maaf email atau password anda salah


Mengenal Aset Kripto: Pengertian, Kekurangan, dan Kelebihannya

Mengenal aset kripto sebagai salah satu instrumen investasi yang tengah naik daun di Indonesia. Dari pengertian hingga kekurangan dan kelebihannya.

arsip tempo : 171853614254.

Ilustrasi koin kripto, 23 Mei 2023. REUTERS/Dado Ruvic. tempo : 171853614254.

Cryptocurrency atau mata uang kripto dikenal sebagai bentuk alat tukar baru yang diminati sebagian orang. Aset kripto sebagai bentuk mata uang digital dikenal dan digunakan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Tapi sebenarnya, apa itu aset kripto? Apa saja kekurangan dan kelebihannya? Untuk lebih jelasnya, simak informasi berikut.

Apa Itu Kripto?

Aset kripto adalah mata uang digital yang menggunakan teknologi kriptografi untuk mengamankan transaksi. Kriptografi memastikan bahwa uang kripto tidak dapat dipalsukan atau digunakan secara ganda, sehingga pemiliknya terlindungi dari potensi kecurangan.

Aset kripto didukung teknologi blockchain. Teknologi ini menjamin keamanan transaksi secara online meskipun tanpa menggunakan campur tangan pihak ketiga. Uang kripto dilindungi algoritma dan enkripsi dan kriptografi yang mengacu pada teknologi blockchain.

Saat ini, ada ribuan aset kripto yang beredar di pasar global. Setiap koin kripto memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Tidak semua koin kripto sah di dunia. Dari sekian banyak uang kripto yang ada, dua yang paling populer adalah Bitcoin dan ETH atau Ethereum.

Di beberapa tempat, koin kripto yang sah, seperti BTC dan ETH, dapat digunakan untuk pembelian barang, perdagangan, atau investasi. Selanjutnya, koin yang diterbitkan oleh perusahaan atau platform tertentu dapat digunakan untuk belanja di platform tersebut.

Aset kripto ternyata juga dapat dirupiahkan. Di Indonesia, sebagian besar platform aset kripto memungkinkan pengguna menukar aset kripto menjadi rupiah. Proses ini biasanya melibatkan pertukaran aset kripto ke mata uang digital lainnya, seperti Bitcoin, lalu menukar Bitcoin menjadi rupiah melalui platform tertentu.

Ilustrasi mata uang kripto, 10 November 2022. REUTERS/Dado Ruvic

Perkembangan Kripto di Indonesia

Mata uang kripto memasuki pasar perdagangan Indonesia pada 2013 dengan hanya tiga exchanger yang melakukan transaksi Bitcoin. Sejak itu, penggunaan dan adopsi aset kripto terus mengalami pertumbuhan yang pesat di Indonesia.

Menurut Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)—lembaga di bawah Kementerian Perdagangan yang mengawasi transaksi mata uang kripto—pada 2021 terdapat sekitar 4,2 juta investor aktif aset kripto di Indonesia. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat jumlah investor saham Indonesia yang terdaftar, yang mencapai 2 juta.

Dasar hukum untuk mata uang kripto di Indonesia diatur oleh Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto yang dikeluarkan oleh Bappebti.

Selain itu, Bappebti mengeluarkan peraturan lain pada 2020, yaitu Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Peraturan ini mencantumkan 229 jenis mata uang kripto yang legal untuk diperdagangkan di Indonesia.

Di Indonesia, Bitcoin telah diberikan legalitas dan diatur oleh Kementerian Perdagangan. Indodax merupakan salah satu platform perdagangan kripto daring yang saat ini telah terdaftar di Bappebti.

Pada 17 Juli lalu, Bappebti menetapkan pendirian bursa kripto sebagai Bursa Berjangka Aset Kripto kepada PT Bursa Komoditi Nusantara. Hal itu tertuang dalam Keputusan Kepala Bappebti Nomor 01/BAPPEBTI/SP-BBAK/07/2023. Bappebti juga menetapkan PT Kliring Berjangka Indonesia sebagai penjaminan dan penyelesaian perdagangan kripto, serta PT Tennet Depository Indonesia sebagai depository atau pengelola tempat penyimpanan aset kripto.

Pendirian bursa dilakukan untuk menjamin kepastian hukum dan melindungi masyarakat sebagai investor kripto.

Ilustrasi koin kripto, 8 Juni 2023. REUTERS/Dado Ruvic

Kekurangan dan Kelebihan Kripto

Seiring dengan berkembangnya kripto sebagai alat tukar, ternyata mata uang kripto juga memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan yang perlu diketahui. Berikut penjelasannya.

Kelebihan Kripto

1. Dalam buletin Bappebti, disebutkan bahwa salah satu kelebihan aset kripto adalah kemudahan akses dan transaksi. Aset kripto menggunakan sistem terdesentralisasi, sehingga mampu menghilangkan titik lemah sistem perbankan dengan menyediakan akses langsung ke konsumen tanpa perantara pihak ketiga.

2. Transaksi aset kripto dilindungi oleh teknologi kriptografi yang kuat, sehingga hampir tidak mungkin untuk dipalsukan.

3. Transaksi kripto dapat dilakukan di seluruh dunia dengan biaya rendah dan tanpa batasan geografis.

4. Semua transaksi kripto dicatat dalam blockchain yang bisa diakses secara publik dan terbuka untuk semua orang.

5. Nilai aset kripto dapat mengalami kenaikan yang signifikan dalam jangka waktu tertentu, sehingga menawarkan peluang bagi investor untuk mendapatkan keuntungan.

Kekurangan Kripto

1. Nilai aset kripto dapat berfluktuasi dengan sangat cepat, menyebabkan risiko tinggi bagi para pemegangnya.

2. Penerimaan aset kripto sebagai alat pembayaran masih terbatas, sehingga penggunaannya masih terbatas.

3. Jika kunci pribadi yang digunakan untuk mengakses aset kripto hilang atau dicuri, akses ke aset tersebut juga akan hilang.

RIZKI DEWI

Konten Eksklusif Lainnya

  • 16 Juni 2024

  • 15 Juni 2024

  • 14 Juni 2024

  • 13 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan