Berita Utama

Jalur Pejabat Promosi Ivermectin

Edisi, 29 Juni 2021

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko hingga staf khusus Prabowo Subianto didekati pihak PT Harsen.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 17 Februari 2020. TEMPO/Subekti

JAKARTA – Sebelum menjadi perbincangan publik, Wakil Presiden PT Harsen Laboratories—perusahaan farmasi swasta— Sofia Koswara, mengklaim lebih dulu membagi-bagikan Ivermectin kepada sejumlah pasien Covid-19. Ia membagikannya karena obat cacing itu dianggap ampuh mengobati pasien yang terjangkit virus corona. Hasilnya diklaim terbukti membuat pasien tersebut terbebas dari virus itu. 

Sofia mengaku mendapat informasi ihwal khasiat Ivermectin dari koleganya di PT Harsen pada September 2020. Ia tak langsung percaya. Ia mulai giat mempromosikan Ivermectin ke sejumlah pejabat pemerintahan setelah mendapat kabar bahwa banyak pasien yang sembuh dengan menenggak Ivermectin. 

“Banyak sekali kisah kesembuhan seperti ini yang saya alami dari membagikan Ivermectin dan mengamati hasilnya,” kata Sofia, kemarin. 

Ivermectin merupakan obat cacing yang diproduksi PT Indofarma Tbk, perusahaan farmasi milik pemerintah. PT Harsen juga memproduksi obat sejenis dengan nama Ivermax. Sejak Desember 2020, kedua perusahaan ini terikat perjanjian kerja sama. Sesuai dengan situs web PT Harsen, disebutkan bahwa kerja sama itu berisi pemasaran produk-produk milik PT Harsen. 

Ide penggunaan Ivermectin sebagai terapi pengobatan Covid-19 pertama kali diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Senin pekan lalu. Erick mengatakan Ivermectin telah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lalu, PT Indofarma siap memproduksi Ivermectin sekitar 4,5 juta tablet ukuran 12 miligram per bulan.

Obat Ivermectine buatan Biogaran di apotek di Paris, Prancis, 28 April 2020. REUTERS/Benoit Tessier

Jauh sebelum Erick mengungkapkan keampuhan obat cacing ini, Sofia Koswara mengaku dirinya sudah menginformasikan lebih dulu manfaat Ivermectin itu kepada sejumlah pejabat negara, di antaranya Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko.  

Mantan Panglima TNI itu membenarkan ihwal adanya informasi tersebut. Moeldoko lantas memverifikasi temuan-temuan seputar Ivermectin itu dengan membaca penelitian dan rekomendasi luar negeri.  

Setelah memastikan keamanannya, Moeldoko lantas membagikan obat ini ke anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia—organisasi yang dipimpinnya—di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Semarang, Sragen, dan Kudus, Jawa Tengah. Moeldoko mengklaim khasiat obat tersebut cukup baik bagi penderita Covid-19. 

“Di Kota Tangerang, Jakarta Timur, Depok, dan Bekasi menghasilkan tingkat kemanjuran yang hampir di seluruh daerah mendekati 100 persen,” kata Moeldoko. 

Ia pun mengaku sudah berkali-kali menenggak Ivermectin. Sejauh ini, Moeldoko merasa badannya masih sehat dan terhindar dari Covid-19.  

Selain menginformasikannya kepada Moeldoko, Sofia menemui dokter yang juga staf khusus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sofia mempromosikan Ivermectin kepada dokter itu, lalu membagikan sampel obat yang dikemas dalam sepuluh tabung plastik. 

Setelah menerima obat, dokter tersebut mencoba menawarkan Ivermectin ke pasiennya. Kepada Sofia, sang dokter menyampaikan hasilnya bahwa obat itu manjur mengobati pasien Covid-19.  

Menurut Sofia, berbekal pengalaman dokter tadi, Prabowo juga memakai Ivermectin selama empat bulan terakhir. Obat itu digunakan untuk pencegahan infeksi Covid-19. Soal penuturan Sofia ini, staf khusus Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, belum merespons permintaan konfirmasi Tempo.

Laboratorium pabrik obat PT Indofarma di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi

Berbagai relasi yang dibangun Sofia tersebut membuat Universitas Pertahanan kepincut bekerja sama dengan PT Harsen. Sofia mengatakan perusahaannya diminta oleh Universitas Pertahanan untuk menjadi sponsor uji klinis Ivermectin sebagai terapi pengobatan Covid-19. PT Harsen juga akan membiayai proses pengujian ini. Kerja sama antara Universitas Pertahanan dan PT Harsen ini akan disepakati pada pekan depan. 

“Unhan meminta kesediaan PT Harsen menjadi sponsor dan membiayai uji klinis profilaksis ini,” kata Sofia. 

Tempo mencoba menghubungi Wakil Rektor Universitas Pertahanan, Mayor Jenderal Jonny Mahroza, tapi ia tidak mengangkat telepon. Pesan WhatsApp yang dikirim juga belum dijawab. 

Uji klinis Ivermectin ini dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan. Lembaga ini sudah mendapat persetujuan uji klinis dari BPOM, kemarin. Badan Penelitian menggandeng enam rumah sakit di Jakarta untuk melakukan uji klinis tersebut. 

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Agus Dwi Susanto, mengatakan Ivermectin belum masuk dalam pedoman tata laksana Covid-19 dari lima organisasi profesi kesehatan di Indonesia. Kelima organisasi profesi tersebut adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI), Majelis Kolegium Kedokteran Gigi Indonesia (MKKGI), serta Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI). 

“Masih belum ada dalam pedoman tata laksana Covid-19,” kata Agus. 

Agus mengatakan penggunaan Ivermectin sebagai terapi pengobatan Covid-19 semestinya menunggu persetujuan penggunaan darurat dari BPOM. Lalu pemakaian obat juga harus atas resep dan pengawasan dokter. 

Ahli patologi klinik dari Universitas Sebelas Maret, Tonang Dwi Ardyanto, menjelaskan bahwa aspek keamanan dan efikasi Ivermectin untuk pengobatan Covid-19 masih harus diuji. Sebab, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru mengizinkan penggunaan Ivermectin dalam koridor uji klinis, bukan sebagai terapi definitif. “Artinya, sisi keamanan dan efikasi masih dalam uji klinis,” kata Tonang. 

KHORY | ROBBY IRFANY

JAKARTA – Sebelum menjadi perbincangan publik, Wakil Presiden PT Harsen Laboratories—perusahaan farmasi swasta— Sofia Koswara, mengklaim lebih dulu membagi-bagikan Ivermectin kepada sejumlah pasien Covid-19. Ia membagikannya karena obat cacing itu dianggap ampuh mengobati pasien yang terjangkit virus corona. Hasilnya diklaim terbukti membuat pasien tersebut terbebas dari virus itu. 

Sofia mengaku mendapat informasi

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB