maaf email atau password anda salah


Kominfo

Memajukan Kebudayaan dengan Kearifan Lokal

Pada era modern inovasi merupakan keharusan yang harus dimiliki sebuah bangsa. #Infotempo

arsip tempo : 171856122274.

Webinar Pemajuan Kebudayaan dan Inovasi Daerah dalam Penguatan Identitas Meningkatkan Kemakmuran.. tempo : 171856122274.

Kebudayaan dan identitas kembali menjadi tema menarik dibahas justru di kala kehidupan semakin mengglobal dan terdigitalisasi. Identitas dan jati diri sebagai bangsa dalam posisi yang kritis, bisakah bertahan dalam derasnya arus globalisasi.                

Topik inilah yang menjadi tema bahasan webinar yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan tema “Pemajuan kebudayaan dan Inovasi Daerah dalam Penguatan Identitas Meningkatkan Kemakmuran”, Jumat, 10 Juni 2022.

Tampil sebagai pembicara pada acara webinar ini adalah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kominfo Wiryanta dan praktisi hukum dan budaya Iswadi.

Teuku Riefky mengatakan kebudayaan adalah identitas suatu bangsa yang berperan dan menjadi faktor dominan dalam pengembangan jati diri bangsa Indonesia. Oleh karenanya, kata dia, budaya harus terus dilestarikan dengan cara menjaga dan merawatnya dengan baik. “Harapannya, kita dapat mencegah degradasi kebudayaan yang berujung pada hilangnya, ciri khas dan identitas sebagai sebuah bangsa,” ujarnya.

Namun, di era modern inovasi merupakan keharusan yang harus dimiliki sebuah bangsa. Inovasi dapat meningkatkan daya saing masyarakat yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Budaya dan inovasi harus berjalan bersama dan memajukan daerah,” kata anggota DPR dari Aceh ini.  

Sebagai negara majemuk, kata dia, Indonesia memiliki ragam budaya dan potensi  besar yang harus menjaga nilai-nilai budaya dari serangan globalisasi. Bila tidak dikelola secara bijak dapat merusak tatanan nilai dan budaya bangsa.

Menurut Teuku Riefky, bila masyarakat tidak terus berinovasi akan tertinggal dari bangsa lain menghadapi perkembangan zaman. “Khususnya untuk Aceh, tentu budaya harus dipelihara sebagai nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dimana nilai Islam dan budaya tidak dapat dipisahkan,” tuturnya.

Khusunya di Aceh, kata dia, apapun inovasi yang terjadi tidak mengurangi esensi budaya dan nilai Islam. Inovasi menjadi sebuah keniscayaan yang mampu menguatkan identitas kebudayaan, bukan malah sebaliknya.

Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kominfo, Wiryanta, mengatakan generasi muda pada era digital harus bertumpu pada empat pilar seperti disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate.

Empat pilar literasi digital, termasuk juga bagi kalangan santri adalah digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Karena itu kata Wiryanta, penguasaan digital tidak sama semata-mata literasi atau kemelekan. “Tapi kalangan santri mampu mengendalikan teknologi digital berbasis kearifan lokal, dalam hal ini nilai-nilai yang selama ini hidup di dunia pesantren,” ujarnya.  

Menurut Wiryanta, struktur penduduk Indonesia saat ini didominasi generasi muda sebanyak 50 perse. Adapun generasi milenial mencapai 25-26 persen dan generasi Z sekitar 28 persen dari 278,3 juta penduduk , “Generasi produktif ini harus harus memiliki kompetensi untuk menunjang produktivitas nasional sesuai dengan perkembangan teknologi,” ucapnya.

Adapun Iswadi mengatakan pergeseran dan perubahan kebudayaan di masyarakat terjadi karena tidak serius menangkal pengaruh daru luar. “Pada hari ini bisa dilihat terjadi pergeseran tentang budaya dan etika kemudian efek dari situ adalah terjadi benturan sosiologis di masyarakat,” kata dia.

Ada sebagian orang yang tidak bisa menerima budaya yang datang dari luar. Namun, sebagian bisa menerima sehingga memunculkan konflik di masyarakat.

“Dampak globalisasi dan derasnya pergerakan informasi mengubah cara kita memandang persoalan. Situasi seperti ini, bila tidak dikelola dengan baik, bisa memunculkan benturan-benturan di masyarakat,” ujar Iswadi.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 16 Juni 2024

  • 15 Juni 2024

  • 14 Juni 2024

  • 13 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan