maaf email atau password anda salah


Telkom

KKN Desa Digital di Tanjungpura

Program ini dilaksanakan di 28 desa pada tiga kabupaten di Kalimantan Barat.

arsip tempo : 172086342993.

Kiri-kanan - Rektor Universitas Tanjung Pura Prof. Garuda Wiko, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Budi Arie Setiadi, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan DEVP Marketing Telkom Regional VI Kalimantan Rachmad D. Hartanto dalam peluncuran Smart KKN Digital beberapa waktu lalu.. tempo : 172086342993.

Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan Universitas Tanjungpura Pontianak (Untan) berkolaborasi dalam program Smart KKN Digital – Smart Village Tanjungpura. Kerjasama ini berupa kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pendampingan desa untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Pada KKN kali ini, mahasiswa menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan menerapkan digitalisasi desa (Smart Government, Smart Society, Smart Economy). Kegiatan ini bertujuan mewujudkan desa mandiri.

Wakil Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi yang hadir dalam acara peresmian program mengatakan pembangunan dan digitalisasi desa adalah tanggung jawab semua pihak. Khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan. Budi Ari mengapresiasi program sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda. Ia mengajak semua pihak terlibat mewujudkan desa sejahtera.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta program seperti ini terus berkelanjutan. “Supaya masyarakat kita paham betul, bukan paham sesaat soal apa itu digitalisasi,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menambahkan digitalisasi desa penting untuk mencapai target jumlah desa mandiri di Kalimantan Barat. “Bahkan masyarakat di beberapa desa lebih memilih disediakan menara (tower) telekomunikasi dibanding perbaikan jalan di depan rumahnya,” kata dia.

Rektor Universitas Tanjungpura Prof. Garuda Wiko mengatakan program ini dilaksanakan di 28 desa pada tiga kabupaten di Kalimantan Barat. Pada semester berikutnya, MBKM Smart Village Tanjungpura akan dilakukan setidaknya di 56 desa.

Pada KKN semester depan rencananya akan diikuti peserta 200 mahasiswa lintas program studi. “Mudah-mudahan Untan dan Telkom dapat berkontribusi dalam pengembangan inovasi dan digitalisasi desa,“ kata dia.

Sementara itu, di tempat terpisah, Direktur Enterprise & Business Service Telkom Edi Witjara menyampaikan harapan. Agar program ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi desa, namun juga bagi berbagai pihak yang terlibat.

Bagi perguruan tinggi dan mahasiswa, kata dia, berupa implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Bagi pemerintah daerah dan masyarakat desa, ini adalah upaya percepatan transformasi digital dan meningkatkan ksesejahteraan desa secara umum.

“Telkom akan terus memberikan layanan telekomunikasi secara luas untuk mengembangkan masyarakat digital Indonesia,” jelas Edi. Melalui program Smart KKN Digital ini, diharapkan dapat menjadi langkah yang baik untuk mengakselerasi terwujudnya kedaulatan digital untuk Indonesia yang lebih baik.

Hadir pada peluncuran program ini antara lain Wakil Menteri Desa PDTT, Ketua Komisi V DPR RI, Deputy Executive Vice President Regional VI Telkom, Gubernur Kalimantan Barat, Rektor Untan, Bupati Sambas, Bupati Kapuas Hulu, Bupati Kubu Raya, Ketua Umum DPP Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), para kepala desa, mahasiswa yang mengikuti program MBKM, dan para undangan lainnya.

#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Konten Eksklusif Lainnya

  • 13 Juli 2024

  • 12 Juli 2024

  • 11 Juli 2024

  • 10 Juli 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan