maaf email atau password anda salah


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Percepat Vaksinasi Tenaga Pendidik

Pembelajaran jarak jauh atau daring yang berlangsung selama setahun berdampak learning loss siswa dalam mengikuti materi pelajaran.

arsip tempo : 172183813320.

Siswa menunggu giliran vaksinasi Covid-19 dosis kedua di SMP 160, Jakarta, 3 Agustus 2021. TEMPO/Subekti. tempo : 172183813320.

JAKARTA – Pemerintah memprioritaskan vaksinasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan. Selain mengejar kekebalan komunal dari Covid-19, vaksinasi untuk mempercepat pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Belajar tatap muka terbatas semula akan diselenggarakan pada awal Juli lalu berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan dan Menteri Agama. Belajar di sekolah boleh dilakukan dengan syarat, berada di zona aman pemaparan Covid-19 dan tenaga pendidik sudah divaksinasi. Namun, pemerintah menunda kegiatan sekolah tatap muka lantaran lonjakan kasus pada bulan lalu.

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Muhamad Hasbi, mengatakan pembelajaran jarak jauh atau daring yang berlangsung selama setahun berdampak learning loss siswa dalam mengikuti materi pelajaran.

Learning loss adalah menurunnya kompetensi belajar siswa, seperti berkurangnya kemampuan membaca dan berhitung secara signifikan. Menurut Hasbi, ketertinggalan pembelajaran berdampak bukan hanya kepada peserta didik, tetapi juga bagi nasib dan majunya bangsa Indonesia. “Yang terjadi terkesan penugasan jarak jauh, bukan pembelajaran jarak jauh,” ujarnya,

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah, Jumeri, mengatakan siswa atau atau remaja yang sudah divaksinasi tahap 1 sebanyak 1,09 juta per 4 Agustus 2021. “Jumlah ini sekitar empat persen dari sasaran kami.  Kemudian yang mendapatkan vaksin tahap 2 sebanyak 57 ribu atau 0,2 persen,” ujarnya.

Untuk tenaga pendidik, kata Jumeri, pada tahap 1 sebanyak 2,23 juta dari 5,6 juta guru. “Sedangkan pada vaksin tahap 2 sekitar 1,75 juta orang. Masih banyak guru yang belum divaksin,” tuturnya.

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, mengatakan prioritas vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kependidikan dimulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) atau raudhatul athfal (RA) dan sederajat, sekolah luar biasa (SLB), sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah. Kemudian sekolah menengah pertama (SMP) atau madrasah tsanawiyah (MTs) sederajat dan sekolah menengah atas atau SMA/SMK/MA sederajat. Menurut dia, para siswa pada jenjang ini yang paling banyak menemui kendala selama pembelajaran jarak jauh.

Menurut Nadiem, vaksinasi bukan kriteria melaksanakan pembelajaran tatap muka. “Sekolah boleh melakukan PTM jika sudah masuk level PPKM 1-3,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani mengatakan vaksinasi untuk guru RA dan madrasah berdasarkan data EMIS (Education Management Information System) Kementerian Agama, tercatat sebanyak 52 persen atau 395,5 ribu guru. “Sedangkan 371,1 ribu guru atau 48 persen masih menunggu giliran,” kata dia, 28 Agustus 2021.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 24 Juli 2024

  • 23 Juli 2024

  • 22 Juli 2024

  • 21 Juli 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan