maaf email atau password anda salah


Cermati

6 Tips Cermat Meminjam Uang Anti Bankrut

Banyak orang yang merasa bingung bagaimana cara mengajukan dan menggunakan pinjaman dengan tepat.

arsip tempo : 172125947214.

Logo Cermati. tempo : 172125947214.

Di zaman serba tidak menentu ini, setiap orang bisa saja terdampak masalah keuangan mendesak. Untuk menyiasatinya, selain menyiapkan dana darurat, pinjaman menjadi pilihan solusi keuangan. Melalui pinjaman, seseorang mampu menyelamatkan diri dari terpaan masalah finansial yang tidak terduga-duga.

Jenis produk pinjaman yang bisa dimanfaatkan pun cukup beragam. Mulai dari pinjaman konvensional di bank, pinjaman berbasis digital, pinjaman dengan agunan atau tanpa agunan, maupun produk keuangan terbaru yang bertajuk paylater. Tentunya, masing-masing jenis pinjaman tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan penggunanya.

Hanya saja, tak sedikit orang yang merasa bingung bagaimana cara mengajukan dan menggunakan pinjaman dengan tepat. Tak banyak yang pada akhirnya terlilit utang. Mudah saja sebenarnya mengelola dana kredit agar tak berimbas buruk pada keuangan. Beberapa tips cermat meminjam uang adalah sebagai berikut.

  1. Ajukan Pinjaman pada Lembaga Terpercaya

Untuk mendapatkan layanan yang sesuai kebutuhan bisa diawali dengan mengajukan di layanan yang terpercaya. Baik mengajukan pinjaman di bank atau fintech, pastikan penyedia layanannya telah memiliki status terdaftar dan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Apalagi, jika Anda berencana mendapatkan layanan pinjaman online terbaik. Status tersebut mengindikasikan legalitas dan kredibilitas dari produk pinjaman yang ditawarkan oleh lembaga tersebut.

Dengan memilih lembaga terpercaya, kebijakan terkait pinjaman seperti tingkat bunga, metode penagihan, dan layanan konsumen sesuai dengan aturan resmi yang berlaku. Jadi, tidak ada celah tertipu atau berisiko mendapat pinjaman yang merugikan seperti pada layanan pinjaman ilegal. 

  1. Pahami Rincian Biaya yang Dibebankan

Tidak semua pinjaman konvensional dari bank atau layanan pinjol dari fintech memiliki rincian biaya yang sama. Berbeda layanan, biaya pinjaman yang dibebankan kepada pihak nasabah bisa bervariasi. Oleh sebab itu, cermati dahulu biaya-biaya apa saja yang menjadi tanggungan peminjam sebelum menyetujui akad pinjamannya.

Jangan sampai setelah telanjur membubuhkan hitam di atas putih, Anda baru menyadari bahwa ada biaya gelap yang bisa membengkakkan cicilan. Jika memungkinkan, selalu gunakan fitur simulasi kredit terlebih dahulu. Agar Anda bisa mendapatkan gambaran besarnya cicilan yang harus dibayar setiap bulan secara akurat.

  1. Tentukan Tujuan Penggunaan Dana Pinjaman

Mengajukan pinjaman harus didasari tujuan atau kebutuhan yang ingin dipenuhi, maupun masalah keuangan yang ingin diatasi. Tanpa ada tujuan yang jelas, jangan pernah sekali-kali mengajukan pinjaman karena hanya akan menjadi beban bagi keuangan.

Selain itu, pastikan dana pinjaman hanya digunakan untuk memenuhi tujuan tersebut. Bukan menggunakannya untuk hal lain yang tak berkaitan. Sebagai contoh, jika tujuan awal mengajukan pinjaman daring adalah mengembangkan bisnis, maka gunakan dananya untuk membeli keperluan seputar bisnis saja. Dengan begitu, Anda lebih mampu mengajukan pinjaman dengan nominal yang pas dan sesuai kebutuhan. 

  1. Alokasikan Keuangan dengan Sistem Pos Pengeluaran

Mengatur keuangan saat memiliki tanggungan utang memang cenderung lebih sulit, namun bukan berarti tak bisa dipermudah. Agar kebutuhan penting lainnya tak sampai terlewat atau tak mampu dipenuhi, buatlah sistem pos pengeluaran untuk setiap kebutuhan.

Anda bisa merinci kebutuhan apa saja yang wajib dipenuhi dalam kurun waktu satu bulan ke depan dan pisahkan dana untuk masing-masing kebutuhan tersebut.

Agar lebih praktis, pisahkan pula antara dana pinjaman dengan dana pribadi. Tujuannya, dana pinjaman akan tetap aman dan tidak sampai digunakan untuk kebutuhan yang tak semestinya, begitu pun sebaliknya.

  1. Jadikan Pelunasan Pinjaman Sebagai Prioritas

Menjadikan pelunasan cicilan sebagai prioritas keuangan merupakan salah satu cara agar bisa meringankan tanggungan dan terbebas dari utang jangka panjang. Jika memiliki dana lebih yang tak terpakai, Anda bisa menggunakannya untuk melunasi pinjaman. Akan tetapi, cermati dahulu adakah pemberian penalti saat melunasi cicilan lebih cepat agar tak mendapat kerugian.

  1. Hindari Gunakan Pinjaman untuk Kebutuhan Konsumtif

Tips terakhir dalam memanfaatkan pinjaman adalah tidak menggunakannya untuk kebutuhan konsumtif, tak produktif, atau yang hanya memberikan manfaat sesaat saja. Contohnya adalah mengajukan pinjaman untuk menambah dana berlibur atau pesta pernikahan.

Mengapa demikian? Karena aktivitas tersebut hanya berlangsung sebentar saja dan tak meningkatkan kondisi keuangan secara menyeluruh. Ujung-ujungnya, pikiran menjadi suntuk lagi karena harus melunasi cicilan yang nominalnya cukup menguras pemasukan.

Sebelum mengajukan pinjaman jenis apa pun, Anda harus mencermati cara kerja dan untuk tujuan apa dana kredit digunakan. Tanpa memahami kedua hal tersebut, pengajuan pinjaman ibarat kapal yang terombang-ambing di lautan, tanpa ada pulau yang dituju dan tidak bisa dikendalikan. Oleh karena itu, agar pengajuan pinjaman tak sampai melilit keuangan, pastikan untuk menerapkan 6 tips yang telah disampaikan di atas, ya!

Konten Eksklusif Lainnya

  • 18 Juli 2024

  • 17 Juli 2024

  • 16 Juli 2024

  • 15 Juli 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan