SebelumnyaInfo Tempo 2/2

    Berita Lainnya

  • Cover Story

    Katakan dengan Mural

    Para seniman mural tak pernah berhenti berekspresi meski mereka sadar betul bahwa karyanya bisa tiba-tiba lenyap dihapus aparat atau ditimpa karya seniman lain. Lewat mural, mereka bisa mengungkapkan apa saja—dari kritik, keresahan, cinta, hingga kepedulian. Penghapusan mural bernada kritik terhadap pemerintah malah membuat para seniman jalanan tambah bersemangat.

    28 Agustus 2021
  • Topik

    Dihapus Satu Tumbuh Seribu

    Seniman mural di berbagai kota tak kapok berkarya meski gambar-gambar buatan mereka dihapus. Secara bergerilya, mereka akan terus menghiasi sudut-sudut kota dengan gambar-gambar yang berisi pesan yang menohok dan menggelitik. Tindakan aparat membuat mereka lebih bersemangat berkarya.

    28 Agustus 2021
  • Topik

    Menjadi Tak Biasa karena Diancam Pidana

    Dikejar-kejar petugas keamanan saat sedang menggambar atau hilangnya karya karena dihapus dan ditimpa cat merupakan makanan sehari-hari para seniman mural. Namun baru kali ini sejumlah seniman mural terancam dipidana akibat karya mereka.

    27 Agustus 2021
  • Topik

    Gambar Dinding Populer di Dunia

    Banyak seniman urban yang karyanya mendunia. Mural-mural karya mereka menjadi ikon kota-kota besar. Popularitas karya mereka bukan hanya karena estetika, tapi juga karena gambarnya menggelitik dan berisi kritik.

    27 Agustus 2021
  • Cari angin

    Nonton Bola

    Perhelatan sepak bola sudah digelar di negeri ini. Bola sudah di tendang ke sana-kemari di lapangan. Tapi tak ada tepuk sorak. Stadion lengang. Yang ada cuma petugas pertandingan dan polisi yang berjaga-jaga—entah menjaga siapa.

    28 Agustus 2021
  • Seni

    Di Antara Amir dan Ijang  

    Chicco Jerikho memerankan beberapa tokoh sekaligus dalam monolog tentang penyair Amir Hamzah. Sutradara Iswadi Pratama dan sutradara visual Yosep Anggi Noen menakhodai pertunjukan tersebut.

    27 Agustus 2021
  • Puisi

    Puisi Isbedy Stiawan ZS

    Isbedy Stiawan ZS, yang dijuluki sebagai Paus Sastra Lampung, menulis puisi, cerpen, esai, dan karya jurnalistik. Selain dipublikasikan di media massa, belakangan ia giat membacakan puisi-puisinya untuk disiarkan di YouTube.  

    27 Agustus 2021