maaf email atau password anda salah


Mengenal Sistem RDF pada Pengelolaan Sampah Anorganik, Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Sistem RDF merupakan proses pengolahan sampah anorganik menjadi bentuk yang lebih kecil sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk berbagai industri.

arsip tempo : 171866957645.

Fasilitas pengelolaan sampah Landfill Mining dan RDF Plant di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, 10 Oktober 2022. Tempo/Hilman Fathurrahman W. tempo : 171866957645.

SAMPAH plastik hingga kini masih menjadi permasalahan utama di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), total sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sekitar 3,2 juta ton di antaranya berakhir di laut.

Sampah plastik termasuk kategori sampah anorganik yang memerlukan waktu hingga ratusan tahun untuk bisa terurai sepenuhnya atau mungkin tidak dapat terurai sama sekali. Untuk mengatasi kondisi tersebut, ada salah satu bentuk pengelolaan sampah yang disebut proses refuse derived fuel (RDF).

Melalui teknologi RDF, sampah plastik atau sampah anorganik dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi, seperti listrik atau panas. Lalu, apa yang dimaksud dengan teknologi RDF? Simaklah pengertian sistem RDF pada pengelolaan sampah anorganik beserta kelebihan dan kekurangannya berikut. 

Apa itu Sistem RDF

Refuse derived fuel atau RDF adalah teknologi pengolahan sampah anorganik melalui proses homogenizers menjadi ukuran yang lebih kecil atau dibentuk menjadi pelet yang kemudian dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif. Bahan bakar ini dapat digunakan untuk menghasilkan energi, seperti listrik atau panas. RDF bisa digunakan untuk mengolah sampah anorganik, seperti plastik, kertas, kardus, kayu, dan tekstil, yang tidak mudah terurai secara alami.

Pembuatan bahan bakar dari proses RDF melibatkan pemisahan, pemilahan, dan pengeringan sampah anorganik. Sampah anorganik yang telah dipilah akan dikeringkan untuk mengurangi kadar airnya hingga di bawah 25 persen, dan kemudian dihancurkan menjadi ukuran seragam sekitar 2-10 cm. Karena itu, RDF sering disebut sebagai "keripik sampah".

RDF yang sudah diolah dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam berbagai industri. Hasilnya akan dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dalam proses pembakaran recovering batu bara untuk pembangkit tenaga listrik, termasuk juga pabrik-pabrik semen, dan pabrik lain yang memerlukan bahan bakar untuk proses produksi mereka.

Fasilitas RDF pertama di Indonesia berada di tempat pemrosesan akhir (TPA) di Desa Tritih Lor, Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah. Fasilitas RDF ini mulai beroperasi sejak Juli 2020. Setiap hari fasilitas itu mengubah 120 ton sampah menjadi 60 ton RDF yang bisa menggantikan 4-5 persen bahan bakar batu bara di pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia, anak usaha PT Semen Indonesia.

Kelebihan dan Kekurangan RDF

Tempat Pengolahan Sampah dengan Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dok. Humas PUPR

Teknologi RDF dianggap membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, sehingga dianggap dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Meski begitu, ada beberapa kekurangan yang dimiliki RDF. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan teknologi RDF. 

Kelebihan Teknologi RDF

Dalam penggunaan pengelolaan sampah dengan teknologi RDF, ada beberapa kelebihan dibandingkan dengan sistem yang lain. Mengutip Carbon Collective, berikut sejumlah kelebihannya.

1. Bahan Bakar Alternatif

RDF dapat menghasilkan listrik pada pembangkit listrik. RDF juga dapat menghasilkan panas. Selain itu, RDF dapat berperan sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil, yang merupakan sumber daya tak terbarukan yang menghasilkan emisi gas rumah kaca.

2. Membutuhkan Ruang yang Lebih Sedikit

Selain itu, sistem RDF memakan lebih sedikit ruang karena fasilitas pengolahannya tak membutuhkan lahan seluas tempat pembuangan akhir. Hal ini membantu melestarikan sumber daya lahan yang terbatas.

3. Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

RDF membantu mengimbangi konsumsi bahan bakar fosil dengan mengurangi emisi gas rumah kaca. Hal ini dapat membantu mitigasi perubahan iklim dan emisi karbon.

4. Peningkatan Keamanan Energi

Pada saat bahan bakar fosil semakin berkurang, RDF dapat menjadi energi alternatif yang menjamin akses terhadap sumber daya energi penting. Hal ini menjadikannya sebagai sumber daya yang diperlukan bagi negara-negara yang bergantung pada impor untuk kebutuhan energinya.

5. Keberlanjutan dan Manfaat Lingkungan

RDF mengurangi kebutuhan akan ruang TPA baru untuk membuang sampah. Hal ini membantu melindungi lingkungan dan mendorong praktik pengelolaan limbah berkelanjutan.

Kelemahan RDF

Meskipun memiliki manfaat, terutama dalam pengelolaan sampah, terdapat sejumlah kekurangan dalam sistem refuse derived fuel ini.

1. Pengolahan Awal yang Mahal

Proses teknologi RDF cukup rumit karena berupa pemisahan, pengeringan, pencacahan, dan pengemasan. Pengolahan awal tersebut bisa memakan biaya yang mahal dan memerlukan investasi tinggi dalam peralatan dan infrastruktur.

2. Kontaminasi Racun

Bahan bakar RDF bisa saja mengandung zat pencemar yang jika dibakar menjadi sumber polusi. Hal itu bisa menjadi racun karena mengandung kontaminan seperti bahan berbahaya atau material yang sulit terurai sepenuhnya, yang dapat menimbulkan masalah lingkungan jika tidak diolah dengan benar.

3. Masalah Emisi Karbon

Meskipun lebih ramah lingkungan daripada bahan bakar fosil, pembakaran RDF masih dapat menghasilkan emisi polutan udara, meskipun dalam jumlah yang lebih rendah. Abu pembakarannya menjadi partikel-partikel kecil atau mikroplastik. Zat yang terkandung dalam mikroplastik bisa berdampak negatif pada kesehatan, lingkungan, dan perubahan iklim. Pembakaran sampahnya pun tetap menghasilkan emisi karbon. 

RIZKI DEWI A.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 18 Juni 2024

  • 16 Juni 2024

  • 15 Juni 2024

  • 14 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan