Percepat NZE, Indonesia Energy Transition Outlook Diluncurkan

Dokumen outlook ini merinci jalur komprehensif untuk pengembangan sistem energi yang berkelanjutan dan lebih bersih di Indonesia.#InfoTempo

Iklan

Selasa, 25 Oktober 2022

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi bekerja sama dengan International Renewable Energy Agency (IRENA) berhasil menyusun dan meluncurkan Indonesia Energy Transition Outlook (IETO). Dokumen hasil kerja sama ini menjadi salah satu wujud komitmen Pemerintah dalam upaya pencapaian target pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE).

“Apresiasi dan terima kasih kepada IRENA yang telah mendukung kami dalam mengembangkan Indonesia Energy Transition Outlook, yang mencakup semua opsi yang memungkinkan bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi guna mencapai target NZE,” kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Dadan Kusdiana, Jumat, 21 Oktober 2022. 

Dokumen outlook ini, lanjut Dadan, merinci jalur komprehensif untuk pengembangan sistem energi yang berkelanjutan dan lebih bersih di Indonesia. “Roadmap ini terdiri dari beberapa strategi untuk mencapai target percepatan pengembangan EBT dan NZE.” 

Menurutnya, transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan akan memungkinkan Indonesia untuk beralih dari ekonomi berbasis karbon ke ekonomi hijau. “Kita harus bertindak berdasarkan strategi taktis untuk mencapai target nasional kita sebesar 23 persen EBT dalam Bauran Energi Nasional pada tahun 2025,” ujar Dadan.

Dalam jangka pendek, Pemerintah Indonesia telah menerapkan beberapa strategi seperti membangun kapasitas EBT on-grid baru berdasarkan Rencana Pengembangan Ketenagalistrikan PLN (RUPTL 2021 – 2030), implementasi PLTS Atap, konversi PLTD menjadi EBT, mandatori bahan bakar nabati, eksplorasi panas bumi, dan pemanfaatan EBT off-grid lainnya. Sementara untuk strategi jangka panjang, Kementerian ESDM telah bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menyusun peta jalan untuk mencapai netralitas karbon di sektor energi pada tahun 2060 atau lebih cepat. 

Direktur IRENA Gurbuz Gonul menuturkan, dokumen IETO ini merekomendasikan perubahan komposisi bauran energi negara, dari yang didominasi oleh energi fosil mejadi yang bersumber pada energi terbarukan. Dalam dokumen ini menyajikan tiga kemungkinan jalur dekarbonisasi untuk Indonesia, di mana setiap skenarionya menunjukkan bagaimana ketersediaan teknologi utama dapat mempengaruhi perjalanan dekarbonisasi untuk memungkinkan perspektif yang seimbang dari dampak mengandalkan teknologi yang berbeda.

Berita Lainnya