maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


BNI

BNI Siap Relaksasi Kredit Korban Bencana Alam NTT

Selasa, 6 April 2021

Relaksasi kredit layak diberikan karena fasilitas pendukung perekonomian dan sumber–sumber penghasilan warga telah hancur akibat bencana.
Gedung Menara BNI, Jakarta. tempo : 167543033133

JAKARTA -- Bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menimbulkan kerusakan serius pada rumah penduduk hingga fasilitas umum. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa (6/4) sebanyak 128 orang meninggal dunia, 8.424 orang dari 2.019 keluarga mengungsi dan 71 warga hilang akibat bencana tersebut. 

Kerugian materil pun belum sempat terhitung karena pemerintah masih fokus pada kondisi tanggap darurat, sehingga berdampak pada kegiatan perekonomian wilayah tersebut.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terdorong untuk meringankan beban korban dengan menggelar program Relaksasi Kredit bagi warga yang terdampak bencana.

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, menuturkan relaksasi kredit ini layak diberikan karena fasilitas pendukung perekonomian dan sumber – sumber penghasilan warga telah hancur akibat bencana. “Mulai dari lahan pertanian yang terendam banjir, hewan ternak hanyut, hingga pusat – pusat aktivitas ekonomi seperti pasar pun terganggu.” 

“Program relaksasi kredit yang kami berikan terhadap masyarakat yang terdampak tersebut antara lain berupa penundaan pembayaran, keringanan bunga, dan program lain yang kami harapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di NTT,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 6 April 2021.

Sebelumnya, menurut Royke, BNI telah menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam di NTT. Bantuan ini disalurkan demi  meringankan dampak bencana selama masa tanggap darurat di kawasan yang terkena dampak bencana terparah yakni Adonara, Flores Timur, Kupang, dan Malaka. 

Bantuan yang BNI kirimkan terdiri atas obat - obatan, beras, susu instan, mie instan, tikar, air bersih, hingga selimut. “Bantuan tersebut diperkirakan telah tiba dilokasi bencana Senin petang,” kata Royke.

Menurut Royke, warga yang kehilangan tempat tinggal, lahan pertanian dan hewan ternaknya mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah dan pihak perbankan. “Mereka ingin perbankan memberikan bantuan serta relaksasi terhadap fasilitas pinjaman KUR atau kredit bagi pelaku UKM yang terdampak di daerah bencana tersebut,” tuturnya. (*)

 

Inforial

 

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 3 Februari 2023

  • 2 Februari 2023

  • 1 Februari 2023

  • 31 Januari 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan