maaf email atau password anda salah


Daftar Saham IPO pada 2023, Cinema XXI Antre Masuk

Daftar saham IPO sepanjang 2023 dari berbagai emiten telah melantai di BEI. Cinema XXI, emiten dari sektor hiburan masuk dalam antrean.

arsip tempo : 171827497038.

Tambang nikel PT Sulawesi Cahaya Mineral yang 51 persennya milik PT Merdeka Battery Materials Tbk di Konawe, Sulawesi Tenggara. merdekabattery.com. tempo : 171827497038.

Memasuki pertengahan Juli 2023, tercatat 49 emiten melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dan berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan-perusahaan yang masuk daftar saham IPO tersebut berasal dari berbagai sektor, dari transportasi, logistik, hingga teknologi.

Berdasarkan laman e-IPO, saat ini ada enam perusahaan yang bersiap melantai di BEI dengan tahapan book building. Bagi Anda yang berencana berinvestasi, terdapat beberapa emiten yang melakukan IPO pada tahun ini. Berikut ini daftar sembilan dari 49 perusahaan yang sudah IPO pada 2023 dan satu perusahaan yang bersiap IPO, yakni PT Nusantara Sejahtera Raya atau Cinema XXI.

1. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)

PT Merdeka Battery Materials Tbk didirikan pada 2019 dengan nama PT Hamparan Logistik Nusantara. Kemudian perusahaan ini menjadi anak perusahaan Merdeka Copper Gold dan mengubah namanya menjadi Merdeka Battery Materials. Saat ini, fokus utama MBMA adalah sebagai perusahaan induk untuk sekelompok bisnis yang bergerak di sektor pertambangan nikel dan mineral lainnya. MBMA mengadakan IPO dengan harga Rp 795 per saham pada 18 April lalu. Dalam transaksi korporasi ini, MBMA mengeluarkan 110 juta lot. 

2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) didirikan pada 29 September 2015. AMMN beroperasi sebagai perusahaan holding dan memberikan layanan konsultasi manajemen lainnya. AMMN melakukan penawaran umum perdana saham dengan melepas 6,32 miliar saham dengan harga akhir Rp 1.695 per saham. Saham AMMN resmi tercatat di BEI pada 7 Juli lalu.

3. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) 

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan nikel dan industri hilir di Pulau Obi, Maluku Utara. Didirikan pada 2004, perusahaan ini memulai operasinya pada 2010. NCKL merupakan bagian dari Grup Harita. Fokus utama perusahaan adalah proyek Obi Industrial State, yang menghasilkan nikel untuk keperluan produksi stainless steel, campuran baja, industri otomotif, industri baterai, produksi koin, dan sebagainya. Pada 12 April 2023, saham NCKL mulai melantai di bursa.

Harga saham NCKL pada saat itu berada di bawah harga penawaran umum perdana sebesar Rp 1.250 per saham. Dalam rangka IPO tersebut, perusahaan menawarkan 8 miliar saham dan berhasil mengumpulkan dana segar Rp 10 triliun.

4. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR)

Perusahaan ini awalnya didirikan pada 23 November 2007 dengan nama PT Bakrie Steel Industries. Saat ini, kegiatan usaha perusahaan berfokus pada perdagangan mobil dan sepeda motor baru, termasuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Pada 19 Juni lalu, VKTR secara resmi mencatatkan sahamnya di bursa. Dalam penawaran umum perdana, harga akhir saham grup Bakrie tersebut adalah Rp 100 per saham, dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya 87,5 juta saham.

Pencatatan saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Papan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 19 Juni 2023. vktr.id

5. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini berfokus pada pengembangan dan pengelolaan proyek-proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di berbagai lokasi di Indonesia. Dalam penawaran perdananya, Pertamina Geothermal Energy melepas 10,35 miliar saham yang mewakili 25 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO. Melalui aksi korporasi ini, perusahaan berhasil mengumpulkan dana segar Rp 9,05 triliun. Harga akhir IPO PGEO ditetapkan sebesar Rp 875 per saham. Saham PGEO secara resmi tercatat di BEI pada 24 Februari lalu.

6. PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS)

PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) didirikan pada 1 April 2009. Perusahaan ini beroperasi di sektor pertanian dan perkebunan kelapa sawit. NSSS menjadi kode saham terdaftar perusahaan di bursa. NSSS menetapkan harga penawaran umum perdana sebesar Rp 127 per saham. Dalam IPO ini, NSSS menerbitkan 3,56 miliar saham baru. Resmi melantai di bursa pada 10 Maret lalu, perseroan mengumpulkan dana segar Rp 453,16 miliar.

7. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) secara resmi tercatat di BEI pada 8 Maret lalu. Perusahaan ini merupakan afiliasi dari taipan Prajogo Pangestu dan menjadi emiten ke-24 yang terdaftar di bursa. Dalam penawaran umum perdana, CUAN menetapkan harga Rp 220 per saham. Dana segar yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk anak usaha CUAN, yaitu PT Tamtama Perkasa. PT Tamtama Perkasa akan melepas maksimal 1,69 miliar saham dengan nilai nominal Rp 200 per saham. Jumlah tersebut mewakili 15,03 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

8. PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI)

Daftar saham IPO selanjutnya adalah MAXI, yang merupakan perseroan produsen makanan ringan berbahan dasar umbi-umbian tropis untuk tujuan ekspor ke Amerika, Eropa, Australia, dan Cina. Perusahaan ini didirikan pada 1977. PT Maxindo Karya Anugerah Tbk resmi terdaftar di BEI pada 12 Juni lalu. Dalam penawaran umum perdana saham, MAXI berhasil mengumpulkan dana segar Rp 100 miliar dengan melepas 1 miliar saham. Seluruh dana tersebut akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan.

9. PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL)

SMIL adalah sebuah perseroan yang bergerak di bidang rental forklift. Perusahaan ini didirikan pada 2006 dan awalnya memiliki sekitar 100 forklift diesel dengan merek Toyota, Caterpillar, dan TCM, dengan kapasitas 2,5-15 ton. Forklift ini dipasarkan melalui workshop di Gemalapik, Cikarang. Pada 12 Mei lalu, SMIL resmi terdaftar di BEI dan mengadakan penawaran umum perdana dengan harga Rp 100 per saham. Dalam IPO ini, SMIL menawarkan 1,75 miliar saham atau setara dengan 20 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor. SMIL pun berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp 175 miliar.

PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL). sml.co.id

10. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA)

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, atau yang dikenal dengan nama Cinema XXI, merupakan operator jaringan bioskop terbesar di Indonesia. Bisnis utama Cinema XXI meliputi jaringan bioskop, penjualan makanan dan minuman (F&B), serta penyelenggaraan acara dan periklanan. Perusahaan ini berencana go public di pasar saham Indonesia pada Agustus mendatang. Saat listing, perusahaan ini akan menggunakan kode saham CNMA.

Berdasarkan jadwal yang tercantum dalam prospektus, Jumat, 14 Juli 2023, menjadi batas waktu penawaran awal. Namun masih akan ada periode penawaran umum yang berlangsung pada 27-31 Juli mendatang. Melalui penawaran umum perdana ini, CNMA akan mengeluarkan saham baru sebanyak-banyaknya 8,33 miliar saham, yang mewakili kepemilikan publik atau free float sebesar 10 persen dari total modal yang telah ditempatkan dan disetor. Rentang harga penawaran saham adalah Rp 270-288 per saham. Dengan demikian, potensi dana segar yang dapat tercapai jika penawaran ini berhasil diserap penuh sebesar Rp 2,2-2,4 triliun serta potensi kapitalisasi pasar mencapai Rp 22,5-24 triliun.

RIZKI DEWI A.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 13 Juni 2024

  • 12 Juni 2024

  • 11 Juni 2024

  • 10 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan