Berita Utama

Pemulihan yang Tersandung Pembatasan

Edisi, 30 Juni 2021

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat memberi kabar muram bagi pelaku usaha. Prospek anjloknya permintaan di semua sektor membuat pelaku usaha kehilangan alasan untuk mempertahankan apalagi menggenjot produksi.

Suasana sepi saat pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Mall Ambasador, Jakarta, 23 Juni 2021. TEMPO/Tony Hartawan

JAKARTA – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat memberi kabar muram bagi pelaku usaha. Prospek anjloknya permintaan di semua sektor membuat pelaku usaha kehilangan gairah untuk mempertahankan apalagi menggenjot produksi.

"Khususnya pelaku usaha yang berorientasi pasar domestik karena tingkat permintaan akan terkontraksi dalam," ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani, kepada Tempo, kemarin.

Syarat dan ketentuan PPKM darurat yang ketat, ucap dia, menutup peluang bagi pelaku usaha di zona merah untuk mencapai kinerja maksimal. Padahal zona merah umumnya merupakan sentra ekonomi dan pusat produksi nasional.

“Pelaku usaha tidak punya banyak opsi untuk mengupayakan normalisasi atau peningkatan kinerja pada kondisi ini,” ucap dia.

Gerai makanan cepat saji tutup saat pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Braga, Bandung, 24 Juni 2021. TEMPO/Prima Mulia

Meski begitu, Shinta menimpali, kontraksi ekonomi akan lebih parah bila pandemi Covid-19 tidak terkendali. Karena itu, tidak ada pilihan lain bagi semua pihak kecuali mendukung PPKM darurat.

Ia berpendapat, kegiatan ekonomi saat ini hanya bisa disokong oleh belanja pemerintah. Pasalnya, PPKM darurat bakal memberi dampak yang sama besarnya dengan krisis ekonomi sistemik, di mana pasar, sektor riil, dan investasi kehilangan kepercayaan publik.

"Idealnya pemerintah kembali memberikan stimulus konsumsi dalam bentuk jaring pengaman sosial, serta stimulus produktif dalam bentuk pelonggaran pencairan kredit dan belanja pemerintah," ujar Shinta.

Penyebaran pandemi, ia menyatakan, harus secepatnya diselesaikan. Kalau tidak, kerusakan sistematis pada ekonomi nasional akan terus terjadi dan beban stimulus pemerintah membengkak. Sementara itu, stimulus hanya bisa dikucurkan bila pemerintah memiliki kemampuan finansial yang cukup.

"Tidak akan mudah karena rasio utang terhadap produk domestik bruto Indonesia di akhir tahun lalu sudah naik hampir 10 persen dalam setahun karena beban stimulus," kata dia.

Walaupun akan menjadi sektor yang paling terpukul PPKM sarurat, pengusaha retail tetap mendukung pembatasan aktivitas publik. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Roy Nicholas Mandey, meminta peretail diizinkan tetap beroperasi melayani pemesanan barang daring setelah lewat pukul 17.00.

"Kami berharap pengiriman barang tetap diizinkan buka hingga pukul 20.00 seperti saat PPKM mikro," ujar Roy.

Pengunjung melintas di depan salah satu gerai retail di Pondok Indah Mall 2, Jakarta, 14 Mei 2021. TEMPO/Nurdiansah

Berdasarkan survei penjualan eceran Bank Indonesia, pertumbuhan indeks penjualan riil (IPR) pada April 2021 pertama kalinya menyentuh angka positif, yaitu 15,6 persen secara tahunan, setelah terus minus sejak Januari. Tren positif diprediksi berlanjut pada Mei sebesar 12,9 persen. Namun IPR bulan berikutnya diperkirakan kembali negatif.

"Bulan ini kami prediksi IPR bisa kembali minus 5-10 persen,” Roy mengungkapkan.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, Alphonzus Widjaja, berujar bahwa tingkat kunjungan ke pusat belanja terus melorot sejak diberlakukannya penguatan PPKM mikro pada pekan lalu. Saat ini, tingkat kunjungan ke pusat belanja rata-rata tinggal 30 persen.

Alphon memaparkan, rencana bisnis peretail 2021 mulanya memperkirakan perekonomian akan mulai bergerak menuju pemulihan pada awal semester II. Namun pemburukan penyebaran virus memaksa pengusaha menekan bisnis 50 persen dari target semula.

Tidak hanya peretail modern, pedagang pasar tradisional ikut harap-harap cemas. Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, Abdullah Mansuri, meminta pemerintah mengizinkan kegiatan di pasar tradisional tetap berjalan pada masa pembatasan darurat.

Selain itu, pemerintah diharapkan ikut memastikan kelancaran distribusi pangan. Abdullah menyadari lonjakan angka kasus positif Covid-19 cukup tinggi dan berisiko terjadi penularan di pasar. Namun, ia menilai, penutupan pasar hanya akan memunculkan masalah baru bagi masyarakat.

"Kami tetap meminta proses distribusi barang tak terganggu dan pasar bisa beroperasi sebagaimana mestinya," ujar Abdullah.

Direktur Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira Adhinegara, berujar, selama masa pembatasan, dipastikan aktivitas ekonomi konvensional dan yang berkaitan dengan mobilitas, seperti hotel, restoran, ataupun pusat belanja, akan lumpuh. Potensi omzet yang hilang diperkirakan mencapai 80 persen.

"Namun, kalau pembatasan efektif dan angka kasus positif harian turun, pertumbuhan aktivitas ekonomi akan lebih solid," kata Bhima.

Merujuk pada pelaksanaan penguncian wilayah di negara lain, Bhima mengakui pembatasan aktivitas kali ini akan berdampak negatif terhadap perekonomian pada kuartal III. Namun, apabila kebijakan itu efektif mereduksi penularan Covid-19 secara nasional, perekonomian akan lebih cepat pulih.

Bhima memperkirakan ongkos PPKM darurat berupa pemenuhan kebutuhan pokok untuk wilayah DKI Jakarta selama dua pekan bisa mencapai Rp 7,7 triliun. Dia menyarankan pemerintah memberikan subsidi upah kepada pekerja lepas selama masa pembatasan untuk menurunkan risiko meningkatnya kemiskinan.

LARISSA HUDA

JAKARTA – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat memberi kabar muram bagi pelaku usaha. Prospek anjloknya permintaan di semua sektor membuat pelaku usaha kehilangan gairah untuk mempertahankan apalagi menggenjot produksi.

"Khususnya pelaku usaha yang berorientasi pasar domestik karena tingkat permintaan akan terkontraksi dalam," ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Hubungan Internasio

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB