maaf email atau password anda salah


HSBC

Potensi dan Tantangan Investasi Asing di Indonesia

Hadir di Jakarta sejak 1884, HSBC menghubungkan Indonesia dengan dunia.

arsip tempo : 171839461432.

Hadir di Jakarta sejak 1884, HSBC menghubungkan Indonesia dengan dunia.. tempo : 171839461432.

Sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, ASEAN semakin dilirik investasi asing. Head of Commercial Banking, South & Southeast Asia HSBC, Amanda Murphy mengungkapkan, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara dengan potensi investasi terbesar. 

“Investor yang sudah ada di Asia Tenggara awalnya masuk ke Singapura, Malaysia, dan Thailand. Tapi sekarang mereka ingin mengembangkan bisnisnya dan melirik Indonesia serta Filipina,” kata Amanda Murphy.

Indonesia menjadi "primadona" di mata para investor berkat pertumbuhan kelas menengahnya yang pesat. Dengan 278 juta penduduk, Indonesia menjadi pasar dengan konsumsi yang terus meningkat. "Bangsa yang demokratis dengan kelas menengah muda yang kini mengonsumsi lebih banyak produk kesehatan, makanan yang lebih bernutrisi, dan merupakan konsumen baru, semua indikator ekonomi ini sangat positif untuk Indonesia ," ucap Amanda Murphy.

Amanda menjelaskan saat ini investasi terbesar datang dari negara-negara sekitar Asia Tenggara yakni Hong Kong, China, India, dan Australia. Para pemilik bisnis dari negara-negara itu berharap bisa mengembangkan rantai pasokan ke Asia Tenggara dan tumbuh secara organik. Asia Tenggara bahkan menjadi pasar ekspor terbesar China saat ini. 

Tak cuma negara-negara sekitar Asia Tenggara, Inggris, Perancis, Jerman, dan Amerika Serikat juga disebut ingin menggali potensi yang sama. "Beberapa hal yang membuat mereka tertarik berinvestasi ke sini karena kemampuan SDM-nya, ekonomi digital, dan upah yang kompetitif," ujar Amanda.

Sebagai salah satu bank internasional yang didirikan sejak tahun 1884 di Indonesia, HSBC punya kekuatan dalam melihat potensi-potensi ini. Dengan jaringan perdagangan terbesar di dunia, HSBC menghubungkan pasar dengan pertumbuhan yang baik seperti Indonesia, dengan potensi investasi.

"Kami berkomitmen untuk menghubungkan dunia ke Indonesia, dan juga menghubungkan Indonesia ke dunia," kata Amanda.

Amanda yakin dengan pemahaman lokal yang mumpuni dan jaringan yang kuat, HSBC bisa membantu proses pertumbuhan bisnis di seluruh dunia. “Misalnya di sini di Indonesia, kami bermitra dengan Kementerian Investasi Indonesia untuk membantu memfasilitasi perdagangan ke Indonesia,” kata Amanda.

Meski punya segudang potensi, ASEAN termasuk Indonesia juga tentu menghadapi tantangan. Amanda menyebut meski ASEAN termasuk tangguh saat pandemi, saat ini berbagai negara di seluruh dunia khususnya Asia Tenggara harus menghadapi inflasi, volatilitas nilai tukar, dan lonjakan suku bunga.

“Bagi bisnis, mereka juga punya kekhawatiran soal skill. Terutama digital skills dan pemahaman soal keberlanjutan,” ujar Amanda.

Amanda juga membagikan perkiraan pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara di masa mendatang. Dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi antara 2.1 hingga hampir 6 persen saat ini, Asia Tenggara sangat diminati untuk investasi. Apalagi jika dibandingkan dengan pertumbuhan Eropa yang 0 persen, atau Inggris dan Amerika Serikat yang kurang dari 1 persen.

“Dan ketika saya melihat Indonesia, jumlah perusahaan yang sudah beroperasi di sini, sangat sangat tinggi, lebih tinggi dari banyak negara lain. Sehingga kami sangat optimis tentang Indonesia,” ujar Amanda. 

Konten Eksklusif Lainnya

  • 14 Juni 2024

  • 13 Juni 2024

  • 12 Juni 2024

  • 11 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan