Cover Story

Peluang Besar Ekonomi Digital

Edisi, 22 November 2018

Indonesia berpotensi meraup porsi terbesar investasi Rp 730 triliun.

Besar Ekonomi Digital

JAKARTA – Indonesia berpeluang merebut porsi terbesar dari pendanaan ekonomi digital di Asia Tenggara, yang diperkirakan mencapai US$ 50 miliar (Rp 730 triliun) pada 2025. Managing Director Plug and Play Indonesia, Wesley Harjono, mengatakan perusahaan rintisan (start-up) Indonesia bahkan mampu menyerap seluruh potensi dana tersebut. "Kualitas bisnis dan inovasi start-up Tanah Air berkembang sangat pesat dan atraktif," kata dia kepada Tempo, kemarin.

Menurut Wesley, pendanaan tak melulu datang dari luar negeri. Investor nasional pun kian marak mengucurkan modal untuk start-up. Dia mencontohkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang saat ini mendirikan perusahaan modal ventura. Demikian pula PT Astra International Tbk yang mengoperasikan Astra Ventura. "Bahkan unicorn seperti Go-Jek sudah mulai mengucurkan pendanaan," ujar dia.

Potensi pendanaan hingga US$ 50 miliar pada 2025 terungkap dalam riset yang dirilis oleh Google dan Temasek, pekan ini. Dalam publikasi berjudul "e-Conomy SEA 2018" itu, Indonesia dan Singapura menguasai kue investasi ekonomi digital terbesar. Pada 2017, misalnya, dua negara ini menguasai 92,5 persen investasi ekonomi digital. Porsi Singapura 60,6 persen, adapun Indonesia 31,9 persen.

Omzet ekonomi digital Indonesia, menurut riset itu, pun terus meningkat mencapai US$ 27 miliar tahun ini dan diperkirakan mencapai US$ 100 miliar pada 2025. "Angka untuk Indonesia dari tahun ke tahun bertumbuh pesat," ujar juru bicara Google Indonesia, Jason Tedjasukmana, kemarin.

Ketua Yayasan Start-Up Digital Indonesia, Enda Nasution, mengatakan masih banyak sektor yang bisa digarap oleh para pemain start-up di Tanah Air. "Contoh kecil, di sektor perikanan yang peluang bisnisnya besar, baru dua atau tiga start-up yang muncul. Padahal laut Indonesia luas sekali," kata dia. ANDI IBNU


Infografis

JAKARTA – Indonesia berpeluang merebut porsi terbesar dari pendanaan ekonomi digital di Asia Tenggara, yang diperkirakan mencapai US$ 50 miliar (Rp 730 triliun) pada 2025. Managing Director Plug and Play Indonesia, Wesley Harjono, mengatakan perusahaan rintisan (start-up) Indonesia bahkan mampu menyerap seluruh potensi dana tersebut. "Kualitas bisnis dan inovasi start-up Tanah Air berkembang sangat pesat dan atraktif," kata dia kepada Tempo,

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB