maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Kementan

Kerja Sama Menggenjot Ekspor Produk Pangan

Kamis, 17 Februari 2022

Produk wajib disertifikasi sebagai syarat eskpor ke negara tujuan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor produk suplemen pakan ternak, Selasa, 16 Februari 2022.. tempo : 167021469377

Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian mensosialisasikan prosedur sertifikasi produk pangan agar mampu bersaing di pasar global. Upaya ini menjadi salah satu kunci menggenjot ekspor dan mensukseskan Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) komoditas pertanian.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, mengatakan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, ekspor komoditas pertanian harus naik tiga kali lipat. Selain kuantitas, untuk menghadapi persaingan di pasar luar negeri, tapi juga kualitas produk yang sesuai standar dan syarat-syarat tertentu. 

“Sistem jaminan mutu produk harus dibenahi di antaranya melalui standarisasi termasuk laboratorium,  petugas, quality control, tim online, semua arahnya digitasi. Secara bertahap sudah ada yang naik kelas dan lainnya perlu proses,” kata Suwandi, dalam Webinar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Propaktani dengan judul “Pentingnya Sertifikasi Produk Pangan Menghadapi Persaingan Pasar” Rabu, 16 Februari 2022.

Suwandi mengatakan salah satu komoditas favorit ekspor adalah porang. Pasar Cina meminta harus ada traceability untuk protokol eskpor chip, yakni harus menyajikan informasi lokasi  dan kondisi kebun, siapa petaninya, lokasi di daerah mana, pabrik olahan chip-nya dimana, sudah disertifikasi atau belum dan lainnya.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, kata dia, melakukan registrasi kebun secara online. Badan Ketahanan Pangan melakukan registrasi packaging house atau tempat pengemasan dan karantina melalui sanitary pethouse sanitary. “Selanjutnya bagaimana industri dapat memenuhi syarat syarat tertentu dan bisa diterima pasar luar negeri dengan produk yang aman sehat dan prinsip-prinsip tidak membawa organisme pengganggu tanaman aman,” ujarnya.

Suwandi mengapresiasi kerja sama Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian menyampaikan informasi-informasi kepada publik terutama para pelaku usaha pertanian. “Cukup efektif dilakukan melalui daring dimasa pandemi ini, untuk mensosialisasikan prosedur sertifikasi produk ke khalayak umum,” tuturnya.

Ditjen Tanaman Pangan bekerjasama dengan Balai Besar Industri Agro (BBIA), yang kini menjadi Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA), menyelenggarakan Bimbingan Teknis Sosialisasi (BTS) Propaktani Episode 336 pada 16 Februari 2022. Kegiatan ini mengambil tema “Pentingnya Sertifikasi Produk Pangan Menghadapi Persaingan Pasar.”

Fungsional Asesor Manajemen Mutu Industri, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro, Anindita R. Dibyono, mengatakan praktek keamanan pangan diperlukan pada semua rantai pangan untuk melindungi pangan dari kontaminasi fisik, kimia dan mikrobiologi. Praktek keamanan pangan yang baik sangat bermanfaat untuk menjaga pangan dari kontaminasi mulai dari pertanian sampai pangan siap dikonsumsi.

“Hal ini tentunya diatur dalam dasar pre-requisites programs (PRPs) atau program persyaratan dasar sebagai dasar keamanan pangan sistem HACCP (hazard analysis and critical control points) sebagai sistem keamanan pangan dan ISO 22000:2018 sebagai sistem manajemen keamanan pangan,” kata Anindita.

Adapun Fungsionaris AMMI BBSPJIA, Aryani Endah Purwati, mengatakan sertifikasi yang disyaratkan negara-negara tujuan ekspor wajib dilakukan. negara-negara itu, lanjut dia, menuntut tingkat keamanan pangan untuk produk makanan dan olahan pertanian untuk memberikan jaminan kepada konsumen. “Dengan demikian, produk pangan Indonesia ekspor memenuhi standar keamanan pangan internasional dan aman untuk dikonsumsi. Alhasil, ekspor pangan akan lancar dan meningkat,” ujarnya.

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 5 Desember 2022

  • 4 Desember 2022

  • 3 Desember 2022

  • 2 Desember 2022


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan