Kepala BP Batam Kembangkan Infrastruktur Demi Mendatangkan Investasi

Pembangunanan serta pengembangan berbagai infrastruktur utama dan pendukung, terus dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam demi mendukung kegiatan investasi di Batam. Adapun pembangunan yang akan dilakukan BP Batam, yakni pembangunan terminal satu dan gudang di Bandara Hang Nadim. Kemudian, pembangunan container yard (CY) di pelabuhan Batuampar. Selanjutnya, mengembangkan Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dan sekitarnya menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) zona kesehatan.

Tempo

Kamis, 12 Agustus 2021

BATAM - Pembangunan serta pengembangan berbagai macam infrastruktur utama dan pendukung, terus dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam demi mendukung kegiatan investasi di Batam.

Adapun pembangunan yang akan dilakukan BP Batam yakni pembangunan Terminal Satu dan gudang kargo di Bandara Hang Nadim. Kemudian, pembangunan container yard (CY) di Pelabuhan Batuampar.

Selanjutnya, mengembangkan Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dan sekitarnya menjadi Kawasan Ekonomi Kesehatan (KEK) zona kesehatan.

"BP Batam sudah menandatangani kerja sama dengan Angkasa Pura I, Incheon dan Wika. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, saya harap ada pembangunan terminal satu, dan gudang kargo dirombak," kata Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Selasa, 10 Agustus 2021, di Gedung Pena Hall, Batam Centre.

Muhammad Rudi, Kepala BP Batam.

Ia percaya, ketika pengembangan bandara berjalan semestinya, maka akan meningkatkan prestise dari Batam. Tentu saja bukan karena bandara yang jadi semakin profesional, tapi juga karena arus mobilitas penumpang dan barang juga akan meningkat. Membidik jalur penerbangan internasional pun bukanlah perkara sulit lagi. Adapun nilai investasi dari pengembangan bandara ini senilai Rp 6,8 triliun.

"Mengenai pelabuhan, kita akan bereskan. Kita akan bangun container yard (CY) untuk menampung kontainer. Lalu RSBP Batam. Lokasinya seluas 42 hektar. Kalau selesai, maka Sekupang akan jadi lokasi wisata kesehatan, dan betul-betul bisa jadi kebanggaan warga Batam. Kalau tiga (pelabuhan, bandara, RS BP) ini jalan, BP Batam dapat hasil melebihi target, begitu juga masyarakat. Semua sektor akan merasakannya," jelasnya.

Dengan pembangunan CY di Pelabuhan Batu Ampar, maka kapasitas akan naik dari 420 ribu TEUs jadi jutaan TEUs. Pendapatan per tahun dari pelabuhan di Batam yang selama ini sekitar Rp 400 miliar per tahun, akan meningkat.

Sementara itu, untuk mendukung KEK kesehatan, langkah awal dimulai dengan melengkapi RS BP Batam dengan peralatan medis terbaru, yakni CT Scan.

Computed Tomography (CT) scan adalah prosedur yang menggabungkan serangkaian gambar X-ray yang diambil dari berbagai sisi di sekitar tubuh seseorang.

Pemeriksaan ini menggunakan komputer untuk membuat gambar cross-sectional tulang, pembuluh darah, dan jaringan lunak yang ada di dalam tubuh orang tersebut. Prosedur ini menunjukkan gambar yang lebih detail daripada X-ray biasa.

Menurut Rudi, seluruh pembangunan ini diperlukan untuk meyakinkan investor agar mau menanamkan modalnya di Batam. Salah satu investor besar yang berinvestasi di Batam, yakni Sunseap dari Singapura.

Sunseap telah menandatangani fakta kerja sama dengan BP Batam senilai Rp 29 triliun. Investor dari negeri jiran ini akan membangun pembangkit listrik bertenaga surya di atas permukaan Waduk Duriangkang.

"Mereka mau gunakan tenaga surya yang merupakan tenaga listrik terbarukan. Tidak gunakan mesin, hanya gunakan panel-panel, menyerap pantulan sinar matahari. Betul-betul tenaga hijau yang tidak ganggu ekosistem dunia," katanya.

Setelah investasi Sunsep masuk, Rudi mengungkapkan bahwa ada lagi lima perusahaan besar yang tengah mengantri, agar bisa melakukan audiensi dengan dirinya.

"Kami memang buka kesempatan kepada siapapun untuk berinvestasi di Batam," ungkapnya.

Berita Lainnya