Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.

Varian Omicron

  • Bersiap WFH Akibat Omicron

    Rata-rata perusahaan bersedia menerapkan sistem bekerja dari rumah atau WFH setelah penularan Covid-19 menanjak lagi akibat varian Omicron. Pekerja di sektor kritis tetap masuk kantor.

  • Selalu Ada Kekhawatiran karena Ini Bisa Kena Siapa Saja

    Dengan adanya Omicron ini, RSPI Sulianto Saroso menyatakan tetap bersiaga lagi. Isolasi mandiri bisa di rumah saja, terutama mereka yang tanpa gejala atau bergejala ringan. Berikut wawancara Tempo dengan Direktur Utama RSPI Sulianto Saroso, Mohammad Syahril.

  • Opsi Larangan Total ke Luar Negeri Dibahas

    Pemerintah mempertimbangkan melarang warga berlibur ke luar negeri jika terjadi lonjakan jumlah kasus Omicron. Saat ini, larangan tersebut baru berlaku bagi ASN dan anggota keluarganya.

  • Menutup Gerbang Negara Bukan Solusi

    Pemerintah mencabut larangan masuk bagi warga negara asing asal 14 negara dengan transmisi komunitas Omicron. Menurut epidemiolog, menutup pintu masuk negara memang bukan solusi. 

  • Beda Sikap Soal Sekolah Tatap Muka

    Sejumlah pihak mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan sementara pelaksanaan sekolah tatap muka 100 persen. Musababnya, kenaikan angka kasus harian Covid-19 dan ancaman transmisi lokal Omicron membahayakan warga sekolah. Sementara itu, ada juga pihak yang mendukung sekolah tatap muka tetap berjalan dengan alasan tingkat vaksinasi guru dan murid sudah tinggi serta penerapan protokol kesehatan ketat.

Edisi Sebelumnya

Minggu, 23 Januari 2022
Sabtu, 22 Januari 2022
Jumat, 21 Januari 2022
Kamis, 20 Januari 2022
Rabu, 19 Januari 2022
Selasa, 18 Januari 2022
Senin, 17 Januari 2022
Minggu, 16 Januari 2022

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan