maaf email atau password anda salah


Cermati.com

Saham dan Reksa Dana, Mana yang Lebih Cocok?

Berinvestasi jadi salah satu alternatif untuk mendapatkan pendapatan. #Infotempo

arsip tempo : 171820181299.

Ilustrasi Mutual Fund.. tempo : 171820181299.

Semakin hari, banyak orang mulai menyadari akan pentingnya berinvestasi dan menyiapkan kondisi keuangan di masa depan. Investasi merupakan sebuah kegiatan menanam modal yang bisa menumbuhkan nilainya secara berkala.

Berinvestasi juga bisa menjadi salah satu alternatif terbaik untuk mendapatkan pendapatan pasif atau passive income. Melalui investasi, seseorang bisa lebih mampu untuk menyiapkan kondisi finansial di masa depan dan menghindari berbagai masalah finansial.

Melalui investasi juga mampu mencapai tujuan finansial yang ingin diraihnya dengan lebih cepat dan terjamin. Hanya saja, investasi tidak selalu menjamin investor mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan.

Beberapa instrumen investasi pun memiliki tingkat risiko yang berbeda, contohnya antara saham dan investasi reksa dana. Menjadi instrumen investasi andalan investor, baik saham dan reksa dana tentu sama-sama baik untuk dipilih.

Namun, tetap saja ada sejumlah pertimbangan agar bisa memilih produk investasi yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi finansial. Nah, agar tak bingung memilih dan untuk memperlancar aktivitas investasi, berikut penjelasan mengenai investasi saham dan investasi reksa dana.

Investasi Reksa Dana

Jika dibandingkan dengan produk investasi lainnya, khususnya investasi saham, investasi reksa dana mempunyai tingkat risiko yang lebih kecil dan cocok dipilih oleh investor pemula. Ini karena setiap hal yang berhubungan dengan penanaman modal pada instrumen investasi ini akan diurus oleh pihak lain yang lebih andal, yaitu, manajer investasi.

Investor reksa dana tak perlu repot terjun langsung dan mengurus modal investasi yang telah dikeluarkan. Dalam kata lain, investasi reksa dana lebih optimal dipilih oleh investor yang masih belum memiliki keahlian untuk melakukan analisis, atau tak mempunyai waktu untuk mengatur dan menentukan keputusan investasi secara aktif.

Di sisi lain, reksa dana juga bisa dibeli dengan nominal dana yang terbilang kecil. Bahkan, melalui berbagai platform investasi berbasis digital, kini kamu bisa mulai berinvestasi reksa dana dengan modal mulai dari 10 ribu Rupiah saja.

Jadi, siapa saja tanpa terkecuali bisa mulai berinvestasi reksa dana karena modal awall yang sangat terjangkau tersebut. Secara umum, terdapat 3 jenis reksa dana yang bisa dipilih oleh investor sesuai dengan profil risiko, kebutuhan, kondisi keuangan, dan jangka waktu investasi.
Ketiga jenis reksa dana tersebut adalah investasi reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana campuran. Jika memutuskan untuk investasi reksa dana, kamu hanya perlu menyesuaikan jenis reksa dana yang dipilih tersebut sesuai preferensi sendiri. Yang terpenting, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan manajer investasi agar bisa memilih jenis reksa dana yang tepat dan terbaik sesuai kebutuhan serta kondisi keuangan.

Investasi Saham

Dibandingkan dengan produk investasi lain, investasi saham mempunyai risiko yang terbilang tinggi, walaupun mampu memberikan keuntungan yang menjanjikan. Karena itu, investasi ini lebih cocok dipilih jika kamu mempunyai tujuan finansial jangka panjang atau di atas 5 tahun.
Beberapa contoh tujuan finansial yang cocok dicapai via investasi saham adalah persiapan dana pensiun atau pendidikan anak. Saham merupakan produk investasi yang memiliki tingkat fluktuasi ekstrim.

Jika tidak cermat memilih produknya, bukan tidak mungkin investor saham malah akan menelan kerugian cukup besar. Sebaliknya, jika mampu menganalisis kondisi atau potensi produk saham, potensi keuntungan yang bisa didapatkan bisa sangat menjanjikan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih investasi saham adalah portofolio perusahaan saham yang ingin dibeli. Hal tersebut penting untuk dilakukan guna memahami kinerja serta performa perusahaan semenjak melakukan IPO atau penawaran sahamnya ke publik.

Performa dan kinerja perusahaan tersebut umumnya dijadikan patokan terhadap nilai saham di bursa saham. Menganut dari penjelasan tersebut, investasi saham lebih optimal dipilih oleh investor yang telah berpengalaman dan memiliki kemampuan untuk menganalisis produk saham secara teknikal maupun fundamental.

Jika kamu seorang investor pemula tapi tertarik untuk menanam modal di instrumen ini, ada baiknya jika jangka waktu investasi di atas 5 tahun, atau bahkan 10 tahun. Dengan begitu, investasi saham mampu memberikan potensi keuntungan secara optimal dan sesuai harapan.

Terlepas dari mana yang lebih baik untuk dipilih, investasi reksa dana dan saham sama-sama memiliki karakteristik, potensi, dan risikonya tersendiri. Tidak ada yang benar-benar bisa membuktikan bahwa investasi reksa dana lebih menjanjikan ketimbang saham, pun sebaliknya.

Yang utama, saat akan memilih produk investasi, selalu sesuaikan dengan kondisi keuangan dan juga kebutuhan, serta jangka waktu investasi. Dengan begitu, kamu bisa meningkatkan potensi keuntungan investasi, dan meminimalkan risiko kerugiannya.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 12 Juni 2024

  • 11 Juni 2024

  • 10 Juni 2024

  • 9 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan