maaf email atau password anda salah


Kementerian Perdagangan

Pelaku Usaha Indonesia-Arab Saudi Perkuat Kolaborasi

Pengusaha kedua negara menjajaki potensi kesepakatan dagang US$155,7 juta. Indonesia menawarkan pengusaha Arab Saudi berinvestasi. 

arsip tempo : 171902284138.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam acara Forum Bisnis Indonesia-Arab Saudi di Riyadh, Arab Saudi, Senin, 23 Januari 2023. . tempo : 171902284138.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, mengatakan Indonesia dan Arab Saudi memiliki banyak peluang meningkatkan dan mempererat hubungan perdagangan. Pelaku bisnis kedua negara dapat mempererat dan berkolaborasi di tengah krisis global yang tengah terjadi. 

"Arab Saudi merupakan negara tujuan ekspor produk nonmigas Indonesia ke-24. Dari struktur komoditas perdagangan kedua negara, masih terdapat banyak peluang untuk meningkatkan dan mempererat hubungan perdagangan ke depannya," kata Zulkifli dalam acara Forum Bisnis Indonesia-Arab Saudi di Riyadh, Arab Saudi, Senin, 23 Januari 2023. 

Forum Bisnis ini merupakan rangkaian kegiatan misi dagang yang dipimpin Mendag Zulkifli Hasan pada 21−23 Januari 2023. 

Zulkifli mengatakan produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi yaitu kendaraan bermotor, minyak sawit dan turunannya, ikan, produk kertas, arang kayu, dan plywood. Sedangkan produk utama Indonesia yang diimpor dari Arab Saudi antara lain ethylene glycol, sulphur, polypropylene, polyethylene, dan besi.

Dia meyakini adanya kesamaan pandangan kedua negara untuk saling bekerja sama. "Kami memiliki kesamaan pandangan bahwa dua negara ini akan bekerja sama lebih dalam demi kesejahteraan rakyatnya melalui penguatan sektor ekonomi, terutama melalui perdagangan, baik perdagangan produk/komoditas dan juga jasa," ujarnya. 

Zulkifli menuturkan kehadirannya bersama perwakilan dari perusahaan- perusahaan Indonesia menunjukkan komitmen menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan dengan rekan bisnis di Arab Saudi. Untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing kedua negara, Indonesia telah mendapatkan dukungan dari Kerajaan Saudi Arabia untuk kerja sama Indonesia dengan negara- negara dalam Gulf Cooperation Council (GCC). 

“Indonesia juga membutuhkan dukungan dari para pelaku usaha Arab Saudi agar proses tersebut berjalan lancar sampai dengan tahap penandatanganan kesepakatan Indonesia-GCC CEPA," kata Zulkifli. 

Dia menyatakankomitmen memperdalam partisipasi Indonesia dalam rantai nilai global dan mengembangkan volume perdagangan bernilai tambah tinggi untuk meningkatkan produktivitas perekonomian.

Indonesia saat ini sudah membuka jalan disebut toll way untuk mempermudah akses pasar di luar negeri. Implementasikan tersebut dituangkan dalam perjanjian dagang antara Indonesia dengan Australia, Cile, Korea Selatan, negara-negara EFTA dan salah satu negara GCC, Uni Emirat. 

"Saya mengundang para pelaku usaha Arab Saudi untuk juga memanfaatkan posisi Indonesia tersebut dengan bermitra dengan pelaku usaha Indonesia," kata Zulkifli. 

Pada Forum Bisnis tersebut, dia memaparkan sejumlah potensi dan keunggulan Indonesia yang dapat menguntungkan perdagangan kedua negara. Indonesia merupakan negara yang terletak di Asia Tenggara, diapit Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dengan jumlah penduduk sekitar 273 juta jiwa dengan Pendapatan per kapita US$ 4.287 pada 2022.

Zulkifli juga mengutip prediksi lembaga survei internasional Price Waterhouse Coopers dan McKinsey, yang menyebut Indonesia akan mengalami kemajuan ekonomi signifikan pada 2025. Pendapatan per kapita saat itu akan meningkat menjadi lebih dari US$ 15.000. Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ketujuh dunia pada 2030 dan keempat pada 2050.

Total perdagangan Indonesia-Arab Saudi mencapai US$ 7 miliar atau meningkat 45,42 persen pada Januari−November 2022. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 4,81 miliar. Total perdagangan kedua negara mencapai US$ 5,55 miliar pada 2021.

Indonesia dan Arab Saudi melanjutkan penjajakan kesepakatan dagang (one on one business matching). Sebanyak 15 pelaku usaha Indonesia bertemu dengan 30 pelaku usaha Arab Saudi. Pada penjajakan kesepakatan dagang tersebut, tercatat potensi transaksi sebesar US$155,7 juta untuk produk palm oil, beras, coconut charcoal bricket, rempah-rempah, tuna kaleng, sayuran, dan makanan olahan.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 22 Juni 2024

  • 21 Juni 2024

  • 20 Juni 2024

  • 19 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan