Homepage
  • login/register
  • Home
  • Berita Utama
  • Editorial
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Metro
  • Internasional
  • Olahraga
  • Sains
  • Seni
  • Gaya Hidup
  • Info Tempo

koran tempo

2
November
2019
Dukung Independensi Tempo
  • Home
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Metro
  • Sains
  • Editorial
  • Opini
  • Info Tempo
  • Cari Angin
SebelumnyaMetro 1/1 Selanjutnya
Metro

Dua Pejabat DKI Mundur di Tengah Polemik Anggaran Daerah

Pejabat sementara dikhawatirkan tidak menguasai perencanaan penganggaran daerah.

Edisi, 2 November 2019
Profile
Tempo
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Sri Mahendra (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

JAKARTA - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Edy Junaedi, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Sri Mahendra, mengundurkan diri dari jabatannya. Kedua pejabat ini mundur di tengah masa pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima keputusan pengunduran diri Mahendra. "Ini adalah sikap yang perlu dihormati ketika memilih untuk memberikan kesempatan kepada yang lain," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, kemarin.

Rancangan KUA-PPAS 2020 yang tengah dibahas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah mendapat sorotan dari pelbagai kalangan. Sebab, rancangan anggaran itu mengandung pelbagai usulan program dengan anggaran yang tidak wajar.

Partai Solidaritas Indonesia, misalnya, menemukan usul pembelian lem merek tertentu dengan anggaran Rp 82,8 miliar. Usul itu datang dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Selain itu, PSI menemukan usul anggaran Rp 5 miliar untuk menyewa influencer media sosial asal luar negeri untuk mempromosikan pariwisata Jakarta.

W251bGwsIjIwMjEtMDQtMTcgMDY6MTY6NDUiXQ

Anies menerangkan bahwa Mahendra bakal menjadi widyaiswara setelah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Bappeda. Widyaiswara adalah pegawai negeri yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas mendidik, mengajar, dan melatih pegawai negeri pada lembaga pendidikan dan pelatihan pemerintah.

Selanjutnya, posisi Mahendra bakal digantikan sementara oleh Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman DKI Jakarta, Suharti, hingga pejabat baru terpilih melalui lelang terbuka. "Posisi kepala Bappeda akan diumumkan segera, setelah ada seleksi terbuka," kata Anies.

Sri Mahendra baru menduduki jabatan Kepala Bappeda DKI Jakarta sejak 10 bulan lalu.

Mahendra mengatakan dia mundur karena pemerintah DKI membutuhkan perbaikan kinerja. "Seperti diketahui situasi kondisi saat ini yang tentunya membutuhkan kinerja pemerintah yang lebih baik, saya mengajukan pengunduran diri supaya akselerasi Bappeda akan lebih ditingkatkan," katanya.

Sebelumnya, Mahendra menjelaskan, saat menyusun rancangan anggaran daerah, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) harus mengisi komponen anggaran agar pagu anggaran keluar. Namun, ada beberapa pegawai SKPD yang mengisi komponen anggaran itu dengan cara yang tidak sesuai dengan ketentuan. Akibatnya, ditemukanlah sejumlah anggaran yang janggal.

Menurut Mahendra, SKPD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah menyisir kegiatan yang pengusulan anggarannya bermasalah. "Termasuk komponen-komponen (anggaran) yang tidak baik," ujar dia, Rabu lalu.

Adapun Edy belum memberikan pernyataan atas pengunduran dirinya. Pertanyaan Tempo melalui pesan elektronik tak kunjung dibalasnya hingga tenggat tulisan usai.

Gubernur Anies pun mengaku belum mengetahui alasan pengunduran Edy. "Beliau (Edy) hanya menyerahkan surat pengunduran diri dan belum ada informasi lebih jauh," ujar dia.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI, Chaidir, menyanggah jika pengunduran diri Edy dianggap berkaitan dengan polemik usulan anggaran untuk influencer luar negeri senilai Rp 5 miliar. "Tidaklah, tidak ada kaitan ke situ," ujar dia.

Menurut Chaidir, Edy mengundurkan diri atas permintaannya sendiri. Edy meminta agar ditempatkan sebagai staf di salah satu anjungan di Taman Mini Indonesia Indah.

Edy Junaedi dilantik menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta pada 25 Februari 2019. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sejak 3 Juli 2015.

Anies mengklaim pembahasan anggaran daerah bersama DPRD tidak akan terpengaruh, meski dua pejabatnya mengundurkan diri. "Insya Allah tidak. Nanti kan ada plt-nya (pelaksana tugas)," tuturnya.

Berbeda dengan Anies, anggota Badan Anggaran DPRD Jakarta, Gembong Warsono, khawatir pejabat sementara tidak menguasai perencanaan penganggaran daerah yang kini tengah dibahas. "Karena plt kan tidak ikut merancang anggarannya dari awal," katanya. IMAM HAMDI | TAUFIQ SIDDIQ | GANGSAR PARIKESIT


Pegawai yang Asal Input Anggaran Bakal Diperiksa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan memeriksa sejumlah pegawai yang asal-asalan memasukkan data ke rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020. "Mereka yang mengerjakan dengan seenaknya akan kami periksa semuanya," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, kemarin.

Termasuk yang akan diperiksa, menurut Anies, adalah pegawai yang memasukkan usul pembelian lem senilai Rp 82 miliar dan bolpoin Rp 124 miliar. "Semua yang bekerja kemarin dengan asal jadi, asal masuk, akan diperiksa."

Menurut Anies, pemeriksaan tersebut untuk memastikan anggaran janggal tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia atau faktor lain. Tidak tertutup kemungkinan juga, kata dia, data tersebut diinput oleh orang lain. "Praktik-praktik itu banyak," ujarnya.

Pemeriksaan itu, kata Anies, akan dilakukan oleh tim ad hoc yang diketuai oleh Sekretaris Daerah DKI. Pegawai yang terbukti melakukan kesalahan akan diberi sanksi sesuai dengan pelanggarannya. "Jika ditemukan kesalahan maka akan mendapatkan sanksi sesuai dengan yang dilanggar," ujar dia.

Sebelumnya, Anies mengungkapkan sejumlah anggaran aneh dalam rancangan KUA-PPAS 2020. Di antaranya adalah rencana pembelian alat tulis kantor yang pada 2020 dianggarkan Rp 1,6 triliun. Tahun ini, anggaran pembelian alat tulis kantor itu sebesar Rp 349 miliar.

Anies pun meminta agar para pejabat satuan kerja perangkat daerah menyisir ulang semua anggaran tak masuk akal di instansinya. "Yang tidak perlu-perlu itu, bapak-ibu sekalian hapusin," kata Anies dalam rekaman video pertemuan pada 23 Oktober lalu yang diunggah di YouTube.

 



SebelumnyaMetro 1/1 Selanjutnya

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Komentar

Berita Terkait

  • Dua Pejabat DKI Mundur di Tengah Polemik Anggaran Daerah

    Berita Lainnya

  • Cover Story

    Tak Ada Perpu KPK

    Presiden Jokowi memastikan tidak akan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi.

    2 November 2019
  • Berita Utama

    Jokowi Berdalih Tunggu Hasil Uji Materi

    Pemerintah dan Dewan dituding sama-sama mensponsori pelemahan KPK.

    2 November 2019
  • Berita Utama

    Dewan Pengawas KPK Dipilih tanpa Panitia Seleksi

    Penunjukan langsung anggota Dewan Pengawas dinilai sarat kepentingan pemerintah.

    2 November 2019
  • Cari angin

    Radikal

    Istilah "radikal" menjadi kata yang menakutkan. Kabinet jilid 2 yang dibentuk Presiden Joko Widodo menempatkan urusan radikal sebagai hal serius yang harus diselesaikan.

    2 November 2019
  • Nasional

    Dewan Prioritaskan RUU Warisan Periode Lalu

    Komisi Hukum berfokus menyelesaikan RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan.

    2 November 2019
  • Nasional

    Pengusutan Kasus Novel Kembali Molor

    Jokowi memberi tambahan waktu satu bulan kepada kepolisian.

    2 November 2019
  • Metro

    Dua Pejabat DKI Mundur di Tengah Polemik Anggaran Daerah

    Pejabat sementara dikhawatirkan tidak menguasai perencanaan penganggaran daerah.

    2 November 2019
  • Ekonomi dan Bisnis

    Otoritas Pajak Akan Geber Pos Penerimaan PPN dan PPh 21

    Upaya mengejar target penerimaan pajak yang berpotensi kembali meleset.

    2 November 2019
  • Internasional

    WhatsApp Pejabat di 20 Negara Diduga Diretas

    Sebagian besar merupakan pejabat tinggi pemerintah dan militer.

    2 November 2019
  • Olah Raga

    Kapten Masa Depan

    Trent Alexander-Arnold tak berminat meninggalkan Liverpool.

    2 November 2019
  • Olah Raga

    Tekad Tiga Poin di Selhurst Park

    Leicester City berharap finis di empat besar.

    2 November 2019
  • Olah Raga

    Aturan Baru Membuat F1 Lebih Kompetitif

    Aturan baru mencakup bahan bakar yang digunakan harus ramah lingkungan.

    2 November 2019
  • Ilmu dan Teknologi

    Akses Baru untuk Perempuan Berniaga

    Tiga bulan beroperasi, platform ini merangkul 60 merek dagang dan 750 ibu mitra niaga.

    2 November 2019
  • Topik

    Coding Untuk Rakyat

    Kelas-kelas pembelajaran bahasa pemrograman gratis bermunculan. Targetnya pelajar sampai ibu rumah tangga.

    2 November 2019
  • Topik

    Permintaan Besar, Tenaga Kurang

    Industri teknologi informasi membutuhkan tenaga kerja besar, tapi suplainya belum mencukupi.

    2 November 2019
  • Pesona

    Elektrik nan Energetik

    Tahun ini, riasan wajah natural menjadi tren makeup yang populer di banyak negara, termasuk Indonesia. Bagaimana tren rias tahun depan?

    2 November 2019
  • iTempo

    Bertransaksi Praktis Lewat Ponsel Pintar

    Samsung Pay menyediakan akses cepat ke berbagai layanan uang elektronik.

    2 November 2019
  • Perjalanan

    Sensasi Memancing di Selat Bangka

    Hampir setiap akhir pekan puluhan bagan di Selat Bangka disambangi pemancing dari kota-kota di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Mereka berlibur di tengah laut lepas. Akses pun kian mudah.

    2 November 2019
  • Sastra

    Selamat Pagi Nona Magpie

    Aku suka menyapa Nona Magpie setiap pagi dan menanyakan apa kabar dunia. Keluarga wanita itu satu-satunya yang berlangganan koran harian dan majalah di lingkungan kami.

    2 November 2019
  • Sastra

    Di Krematorium

    Ia tundukkan kepala Ke nyala tiga batang dupa

    2 November 2019
  • Tamu

    Denny Setiawan dan Indah Sari Djamilah, Relawan Greenpeace Indonesia: Kami Berharap Menteri Baru Melihat Pesan Kami

    Ada pemandangan tak biasa di Patung Selamat Datang Bundaran Hotel Indonesia dan Tugu Pancoran, Jakarta, pada Rabu, 23 Oktober lalu.

    2 November 2019
  • Buku

    Alarm Nyaring, Bumi Sedang Genting

    Pemanasan global jauh lebih buruk dari yang diperkirakan. Wallace-Wells memberi narasi-narasi yang mengerikan.

    2 November 2019
  • Fotografi

    Benteng Tak Lagi Bergemuruh

    Bagi sebagian orang, sepak bola adalah "agama", dan bagi sebagian orang pula, stadion dianggap sebagai tempat ibadah.

    2 November 2019
  • Pentas

    Menjelajah Waktu

    Kolaborasi Toccata Studio dengan Paranormal String Quartet merupakan proyek lintas multidisiplin yang unik.

    2 November 2019
Koran Tempo
  • TEMPO.CO
  • Majalah Tempo
  • Majalah Tempo English
  • Koran Tempo
  • Tempo Institute
  • Indonesiana
  • Tempo Store
  • Tempo.co English

© 2018 PT. Info Media Digital, All right reserved