-prasarana pendukung operasi produksi penambangan.

Kemudian, pada 1996, Freeport memulai dana kemitraan 1 persen dari penjualan perusahaan bagi pengembangan masyarakat lokal yang dikelola institusi masyarakat, tambahan dari program CSR yang dilakukan langsung oleh perusahaan.

Pada 1997, Freeport Indonesia menyelesaikan dan mulai mengoperasikan PT Smelting di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas pemurnian ini merupakan tempat katoda tembaga pertama kali diproduksi di Indonesia. Sebanyak 40 persen dari produksi konsentrat perusahaan diolah menjadi katoda tembaga melalui smelter ini.

Sekitar 2004, Freeport memulai investasi dalam proyek pengembangan bawah tanah sebagai kelanjutan dari operasi tambang terbuka Grasberg, yang berakhir pada 2018. Sekitar US$ 9 miliar telah diinvestasikan hingga saat ini dan tambahan investasi sebesar US$ 20 miliar direncanakan hingga 2041.

Pada 2018, terjadi penandatanganan izin usaha pertambangan khusus yang mencakup perubahan bentuk dan perpanjangan operasi pertambangan hingga 2041. Saat itu terjadi peralihan saham sehingga 51,24 persen saham perusahaan menjadi kepemilikan pihak nasional Indonesia. Freeport juga memulai pembangunan tambahan fasilitas pemurnian tembaga dan fasilitas pemurnian logam berharga.

RIZKI DEWI AYU | DANIEL A. FAJRI

Konten Eksklusif Lainnya

  • 24 Juni 2024

  • 23 Juni 2024

  • 22 Juni 2024

  • 21 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan