Ilmu dan Teknologi

Pesawat Anti-Petir

Edisi, 11 Maret 2020

Menyetrum pesawat bisa mengurangi risiko tersambar petir ketika terbang.

Dalam penerbangan selalu ada risiko saat melintasi wilayah udara dalam cuaca buruk. Dalam kondisi ini, sambaran petir merupakan salah satu rintangan besar yang dihadapi.

Sekitar 90 persen sambaran petir dipicu oleh pesawat itu sendiri. Bagian eksterior yang konduktif memancing petir ketika terbang melewati badai. Seperti ditulis Massachusetts Institute of Technology (MIT), sambaran petir berpotensi merusak struktur luar pesawat dan peralatan elektronik di bagian dalam.

Pesawat kemungkinan besar disambar petir ketika melintasi awan badai kumulonimbus. Ketinggian awan badai yang bermuatan listrik ini berkisar 2-5 kilometer. Pesawat yang pernah tersambar petir biasanya akan diperiksa dengan saksama sebelum digunakan kembali.

Para insinyur MIT merancang cara baru mengurangi risiko disambar petir, yakni menyetrum pesawat dari dalam. "Kami berusaha membuat pesawat sekebal mungkin dalam menghadapi petir," kata Jaime Peraire, Kepala Departemen Aeronautika dan Astronautika MIT. Ibarat vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia.

Dalam pemodelan yang dikerjakan tim peneliti MIT, risiko pesawat yang sudah disetrum tersambar petir menurun. Hasil studi yang disponsori perusahaan penerbangan Boeing ini dilaporkan dalam American Institute of Aeronautics and Astronautics Journal.

Ide menyetrum pesawat ini muncul untuk mengimbangi kondisi medan listrik di bagian luar pesawat. Saat melintasi kawasan badai, medan listrik akan terpolarisasi. Ada bagian pesawat yang didominasi muatan listrik positif. Di bagian lain lebih banyak mengandung muatan listrik negatif.

Dalam skenario itu, pesawat akan disetrum sebentar dengan perangkat di dalam pesawat untuk menyeimbangkan kondisi medan listrik. Dengan demikian, kondisi perbedaan muatan yang kritis dan memicu sambaran petir bisa dihindari.

Para peneliti MIT kini berusaha mempercepat waktu tanggap perangkat internal untuk menyetrum sebelum pesawat disambar petir. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa sistem bisa "menyengat" pesawat dan membangun sistem perlindungan kurang dari sedetik.

Meski sambaran petir tak terelakkan, para penumpang tetap aman karena kabin memiliki sistem insulasi kelistrikan yang sangat baik. Saat pesawat disambar petir, mungkin ada suara benturan kecil atau kilatan cahaya terang dari jendela.

Namun penumpang tetap aman. Mereka tidak akan tersengat listrik karena konstruksi pesawat dirancang untuk menahan sekaligus mengalirkan aliran listrik dari petir.

Menurut Manu Haddad, peneliti di Morgan-Botti Lightning Laboratory di Universitas Cardiff, Wales, ada kemungkinan bagian bodi pesawat yang dihantam petir sedikit meleleh. "Umumnya sambaran petir tidak meninggalkan jejak sama sekali," katanya.

Bodi pesawat juga dirancang mampu menahan serangan petir yang sangat kuat. Bagian tangki bahan bakar di sayap pesawat pun dirancang lebih kuat. Lempeng metal, penghubung antarbagian, pintu akses, lubang ventilasi, hingga tutup tangki mampu menahan serbuan panas petir yang bisa mencapai 30 ribu derajat Celsius.

Pesawat terbang modern dibuat dari material karbon komposit nonmetal yang sangat ringan. Material ini dibungkus lapisan tipis tembaga, membentuk sistem pelindung yang dikenal sebagai tameng Faraday. Ruang di dalam tabung metal pesawat, tempat para penumpang duduk, terlindungi dari aliran sengatan listrik.

Carmen Guerra-Garcia, peneliti MIT, mengatakan sekitar 50 persen konstruksi pesawat terdiri atas bahan komposit. Meski jauh lebih ringan, material ini rentan rusak ketika disambar petir dibanding lempeng logam. Selubung jala logam tembaga ringan bisa mengurangi risiko itu.

"Lebih mahal memperbaiki pesawat dengan struktur komposit ketimbang metal," kata Guerra-Garcia. "Karena itulah riset tentang petir terus berkembang." MIT | SCIENTIFIC AMERICAN | USA TODAY | FIRMAN ATMAKUSUMA


Pesawat Anti-Petir

Dalam penerbangan selalu ada risiko saat melintasi wilayah udara dalam cuaca buruk. Dalam kondisi ini, sambaran petir merupakan salah satu rintangan besar yang dihadapi.

Sekitar 90 persen sambaran petir dipicu oleh pesawat itu sendiri. Bagian eksterior yang konduktif memancing petir ketika terbang melewati badai. Seperti ditulis Massachusetts Institute of Technology (MIT), sambaran petir berpotensi merusak struktur luar pesawat dan peralatan ele

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Berita Terkait