maaf email atau password anda salah


Apa Itu Reksa Dana? Berikut Pengertian, Jenis, dan Untung-Ruginya

Reksa dana adalah instrumen investasi kolektif yang memungkinkan investor mengalokasikan dana ke berbagai aset, dan dikelola oleh profesional.

arsip tempo : 171870329119.

Informasi reksa dana dari perusahaan sekuritas dalam Capital Market Summit & Expo (CMSE) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 26 Oktober 2023. TEMPO/Tony Hartawan. tempo : 171870329119.

Banyak orang memilih investasi sebagai pilihan yang menjanjikan untuk meningkatkan situasi finansial. Salah satu jenis investasi yang sering direkomendasikan adalah reksa dana. Di beberapa platform penyedia reksa dana, Anda bahkan dapat mulai berinvestasi dengan modal Rp 10 ribu.

Meskipun reksa dana termasuk dalam jenis investasi yang relatif aman, tetap ada risiko yang membayangi instrumen ini. Untuk memahami lebih detail apa itu reksa dana, berikut adalah penjelasan tentang pengertian, jenis, dan untung-ruginya.

Pengertian Reksa Dana

Menurut Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995, Pasal 1 ayat (27), reksa dana adalah suatu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang dikelola oleh badan hukum yang disebut manajer investasi. Dana yang berhasil terkumpul kemudian akan dialokasikan ke berbagai jenis portofolio efek, seperti surat berharga, obligasi, dan saham, melalui pembelian unit penyertaan reksa dana.

Peran seorang manajer investasi adalah mengelola dana yang telah dikumpulkan dari para investor dan mengalokasikannya ke berbagai jenis portofolio efek, termasuk surat utang (obligasi), serta instrumen keuangan lainnya. 

Reksa dana saat ini menjadi jenis investasi yang cukup populer di kalangan pemula karena dianggap cukup mudah. Pasalnya, Anda tidak harus membayar reksa dana setiap bulan. Reksa dana adalah instrumen investasi yang memungkinkan Anda berinvestasi sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Anda dapat memilih berinvestasi sekali saja atau secara berkala, sesuai dengan preferensi.

Salah satu perusahaan portal jual beli reksadana, Bibit, dalam Capital Market Summit & Expo (CMSE) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 26 Oktober 2023. TEMPO/Tony Hartawan

Jenis Reksa Dana

Dari perspektif portofolio investasinya, reksa dana dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis.

1. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Funds)

Reksa dana jenis ini hanya melakukan investasi pada efek bersifat utang yang jatuh tempo kurang dari satu tahun. Reksa dana pasar uang juga menjadi pilihan instrumen dana darurat karena tingkat risiko yang rendah, dan proses pencairannya yang relatif cepat, satu hari bahkan beberapa jam saja.

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds)

Reksa dana jenis ini mengalokasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari asetnya dalam bentuk efek bersifat utang. Reksa dana ini memiliki risiko yang relatif lebih besar daripada reksa dana pasar uang, dengan tujuan menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil.

3. Reksa Dana Saham (Equity Funds)

Reksa dana ini menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari asetnya dalam bentuk efek bersifat ekuitas. Karena fokus investasinya pada saham, risikonya lebih tinggi dibanding dua jenis reksa dana sebelumnya, tapi memiliki potensi tingkat pengembalian yang lebih tinggi.

4. Reksa Dana Campuran (Discretionary Funds)

Reksa dana jenis ini melakukan investasi dalam efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang, menciptakan kombinasi portofolio yang seimbang antara saham serta obligasi.

Untung-Rugi Reksa Dana

Investasi dalam reksa dana memberikan sejumlah manfaat, tapi juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. Berikut adalah penjelasan mengenai untung-rugi investasi reksa dana.

Keuntungan Reksa Dana

1. Dikelola oleh Ahli

Reksa dana dikelola oleh manajer investasi yang memiliki pengalaman di pasar modal. Mereka memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan hasil investasi melalui analisis mendalam terhadap kondisi ekonomi dan pasar, pemilihan strategi investasi, serta alokasi aset yang tepat.

2. Investasi Terjangkau

Investasi reksa dana bersifat kolektif sehingga memungkinkan investor untuk memulainya dengan modal yang terjangkau. Bahkan, beberapa penyedia layanan investasi menawarkan produk reksa dana dengan investasi awal Rp 10 ribu. Dengan demikian, Anda tidak perlu menunggu bertahun-tahun atau memiliki penghasilan besar untuk memulai investasi.

3. Fleksibilitas

Reksa dana memberikan fleksibilitas signifikan. Anda dapat membeli produk ini sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan Anda. Jika Anda ingin menyiapkan dana darurat, menabung untuk pernikahan, atau mempersiapkan biaya pendidikan anak, Anda dapat mulai mengalokasikan sebagian dari penghasilan ke reksa dana.

4. Efisiensi Waktu

Dengan berinvestasi reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi profesional, Anda tidak perlu memantau kinerja investasi secara aktif. Manajer investasi yang kompeten akan mengelola investasi Anda sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga Anda.

5. Terjaganya Likuiditas

Investor dapat mencairkan kembali investasinya setiap hari bursa, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh bursa saham. Hal ini memberikan kebebasan kepada investor untuk mengatur investasinya sesuai dengan kebutuhan dan situasi keuangan mereka.

Pengguna membuka program reksa dana daring melalui aplikasi Tokopedia di Jakarta, 5 Februari 2022. TEMPO/Nita Dian

Kekurangan Reksa Dana

Meskipun investasi dalam reksa dana memiliki sejumlah kelebihan, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa kekurangan investasi reksa dana.

1. Keterbatasan Likuiditas

Salah satu kelemahan utama investasi dalam reksa dana adalah keterbatasan likuiditas. Hal ini terkait dengan potensi kesulitan yang mungkin dihadapi oleh perusahaan manajer investasi ketika sejumlah besar pemegang unit reksa dana ingin menjual kembali unit-unit mereka. Manajer investasi mungkin kesulitan menyediakan uang tunai untuk memenuhi permintaan penjualan kembali ini.

2. Penurunan Nilai Unit Penyertaan

Kekurangan lain yang perlu diperhatikan adalah penurunan nilai unit penyertaan. Hal ini bisa terjadi jika harga efek dalam portofolio reksa dana, seperti saham, obligasi, dan surat berharga, mengalami penurunan. Dalam situasi seperti ini, nilai investasi Anda juga akan turun.

3. Risiko Wanprestasi

Risiko wanprestasi dapat muncul jika perusahaan reksa dana tidak mampu memenuhi kewajibannya. Salah satunya adalah membayar klaim atau membayar lebih sedikit dari nilai pertanggungan ketika terjadi situasi yang tidak diinginkan. Wanprestasi dapat mempengaruhi hasil investasi Anda.

RIZKI DEWI A.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 18 Juni 2024

  • 16 Juni 2024

  • 15 Juni 2024

  • 14 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan