maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Cuti Melahirkan di Sejumlah Negara

Minggu, 26 Juni 2022

Sejumlah negara memberikan cuti hamil dan melahirkan bagi perempuan pekerja hingga lebih dari satu tahun. Ada pula yang membayar penuh pekerjanya selama cuti itu.

Cuti Melahirkan di Sejumlah Negara. tempo : 167532315568

Cuti melahirkan belakangan ramai dibahas di jagat maya setelah Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) dibahas lebih lanjut menjadi undang-undang. Salah satu poin penting yang menjadi sorotan dalam RUU itu adalah penetapan masa cuti melahirkan dari 3 bulan menjadi 6 bulan, ditambah 1,5 bulan masa istirahat.

Setiap negara punya ketentuan cuti hamil dan melahirkan masing-masing. Bulgaria, misalnya, memberikan cuti hamil serta melahirkan selama 58,6 pekan atau lebih dari satu tahun, dan selama 13 minggu di antaranya pekerja tetap menerima gaji. Namun ada pula negara yang memberlakukan kebijakan cuti hamil dan melahirkan bagi perempuan pekerja dengan tetap membayar penuh gaji mereka. 

Seperti Indonesia, pedoman cuti hamil dan melahirkan di negara-negara di dunia juga diatur undang-undang. Berikut daftar 10 negara dengan periode cuti hamil minimum terpanjang per 2022.

Bulgaria

Negara ini memberikan cuti maternitas berbayar selama 58,6 pekan atau lebih dari setahun. Gaji yang diperoleh ibu pekerja ketika mengambil cuti ini sebesar 90 persen dari pendapatannya.

Yunani

Yunani memberikan cuti melahirkan sebanyak 43 minggu atau hampir 11 bulan. Ibu pekerja juga mendapatkan gaji selama cuti maternitas sebesar 61,8 persen dari pendapatan.

Inggris

Inggris memberikan hak cuti maternitas selama 39 pekan kepada ibu pekerjanya. Gaji yang diperoleh selama cuti ini sebesar 29,8 persen dari pendapatan sang pekerja.

Slovakia

Negara ini memberikan cuti melahirkan berbayar selama 34 pekan, dengan besaran gaji 75 persen dari pendapatan ibu pekerja.

Kroasia

Kroasia memberikan cuti melahirkan berbayar selama 30 pekan, dengan besaran gaji 100 persen dari pendapatan.

Chile

Negara ini memberikan cuti melahirkan selama 18 pekan dan bisa diperpanjang hingga 12 pekan. Besaran gaji yang diperoleh ibu pekerja juga 100 persen dari pendapatannya.

Republik Ceko

Negara ini memberikan cuti maternitas selama 28 pekan, dengan pembayaran gaji sebesar 59,4 persen dari pendapatan.

Irlandia

Irlandia memberikan cuti melahirkan berbayar selama 26 pekan, dengan besaran gaji 27,3 persen dari pendapatan.

Hungaria

Negara ini memberikan cuti melahirkan berbayar selama 24 pekan, dengan besaran gaji 70 persen dari pendapatan.

Selandia Baru

Selandia Baru memberlakukan cuti melahirkan berbayar selama 22 pekan, dengan besaran 47,5 persen dari pendapatan.

FRISKI RIANA | WORLDPOPULATIONREVIEW.COM

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 2 Februari 2023

  • 1 Februari 2023

  • 31 Januari 2023

  • 30 Januari 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan