Puisi Andi Wirambara dan Khanafi

Andi Wirambara dan Khanafi

Tempo

Minggu, 7 Januari 2024

Andi Wirambara

Vereveniampetere : Telaga

 

usai turun dari gondola, kau mengajakku

menaiki perahu di muka telaga

 

aku tak mungkin menolak permintaanmu, sebab aku

telah benar-benar selemah-lemahnya pinggiran roti 

dalam gigitan, yang pada titik heningnya

hanya akan menjadi potongan cuil dan cuih

yang kau tebar pun lemparkan 

setiap berpapasan dengan angsa-angsa

pada jengkal-jengkal dayungan perahuku

hingga perlahan rindu menghilang di balik jembatan

 

di perahu kita, seekor kucing tidur melingkar di ujungnya

berwarna putih, merasa dirinya adalah angsa-angsa

yang sejak tadi kau sapa, sembari ia mengeong malas

menyaksikan ikan-ikan dan kepedihan meriak ke permukaan

 

di tengah telaga, kuhentikan perahu kita

memandangi bebatuan dan baris-baris pohon di tepian

hingga menyadari bahwa kau tidak benar-benar di perahu

benar-benar tidak mengarungi telaga bersamaku

sebab bayangmu kian melamur

dan aku hanya mampu melamun

mengartikan sayup-sayup suaramu yang terbawa

angin dari pinus-pinus yang ranggas

 

mengartikan kata demi kata darimu

yang kian lirih oleh dengkur kucing

 

(2023)

Khanafi

Hening

: Cage

 

seberapa panjang

diam itu berjaga

berbicara detak jantung

seperti kota

 

pengungsi tiba

& kau dengar 

detik jatuh di kejauhan

bersama tangis bayi

 

seperti benda

atau langit itu

pekat & biru

bersuara pada jendela

 

kau dengar

dirimu bergetar

pulang dari perang

ada pertanyaan yang 

 

tak sempat kau jawab

mungkin itu soal cinta

atau kematian 

atau mungkin … 

 

Andi Wirambara, lahir di Ambon pada 24 September dan berdomisili di Malang. Aktif menulis puisi, cerpen, dan tulisan lainnya. Ia telah melahirkan empat buku kumpulan puisi dan kumpulan cerpen. Berkecimpung dalam dunia praktisi hukum. 

Khanafi, lahir di Banyumas, Jawa Tengah. Menulis puisi, cerpen, dan esai, serta sesekali melukis. Buku puisinya berjudul Akar Hening di Kota Kering (2021) dan Bunga Bengkok di Dadamu (2023). Tinggal di Yogyakarta dan bekerja sebagai editor lepas, penerjemah bebas, dan penjual buku-buku lawas.   

Berita Lainnya