maaf email atau password anda salah


8 Saham Emiten Tambang Emas yang Bisa Dijadikan Pilihan Investasi, Beserta Profil dan Kinerjanya

Deretan saham emiten emas yang bisa dijadikan pilihan investasi beserta profil dan kinerjanya. Simak selengkapnya.

arsip tempo : 171911609651.

Petugas menunjukkan emas batangan di Butik Emas Antam, Pulo Gadung, Jakarta, 10 Januari 2023. Tempo/Tony Hartawan. tempo : 171911609651.

Bagi investor pemula, saham emiten tambang emas menjadi instrumen yang banyak diincar karena dianggap memberikan keuntungan yang menjanjikan. Kenaikan harga emas dunia dalam sepekan terakhir pun dinilai membuat saham emiten emas menarik bagi investor. Pekan lalu, harga emas dunia sempat menyentuh rekor tertinggi di US$ 2.085,40 per ons (ounce).  

Sebelum memutuskan berinvestasi saham emiten emas, Anda perlu mengetahui emiten tambang emas yang ada di Indonesia. Pasalnya, ada banyak perusahaan pertambangan emas yang tersebar di Indonesia. Untuk itu, berikut ini delapan saham perusahaan tambang emas yang bisa dijadikan pilihan menarik untuk berinvestasi. 


1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan logam yang berbasis di Indonesia. Didirikan pada1968, emiten berkode ANTM ini berfokus pada eksplorasi, penambangan, pengolahan, dan pemasaran mineral, salah satunya emas. Antam memiliki beberapa tambang di Indonesia, termasuk tambang emas Pongkor dan Cibaliung.

Melansir laman resmi Antam, pada periode triwulan I 2023, kinerja keuangan ANTM tumbuh sangat positif. Hal itu tecermin dari capaian earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA). Pada periode tersebut, total penjualan Antam tercatat Rp 11,59 triliun, meningkat 19 persen dibanding pada periode sebelumnya yang sebesar Rp 9,75 triliun. Berdasarkan segmentasi komoditas, penjualan produk emas menjadi kontributor terbesar terhadap total penjualan bersih Rp 7,01 triliun (60 persen). 


2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

PT Merdeka Copper Gold Tbk merupakan perusahaan pertambangan emas dan tembaga yang berbasis di Indonesia. Didirikan pada 2012, Merdeka memiliki beberapa tambang di Indonesia, termasuk tambang emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, serta tambang emas Wetar di Maluku Barat Daya. Selain itu, emiten berkode MDKA ini memiliki saham mayoritas di PT Bumi Suksesindo (BSI), yang memiliki tambang emas di Sumatera Selatan.

Kinerja MDKA mulai membaik pada semester I 2022. Pada periode tersebut, emiten produsen emas dan tembaga ini membukukan laba bersih senilai US$ 96,79 juta. Jumlah itu naik sekitar 1.549 persen dibanding pada 2021 yang hanya US$ 5,86 juta. Mengutip laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia, penjualan emas, perak, katoda tembaga, dan feronikel kepada pihak ketiga ekspor mendominasi penjualan MDKA, yakni sebesar US$ 304,82 juta.


3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 

PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco Energi) merupakan perusahaan energi terpadu Indonesia yang berfokus pada eksplorasi, pengembangan, produksi, serta distribusi minyak, gas bumi, dan energi terbarukan. Didirikan pada 1980, Medco berkembang menjadi perusahaan multinasional dan memiliki beberapa unit bisnis, termasuk Medco Upstream Indonesia yang bergerak di bidang eksplorasi serta produksi minyak dan gas bumi, Medco Power Indonesia yang bergerak di bidang pembangkit listrik, serta Medco Renewables yang bergerak di bidang energi terbarukan.

Mengutip laman resminya, PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan kinerja keuangan 2022 yang telah diaudit. Pada 2022, laba bersih emiten berkode MEDC ini mencapai US$ 531 juta atau naik lebih dari 10 kali lipat dibanding pada tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA MEDC meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun ke tahun mencapai US$1.593 juta. 

Emas batangan ukuran 5 gram di Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

4. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 


PT Archi Indonesia Tbk merupakan produsen emas dan perak yang berbasis di Indonesia. Didirikan pada 2004, Archi memiliki beberapa tambang emas di Indonesia, termasuk Tambang Emas Pongkor di Bogor dan Tambang Emas Toka Tindung di Sulawesi Utara.

Mengutip laman resminya, dalam Laporan Kinerja Keuangan Sembilan Bulan Tahun 2022, kinerja produksi emas pada tahun tersebut lebih rendah dibanding sebelumnya. Rata-rata kadar bijih emas yang diproses mencapai 1,02 g/t, lebih rendah 43 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu sebesar 1,81 g/t. Dengan begitu, produksi emas menjadi lebih rendah 39 persen sebesar 80,5 kilo ons dibanding 132,0 kilo ons pada periode yang sama tahun sebelumnya.  


5. PT Bumi Resources Minerals (BRMS) 


PT Bumi Resources Minerals Tbk merupakan perusahaan tambang dan eksplorasi mineral yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Perusahaan yang termasuk dalam bursa saham emas di Indonesia ini didirikan pada 1973 dengan nama PT Bumi Modern. Pada 2010, perusahaan ini berganti nama menjadi PT Bumi Resources Minerals Tbk. BRM berfokus pada eksplorasi, pengembangan, serta produksi mineral, termasuk tembaga, emas, perak, dan seng. Perusahaan ini memiliki beberapa proyek pertambangan di Indonesia, termasuk proyek tambang tembaga dan emas di Kalimantan dan Sulawesi serta proyek tambang seng di Sumatera.

Kinerja Bumi Resources sepanjang periode kuartal pertama 2023 cukup tinggi. Berdasarkan pembukuannya, perusahaan ini menorehkan pendapatan US$ 5,8 juta pada periode Januari-Maret 2023. Jumlah tersebut naik 96 persen dari pendapatan pada periode yang sama tahun lalu yang hanya US$ 2,96 juta. Sepanjang tiga bulan pertama 2023, produksi emas BRMS naik 92 persen menjadi 79 kg dari sebelumnya hanya 41 kg pada periode yang sama tahun lalu.


6. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) 

PT J Resources Asia Pasifik Tbk merupakan perusahaan yang mengelola pertambangan emas dan logam mulia lain di wilayah Australasia. Perusahaan ini dikendalikan oleh Jimmy Budiarto selaku pemegang saham dan mulai beroperasi sejak 2002. J Resources memiliki beberapa proyek tambang emas yang tersebar di Indonesia, seperti di Sulawesi Tengah, Jambi, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. 


Selama sembilan bulan pertama 2022, kinerja emiten berkode PSAB ini menurun 83,03 persen dengan mencatatkan rugi bersih senilai US$ 2,7 juta. Sementara itu, pada kuartal ketiga 2022, nilai penjualan tercatat hanya senilai US$ 77,07 juta atau melorot 59,81 persen dibanding pada periode yang sama 2021 sebesar Rp 191,78 juta. Dengan begitu, laba bruto per kuartal ketiga 2022 menjadi US$ 29,5 juta. 


7. PT United Tractors Tbk (UNTR) 


PT United Tractors Tbk Tbk (UT) merupakan perusahaan terkemuka di Indonesia yang bergerak di bidang distribusi alat berat, pertambangan, dan konstruksi. Perusahaan ini didirikan pada 1972 dan memiliki bisnis pertambangan melalui anak perusahaan bernama PT Pamapersada Nusantara. Saat ini perusahan dengan kode saham emas UNTR tersebut menjadi salah satu yang terbesar di BEI. 


Mengutip laman Bursa Efek Indonesia, untuk segmen bisnis pertambangan emas melalui anak usahanya, PT Agincourt Resources, UNTR menjual 95.300 gold equivalent ounces (GEOs). Penjualan ini naik 0,5 persen dibanding perolehan pada periode yang sama tahun lalu, sebesar 94.800 GEOs.

Namun, selama 11 bulan pertama tahun 2022, UNTR mencatat terjadi penurunan di segmen tambang emas Martabe, yakni sebesar 263.492 GEOs. Jumlah ini menurun 14,26 persen dari penjualan pada periode yang sama tahun lalu, yakni 307.327 GEOs. Meski begitu, penjualan emas pada November 2022 stabil di angka 24.000 GEOs, sama seperti penjualan pada bulan sebelumnya.

8. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)


PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) bergerak di bidang manufaktur dan perdagangan perhiasan emas. Perusahaan ini memiliki jaringan distribusi pemasaran produk dengan grosir, pengecer, dan toko sendiri dengan nama Claudia, Celine Jewellery Brand, dan ACC Jewellery.

Pada kuartal pertama 2023, emiten perhiasan emas dan logam mulia berkode HRTA ini membukukan penjualan neto Rp 2,11 triliun. Nilai tersebut meningkat sebesar 54 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 1,37 triliun. Kenaikan angka penjualan tersebut bersumber dari perhiasan dan logam mulia grosir Rp 1,96 triliun serta perhiasan dan logam mulia toko Rp 139,79 miliar. 

RiIZKI DEWI | VIVIA AGARTA F.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 23 Juni 2024

  • 22 Juni 2024

  • 21 Juni 2024

  • 20 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan