maaf email atau password anda salah


Pengertian Impor dan Ekspor, Tujuan, serta Contohnya di Indonesia

Impor dan ekspor adalah kegiatan perdagangan internasional yang melibatkan pembelian dan penjualan barang atau jasa antarnegara. 

arsip tempo : 171831052234.

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 17 April 2023. Tempo/Tony Hartawan. tempo : 171831052234.

EKSPOR dan impor merupakan istilah dalam dunia perdagangan internasional. Kegiatan ekspor dan impor sangat mempengaruhi pertumbuhan perekonomian suatu negara. Meski demikian, aktivitas ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Untuk mengontrol ekspor dan impor, pemerintah menetapkan regulasi dan tarif.

Meski keduanya saling berkaitan, terdapat perbedaan antara ekspor dan impor. Ekspor merujuk pada aktivitas menjual barang atau jasa dari satu negara ke negara lain. Sedangkan impor adalah kebalikannya, yaitu membeli barang atau jasa dari negara lain dan membawanya ke dalam negeri.

Lalu, apa pengertian, tujuan, dan contoh ekspor-impor di Indonesia? Simak penjelasannya berikut ini. 

Pengertian Impor 

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2021, impor adalah suatu kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean. Secara sederhana, impor diartikan sebagai proses pembelian barang untuk masuk ke dalam suatu negara untuk memenuhi kebutuhan domestik, baik untuk industri maupun masyarakat luas. 

Biasanya, impor dilakukan untuk barang-barang yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri. Kemudian barang yang diimpor akan didistribusikan secara resmi. Keuntungan utama dalam kegiatan impor adalah akses harga barang yang lebih rendah ketimbang produksi di dalam negeri.

Pengertian Ekspor

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2021, ekspor adalah aktivitas mengirim barang keluar dari wilayah pabean. Wilayah pabean Indonesia mencakup daratan, udara, dan perairan, termasuk seluruh zona ekonomi eksklusif (ZEE). Sederhananya, ekspor adalah tindakan menjual barang atau jasa ke negara lain. 

Proses ini biasanya melibatkan volume besar dan pengawasan lintas batas negara. Aktivitas ekspor akan menghasilkan pemasukan devisa bagi negara tersebut.

Aktivitas bongkar muat di PelabuhanTanjung Priok, Jakarta, 17 April 2023. Tempo/Tony Hartawan

Tujuan Impor

Kegiatan impor memiliki tujuan utama dalam memenuhi kebutuhan domestik. Tapi impor juga berperan sebagai bentuk kolaborasi antarnegara. Berikut ini beberapa tujuan impor.

1. Mengimbangi Neraca Pembayaran

Impor memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan neraca pembayaran suatu negara. Dengan mengimpor barang dan jasa yang dibutuhkan, negara dapat memastikan bahwa nilai impor seimbang dengan nilai ekspor, yang membantu menghindari defisit dalam neraca pembayaran. 

2. Mengurangi Pengeluaran Devisa

Selain itu, melalui impor, negara dapat mengurangi pengeluaran devisa untuk memenuhi kebutuhan domestik. Hal ini berarti negara dapat menjaga cadangan devisa lebih stabil, yang sangat penting untuk menghadapi fluktuasi pasar internasional. 

3. Meningkatkan Potensi dan Stabilitas Suatu Negara

Impor berkontribusi meningkatkan potensi ekonomi suatu negara dan mendukung stabilitasnya melalui akses terhadap barang, teknologi, serta bahan baku yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tujuan Ekspor

Kegiatan ekspor dilakukan dengan beberapa tujuan, salah satunya untuk mengendalikan harga produk di pasar internasional. Berikut ini tujuan dan manfaat ekspor.

1. Mengatur Harga Produk

Sebuah negara yang terlibat dalam kegiatan ekspor mampu mengelola harga produk dengan lebih efektif. Hal ini disebabkan oleh kemampuan negara tersebut memanfaatkan surplus produksi komoditas tertentu. Akibatnya, harga produk itu menjadi lebih terkendali di pasar dalam negeri karena produksinya dapat dilakukan dengan mudah dan dalam jumlah cukup besar. 

2. Meningkatkan Devisa Negara

Devisa merujuk pada nilai kekayaan dalam bentuk mata uang asing yang dimiliki suatu negara. Aktivitas ekspor memberikan peluang baru di pasar internasional, yang dapat mendorong pertumbuhan pasar domestik, memperbanyak investasi asing, serta meningkatkan devisa negara.

3. Penciptaan Lapangan Kerja

Secara tidak langsung, kegiatan ekspor dapat menciptakan lapangan kerja baru. Hal ini berarti, ekspor juga memiliki potensi untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan.

Bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 17 April 2023. Tempo/Tony Hartawan

Contoh Impor 

Jenis barang impor biasanya berupa barang konsumsi atau barang jadi, barang modal, bahan baku, dan bahan penolong. Sebagai contoh, Indonesia rutin melakukan impor minyak dari negara-negara Timur Tengah setiap tahun. 

Indonesia juga melakukan kegiatan impor beras yang berasal dari negara-negara seperti Thailand, Vietnam, India, dan Pakistan. Selain itu, Indonesia mengimpor kendaraan bermotor, seperti mobil dan sepeda motor, dari produsen di negara lain karena adanya angka permintaan yang tinggi.

Contoh Ekspor

Di Indonesia, terdapat dua kategori utama ekspor, yaitu ekspor migas dan ekspor nonmigas. Ekspor migas melibatkan komoditas seperti minyak bumi dan gas alam, sedangkan ekspor nonmigas mencakup berbagai hasil pertanian, perkebunan, perhutanan, peternakan, kerajinan, barang industri, dan mineral hasil tambang.

Sebagai contoh, Indonesia melakukan kegiatan ekspor kelapa sawit, kopi, dan karet ke berbagai negara, seperti Malaysia, Cina, Jepang, Jerman, dan Kanada.

RIZKI DEWI AYU

Konten Eksklusif Lainnya

  • 13 Juni 2024

  • 12 Juni 2024

  • 11 Juni 2024

  • 10 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan