maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


MIND ID

Kesetaraan Gender untuk Kemajuan Perusahaan

Sabtu, 23 April 2022

Pengarusutamaan gender yang dilakukan perusahaan diyakini mampu meningkatkan produktivitas dan kinerja pegawai, serta profit.

Discusshe - Perempuan-Perempuan di Dunia Tambang, Senin, 18 April 2022.. tempo : 167061857286

Pengarusutamaan gender di tempat kerja bukan sekadar kepentingan perempuan. Dalam penelitian yang dilakukan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) 2020 menunjukkan adanya korelasi terhadap kemajuan perusahaan dengan upaya pengarusutamaan gender di Indonesia.

“Upaya tersebut juga memberikan keuntungan bagi perusahaan berupa peningkatan produktivitas dan kinerja pegawai, serta peningkatan profit,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Damawati, pada saat menjadi pembicara kunci acara Ngobrol Tempo bertajuk “Perempuan-perempuan di Dunia Tambang” yang diselenggarakan Tempo Media Group bersama Mining Industry Indonesia (MIND ID), Senin, 18 April 2022.

Sayang, berdasarkan data BPS Agustus 2021, kata Menteri Ayu Bintang, jumlah pekerja menurut lapangan pekerja utama sektor pertambangan dan penggalian bagi perempuan masih tertinggal dengan laki-laki. “Jumlah perempuan hanya sekitar 578 ribu dan laki-laki 996 ribu” ujarnya.

Sementara dari sisi upah, diskriminasi masih terjadi. Rata-rata upah pekerja perempuan di sektor ini berdasarkan data BPS 2021 sebesar Rp 3 juta. “Sementara upah laki-laki sekitar 3,7 juta.”

Secara aksesbilitas, persamaan peran dalam pembangunan, hingga belum menerima manfaat pembangunan, perempuan masih tertinggal dibandingkan laki-laki. “Berbagai indeks dan data masih menunjukkan ketimpangan antara perempuan dan laki-laki,” kata Ayu Bintang.

Kesenjangan dan kerentanan yang terjadi bukan disebabkan perempuan lemah, melainkan konstruksi sosial yang berkembang di Indonesia kental dengan budaya patriarki. Selain itu, menurut Menteri PPPA, perempuan memiliki kebutuhan khusus yang harus dipenuhi baik secara fisiologis seperti datang bulan, hamil, dan menyusui.

Untuk itu, kata dia, diperlukan strategi khusus dan spesifik untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kebutuhan khusus itulah yang kerap menjadi hambatan terutama dibidang sains, teknologi, dan engineering yang masih dianggap sebagai pekerjaan laki-laki, seperti di industri pertambangan.

Berdasarkan hal tersebut, kata Ayu Bintang, sudah sepantasnya pembangunan di segala sektor mengedepankan prinsip kesetaraan dan upaya-upaya pengarusutamaan gender, termasuk dalam sektor pertambangan. “Mari bersinergi untuk mendorong tercapainya upaya pengarusutamaan gender di sektor pertambangan,” ujarnya.

Manajer Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM) PT Timah Tbk, Nurmalia, mengatakan, dari sisi kemampuan sesungguhnya perempuan dan laki-laki sama. “Tetapi perempuan memiliki kepekaan yang tinggi. Perempuan memiliki tekad yang kuat selain sebagai ibu dan istri. Sehingga punya tekad yang kuat untuk sukses,” ujarnya.

Nurmalia bersyukur perempuan di sektor formal pertambangan semua memiliki kesempatan yang sama. “Tidak ada perbedaan, saya tidak juga merasa didiskriminasi. Kami masuk industri pertambangan berdasarkan merit system,” tuturnya.

Perempuan di sektor pertambangan memiliki kesempatan yang sama untuk mengaktualisasi dirinya. “Perusahaan mendukung tentang keadilan pegawai perempuan dan lelaki. Hampir semua perusahaan Grup MIND ID memiliki direksi perempuan,” ucap Nurmalia.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Leny R. Rosalin, mengatakan, studi Mckinsey Global Institute Report (2015) menyebutkan kesetaraan gender diyakini menjadi salah satu faktor meningkatnya GDP sebesar US$ 135 juta pada 2025. “Syaratnya efektivitas perempuan bisa ditingkatkan.”

Menurut Leny, diperlukan sinergi bersama. “Perlu sinergi bersama, penting untuk menciptakan lapangan kerja yang produktif termasuk di pertambangan.”

Ketua Komisi Nasional Perempuan Andi Yentriyani, mengatakan rumah perlindungan perempuan sangat dibutuhkan di ruang kerja. Selama ini pekerja perempuan belum terlindungi baik di lingkungannya dan tempat kerja. Komnas, kata dia, terbuka bagi perempuan yang mengalami masalah di tempat kerja dan lingkungannya.

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 10 Desember 2022

  • 9 Desember 2022

  • 8 Desember 2022

  • 7 Desember 2022


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan