maaf email atau password anda salah


Jakpro

Pengembangan Mobil Rendah Emisi Butuh Insentif

Harga kendaraan rendah karbon masih 2-3 lipat dari harga kendaraan tinggi karbon.

arsip tempo : 171905704968.

Sustainability Talk Series #1 World’s first Net Zero Sport Season 8 Jakarta E-Prix : Sustainability Perspective, Senin, 9 Mei 2022.. tempo : 171905704968.

Executive Director Joint Committee for Leaded Gasoline Phase Out, Ahmad Safrudin, pengembangan kendaraan emisi rendah karbon atau low cost carbon emission vehicle (LCEV) butuh insentif dari pemerintah. Selama ini harga jual mobil listrik terbilang mahal. “Pemerintah masih belum adil (fair), fiskal hanya baru diberikan pada kendaraan low cost green car (LCGC),” ujarnya dalam dalam acara “World’s First Net Zero Sport Season 8 Jakarta E-Prix Sustainability Perspective” yang digelar Tempo Media, Senin 9 Mei 2022.

Ahmad menuturkan saat ini harga kendaraan rendah karbon masih 2-3 lipat dari harga kendaraan tinggi karbon. “Dengan demikian harus ada langkah kongkret untuk menekan emisi rendah karbon ini,” kata dia.

Caranya, lanjut Ahmad, untuk kendaraan rendah karbon dapat dilabeli warna hijau dan mobil tinggi karbon dilabeli warna kuning. “Yang kuning diberi cukai atas setiap gramCO2/km yang melampaui standard. Cukai yang terkumpul diberikan kepada warna hijau sebagai insentif atas keberhasilan menekan setiap gramCO2/km dari standard. Dengan demikian, harga di pasar bisa lebih murah,” ujarnya.

Pagelaran Jakarta E Prix 2022 Season 8, kata Ahmad, harus dijadikan momentum oleh pemerintah pusat mereformasi kebijakan perihal kendaraan dengan emisi rendah karbon. “Menggunakan moment ini untuk memberikan insentif fiskal dalam rangka memberikan daya saing electric vehicle,” ujarnya.

Senior Sustainability Manager FIA Formula E London Iona Nielson, mengatakan pabrikan harus berupaya menciptakan teknologi yang membuat kendaraan rendah karbon. Seperti inovasi produksi baterai yang terjangkau agar masyarakat beralih ke kendaraan listrik.

Adapun VP Infrastructure Department & General Affairs Jakarta E-Prix 2022 Irawan Sucahyono, menuturkan momentum Jakarta E Prix 2022 harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Melalui balapan Formula E ada kolaborasi untuk membangun kendaraan ramah lingkungan dan rendah karbon. “Balapan Formula One hanya dilihat performance, tapi Formula E dapat dilihat performance, efisiensi, dan sustainability,” kata Irawan.

Sustainability atau keberlanjutan, kata dia, tidak hanya tentang sirkuit, tapi juga membentuk gaya hidup ramah lingkungan bagi para penonton. “Kami mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Selain nonton, taking action,” ujar Irawan.(*)

Konten Eksklusif Lainnya

  • 22 Juni 2024

  • 21 Juni 2024

  • 20 Juni 2024

  • 19 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan