maaf email atau password anda salah


Pemerintahan Kabupaten Lamongan

Sebelas Program Prioritas, Upaya Wujudkan Kejayaan Lamongan yang Berkeadilan

Daya tarik Kabupaten Lamongan bersumber dari ragam wisata baik religi, heritage, alam, buatan, kuliner, maupun budaya.#InfoTempo

arsip tempo : 171918779955.

Foto dok. Lamongankab.go.id. tempo : 171918779955.

Kabupaten Lamongan di Jawa Timur memiliki 11 (sebelas) program prioritas yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kesebelas program prioritas tahun 2023 itu yakni pendidikan berkualitas dan gratis bagi masyarakat kurang sejahtera (Perintis), Lamongan sehat, Young Entrepreneur Success (YES), Jalan Mantap dan Alus (Jamula), Lumbung Pangan Lamongan, UMKM, Pemda dan Olahraga, Gerakan membangun pariwisata ramah dan terintegrasi (Rama Sinta), Yakin Semua Sejahtera (YES), 100 persen pelayanan publik berkualitas, dan desa berjaya.

“Masih ada target yang ingin saya capai di tahun ini yaitu mengimplementasikan 11 program prioritas dalam RPJMD agar terwujud kebangkitan ekonomi, pemerataan infrastruktur, dan harmonisasi sosial,” kata Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA kepada Tempo melalui pesan tertulis, belum lama ini.

Kabupaten Lamongan memiliki luas wilayah ±1.752,21 km2 atau ±3.67 persen dari luas wilayah Provinsi Jawa Timur. Mempunyai panjang garis pantai sepanjang 47 km dan dilewati oleh Sungai Bengawan Solo sepanjang ±68 Km. Kabupaten Lamongan terdiri dari 27 Kecamatan dengan rincian sebanyak 462 Desa dan 12 Kelurahan.

Batas wilayah Kabupaten Lamongan terdiri dari sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Jombang dan Mojokerto, serta sebelah Timur, berbatasan dengan Kabupaten Gresik. Dibelah oleh Sungai Bengawan Solo, daratannya dibedakan menjadi tiga karakteristik. 

Bagian Selatan dan Utara, adalah daerah pegunungan kapur berbatuan yang memiliki tingkat kesuburan yang sedang. Bagian Tengah-Selatan, adalah dataran rendah yang relatif subur. Bagian Tengah-Utara, adalah daerah Bonorowo yang merupakan daerah produktif. Sebagian besar wilayah di Kabupaten Lamongan digunakan sebagai kawasan Peruntukanlainnya seluas 4.877 Ha. Kemudian juga terdapat kawasan hutan produksi seluas 31.437,57 Ha, sedangkan luas kawasan untuk permukiman adalah 30.263 Ha.

Dengan wilayah yang dimiliki Kabupaten Lamongan baik dataran rendah yang produktif maupun yang berbatasan langsung dengan laut, maka kabupaten ini pun memberikan perhatian lebih pada sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan. Menurut Bupati Yuhronur Efendi, sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar untuk pertumbuhan ekonomi yaitu 32,84 persen dengan Nilai Tukar Petani (NTP) 109,26 atau kesejahteraan baik. “Lamongan penopang utama ketahanan pangan, dengan capaian penghasil padi hingga 1,2 Juta ton dan ikan sebesar 145 ribu ton.”

Untuk mendukung sektor pertanian, kata lelaki yang kerap disapa Bupati Yes ini, pemerintah daerah (Pemda) pun mendorong adanya inovasi dan peningkatan kapasitas petani serta mendorong lahirnya petani milenial. “Modernisasi alsintan dan pemberian bibit, penggunaan air baku dan pembuatan jaringan irigasi sebagai jalan usaha tani, mendorong penggunaan pupuk organik, serta menyediakan asuransi petani merupakan upaya-upaya yang kami lakukan untuk mendukung petani.”

Di sektor peternakan, pemda memberikan dukungan dengan memfasilitasi Sentra Peternakan Rakyat (SPR) untuk kompetensi sumber daya manusia (SDM), mendukung inseminasi buatan dan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. “Kami juga mendukung adanya inovasi tersapu jagat yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk organik bagi tanaman jagung, sehingga jagung yang dihasilkan 2 kali lipat meningkat,” kata Bupati Yes. 

Pemberian asuransi dengan sistem pembayaran kotoran ternak, Bank Pakan dan penetapan sentra ternak, serta menyediakan Rumah Potong Hewan (RPH) untuk menjamin ketersediaan daging yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) juga dilakukan Pemda untuk memajukan sektor peternakan. Sementara di sektor perikanan, bantuan sarana produksi (saprodi) seperti bibit dan peralatan, asuransi nelayan, dan fasilitas pengolahan produk perikanan menjadi bentuk dukungan dari Pemda. 

Pemda Lamongan, kata Bupati Yes, juga berupaya untuk melesatkan sektor pariwisata dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Jumlah kunjungan wisatawan 4.200.000 di tahun 2022 menunjukkan Lamongan menjadi daya tarik wisatawan,” kata dia.

Daya tarik bersumber dari ragam wisata baik religi, heritage, alam, buatan, kuliner, maupun budaya. “Bahkan kita punya kuliner yang dijadikan sebagai budaya Lamongan yang sudah mendunia dan menjadi bagian dari diplomasi yaitu diplomasi pecel lele,” ujar Bupati Yes. 

Foto dok. Lamongankab.go.id

Pemda pun mendorong penyelenggaraan festival kuliner dan budaya serta gencar mempromosikan penetapan kalender event yaitu 37 event dalam 1 tahun. Dengan adanya kalender ini wisatawan dapat mengincar event yang ingin didatanginya di waktu-waktu yang sudah ditentukan. 

Pemda juga menggagas penetapan koridor kawasan pariwisata yang terintegrasi. “Program Ramasinta misalnya dapat mendorong integrasi potensi dengan pariwisata.” Dengan wisata yang ramah dan terintergrasi, artinya menjadikan apapun dari setiap sektor yang ada di Lamongan untuk bisa dikolaborasikan dengan pariwisata, mulai dari pertanian dengan agrowisatanya, olahraga, hingga kuliner, dan lain-lain. “Kami juga menggerakkan, membina pemerintah dan masyarakat desa untuk wisata di desa,” ujar dia. 

Sementara itu, ragam dukungan juga diberikan bagi pelaku UMKM. Fasilitas legalitas usaha dengan disediakannya 1000 Nomor Induk Berusaha (NIB), fasilitas bantuan modal, pengembangan produk dan pemasaran, disediakannya Pasar Online Lamongan, dan memfasilitasi wirausaha baru (megpreneur) beberapa di antaranya. 

“Kami juga melakukan kurasi produk UMKM, menyediakan sentra-sentra unggulan dan desa devisa, pembangunan Meghub (coworking space), dan mengajak untuk menggunakan media sosial pribadi sebagai sarana branding produk UMKM,” kata Bupati Yes. Alhasil, saat ini terdapat sebanyak 252.384 jumlah UMKM di Lamongan yang menggeluti baik olahan makan minum, konveksi, dan manufaktur, serta perdagangan.

Bupati Yes mengatakan, pasca Pandemi Covid-19 ini, terdapat juga ragam prioritas yang sedang mereka implementasikan. “Saat pandemi, fokus kami memenangkan dan menenangkan hati,” kata dia. Namun, saat ini, lanjut dia, fokus pembangunan infrastruktur dasar (pendidikan dan kesehatan), serta jalan melalui program Jamula menjadi prioritas Pemda. 

Hal itu menurutnya perlu dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing SDM. “Saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan 74.02 di atas rata-rata Provinsi Jatim dan Nasional,” kata dia. 

Pasca Pandemi Covid-19, resiliensi ekonomi bagi masyarakat pun dilakukan. Seperti: Gerakan ayo ditumbasi, ayo nguliner; Medsos Bupati sebagai branding UMKM; Memasifkan pasar online Lamongan; Kurasi produk UMKM dan ekspor; Fasilitasi ekonomi kreatif (megpreneur); Penguatan dan pendampingan koperasi; Integrasi potensi dengan pariwisata; Lamongan ramah investasi; Menjaga produktivitas sektor pertanian, peternakan, dan perikanan; serta Pemberian modal usaha dan pemberdayaan serta pelatihan berbasis kompetensi.

“Pandemi menjadi pembangunan infrastruktur terbatas. Mulai 2022 fokus pada pemerataan infrastruktur untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” kata Bupati Yes. Pemberian bantuan dana dusun Rp 35 juta perdusun pada 1.431 dusun memberikan dampak positif.

Sedangkan pentingnya keberadaan jalan dan jembatan untuk konektivitas wilayah, aksesibilitas pasar dan kawasan pemukiman terbantu dengan adanya Program Jamula. “Untuk mengakselerasi pembangunan jalan dan jembatan, kami melakukan pinjaman daerah pada tahun 2022. Melalui program Jamula, sudah 49 ruas jalan yang dalam kondisi mantap dan terus kami lanjutkan pembangunannya pada tahun ini.”

Nyatanya, kebangkitan ekonomi pun mampu direpsentasikan. Rata-rata pertumbuhan di atas 5 persen dan saat ini pertumbuhan Lamongan sudah mencapai 5,56 persen. Sedangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perkapita di atas 30-45 juta pertahun dimana saat ini PDRB perkapita Lamongan sudah mencapai 33 Juta per tahun. Sementara presentase kemiskinan masih 1 digit dimana saat ini 12,53 persen terdapat di Lamongan. 

Bupati menuturkan, pemerataan infrastruktur Lamongan diukur dengan gini rasio 0,2 indeks kualitas layanan infrastruktur yaitu di atas 70. “Sedangkan keharmonisan masyarakatnya, direpresentasikan dengan indek kesalehan di atas 80, namun daya saing daerah di atas 3,5-4 dimana saat ini angka Lamongan masih 3,14.”

Menurutnya, setiap tahun akan ada 5.000 lulusan S1 dan D4 di Lamongan. Sebanyak 25 persen dari jumlah tersebut menjadi agen perubahan yang berkontribusi secara langsung dalam pembangunan Lamongan. “Menjadikan kekayaan kuliner dan pariwisata serta sektor Pendidikan sebagai lokomotif transformasi pembangunan ekonomi Lamongan ke depan. Dengan sendirinya sektor pertanian dan home industry akan ikut terangkat,” kata Bupati Yes. 

Dia menambahkan, inklusifitas dan kolaborasi didukung dengan karakter masyarakat Lamongan yang megilan dimanapun berada menjadi energi dan akselerator untuk mewujudkan kejayaan Lamongan yang Berkeadilan.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 24 Juni 2024

  • 23 Juni 2024

  • 22 Juni 2024

  • 21 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan