maaf email atau password anda salah


MIND ID

Diskusi Perempuan Dunia Tambang

Bias gender menyebabkan sedikitnya perempuan pada posisi pemimpin di sektor pertambangan.

arsip tempo : 171831200153.

Ilustrasi pekerja tambang wanita.. tempo : 171831200153.

Perempuan memiliki porsi peran yang besar, baik bagi keluarganya maupun dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa perspektif kesetaraan gender harus terus dibangun agar perempuan mampu melakukan kontribusinya secara maksimal, baik untuk melakukan tugasnya dalam keluarga sekaligus menjadi penggerak roda perekonomian.

Peran gender yang melihat perempuan sebagai sosok yang lebih lemah dibanding laki-laki berpengaruh terhadap ketimpangan gender di sektor pertambangan. Perempuan dianggap tidak cocok melakukan pekerjaan fisik berat yang identik dengan industri pertambangan.

Berdasarkan laporan Responsible Mining Foundation (RMF) yang diluncurkan pada Mei 2019 terkait perempuan pekerja tambang, dinyatakan bahwa sejak lama perempuan dilarang bekerja di tambang bawah tanah dan baru-baru ini saja larangan itu dicabut. Contohnya, pada 2009 di Afrika Selatan dan 2019 di India.

Bias gender juga lah yang menyebabkan sedikitnya perempuan pada posisi pemimpin di sektor pertambangan. Di Indonesia, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2017, jumlah pekerja perempuan di sektor pertambangan sekitar 115 ribu orang, sementara laki-laki 1,28 juta orang. Sementara di sektor listrik, air, dan gas, hanya ada sekitar 46 ribu pekerja perempuan, sedangkan laki-laki sekitar 347 ribu orang. Kedua sektor ini merupakan sektor-sektor dengan jumlah pekerja perempuan terendah.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah mendorong agar lebih banyak perempuan yang menjadi pemimpin atau bos di perusahaan BUMN. "Kementerian BUMN mendorong para perempuan menancapkan eksistensinya sebagai perempuan karier dengan membentuk Srikandi BUMN. Dengan adanya Srikandi BUMN diharapkan akan ada peningkatan keterwakilan perempuan untuk meningkatkan kesetaraan gender di lingkungan BUMN,” ujar Erick dalam perayaan Hari Ibu seluruh BUMN yang diselenggarakan secara daring di Jakarta beberapa waktu lalu.

Erick pun menargetkan, pada 2022, sebanyak 20 persen perempuan menjabat sebagai direksi maupun komisaris BUMN. "Kepemimpinan perempuan saat ini masih 11 persen dan saya minta tahun ini (2021) jadi 15 persen. Kemudian pada 2023 meningkat menjadi 20 persen," ujarnya.

Forum G20 pun menyoroti peran perempuan dan memasukkannya ke dalam salah satu aspek yang menjadi prioritas. Salah satu topik strategis terkait G20 dan W20 diantaranya adalah dukungan kepada perempuan di sektor SME (Small Medium Enterprise) atau UKM serta membangun lingkungan yang digital savvy.

Mengapa demikian? Dan bagaimana implementasinya? Tempo akan membahasnya dalam diskusi bertajuk “Perempuan-Perempuan Dunia Tambang” pada Senin, 18 April 2022. 

Narasumber yang berkompeten dalam hal ini akan dihadirkan untuk mengupas tuntas permasalahan ini. Diantaranya, Nurmalia, Manajer P2SDM PT Timah Tbk; Dian Afriana, Ketua SIBA Rosella (UKM produsen minuman teh dan sirup rosella); Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan, Leny Nurhayanti Rosalin; dan Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani.

Nurmalia berkarir di PT Timah Tbk sejak 2012. Ia pun sudah menduduki beberapa posisi penting perusahaan milik negara ini, antara lain, Pengawas Lingkungan Hidup Bidang Lingkungan Hidup (LH), Pemeriksa Lingkungan Hidup, dan Kepala Seksi Kelola & Pemantauan LH K3LH.

SIBA Rosella berdiri sejak 2019. Awalnya Dian mengelola usaha ini sendiri, kemudian dua tahun belakangan ini dibantu oleh sekitar 18 ibu-ibu PKK. Kini usahanya mendapat booth dan demplot dalam area UMKM bernama Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Center milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Konten Eksklusif Lainnya

  • 13 Juni 2024

  • 12 Juni 2024

  • 11 Juni 2024

  • 10 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan